 |
| Info
Sehat |
|
Strategi DOTS, Perangi Tuberculosis
Jakarta - 15 Jun 00 15:49 WIB - (Astaga!com)
Penularan TB (tuberculosis) di Indonesia semakin memprihatinkan, bahkan penyebaran penyakit ini lebih cepat daripada penyebaran virus AIDS (HIV).
TBC
Mengapa bisa begitu? Karena penyebaran kumannya bisa terjadi melalui udara yang kita hirup. Jika seorang penderita TBC berbicara, menyanyi, meludah, batuk, atau bersin, maka kuman TB yang ada di dalam paru-paru akan menyebar melalui udara.
Di Indonesia, tiap harinya rata-rata 500 orang meninggal akibat TB. Dan yang lebih memprihatinkan lagi, penyakit ini banyak menyerang kelompok usia produktif. Untuk menanggulangi TB, Indonesia mulai menggalakkan lagi strategi DOTS (Directly Observered Treatments Short Course), yaitu strategi pengobatan yang berkesinambungan.
Obat harus tersedia di setiap tempat setiap saat, selama pengobatan harus diminum, dan diawasi secara ketat oleh keluarga maupun teman sekelilingnya.
Strategi DOT ini telah direkomendasikan oleh WHO secara global untuk menangani TB. Berdasarkan pengalaman di beberapa negara, strategi DOTS memberikan angka kesembuhan yang tinggi.
Misalnya, menurut laporan WHO tahun lalu, di Bangladesh, dengan strategi DOTS angka kesembuhan sekitar 80%, di Maldives, angka kesembuhan 85%. Sementara Nepal, angka kesembuhan dari 50% menjadi 85%. Di RRC, kesembuhan lebih dari 90%. Dan di Indonesia, khususnya di Jakarta, berdasarkan penelitian lapangan dari tim kesehatan RS Persahabatan di rumah sakit-rumah sakit dan puskesmas dengan pendekatan DOTS memberikan angka kesembuhan 97,4%.
Di Indonesia, kini 51% puskesmas melaksanakan strategi ini. Dan program ini sedang diperluas di semua puskesmas, dokter, dan dokter praktek sore serta rumah sakit. Obat TB diberikan secara gratis ke puskesmas atau dokter yang melaksanakan strategi DOTS.
Pasien yang mengikuti program ini, harus mendapat konfirmasi, diagnosis, melalui pemeriksaan dahak secara mikroskopis. Setelah itu ia akan mendapat obat yang tepat dengan dosis yang tepat, dan harus meminum obat setiap hari sampai selesai pengobatan.
TB dapat sembuh bila dilakukan pengobatan secara terus menerus selama 6-8 bulan.
Apa Gejala umum yang harus diwaspadai?
1. Batuk berdahak selama 3 minggu lebih, dan dahak keluar bercampur darah.
2. Dada terasa nyeri dan sesak.
3. Demam lebih dari 1 bulan, berkeringat di malam hari (tanpa melakukan kegiatan)
4. Nafsu makan berkurang dan berat badan menurun
Strategi DOTS ini telah diterapkan sejak 1995, namun mulai digalakkan lagi tahun 2000 ini setelah ada komitmen dari 22 menteri kesehatan dan menteri perencanaan pembangunan dalam Conference on Tuberculosis and Sustainable of Development beberapa waktu lalu di Amsterdam, Netherland.
Menurut Menkes Ahmad SUyudi, dengan penerapan strategi DOTS di Indonesia ditargetkan cakupan penemuan penderita TB 70%, dengan angka kesembuhan 85% pada akhir 2005. (lisbet)
|
|
| Pilihan
Berita Lainnya |
Pilihan Berita :
|
|
 |
 |
|
 |