 |
| Info Intim |
|
Payudara, zona erotik pasangan Anda
satulelaki.com - Bagi perempuan, payudara merupakan salah satu identitas seksual yang
membedakannya dengan kaum lelaki. Namun, banyak lelaki yang gagal 'memperlakukan' payudara
dengan sebaik-baiknya. Tidak setiap perempuan suka payudaranya dirangsang.
Payudara juga merupakan zona erotik. Payudara, puting payudara, dan areola (daerah gelap
di sekeliling puting payudara) memiliki banyak ujung syaraf. Ereksi puting payudara adalah
salah satu tanda rangsangan seksual. Kepekaan payudara berbeda dari satu perempuan ke
perempuan lain.
Penelitian telah menunjukkan bahwa sebagian besar perempuan menikmati sensasi yang
ditimbulkan oleh pasangan di payudaranya selama hubungan seksual. Sekitar 2-3% dari kaum
perempuan, mampu mencapai orgasme melalui stimulasi payudara saja.
Walaupun sebagian besar perempuan memiliki puting yang ereksi pada saat terangsang, namun
tak semuanya demikian. Tanda-tanda lain dari rangsangan adalah lubrikasi vagina, kemerahan
di dada, dan peningkatan kecepatan denyut jantung dan pernapasan.
Apakah ukuran payudara memiliki pengaruh terhadap respon seksual perempuan? Jawabannya
tidak. Sikap atau pandangan dirinyalah yang mempengaruhi respon seksualnya. Ukuran
payudara bukan parameter responsitivitas seksual.
Lantas, bagaimana sebaiknya kaum lelaki memperlakukan payudara selama berhubungan seksual?
Anda sebaiknya menanyakan apakah ia senang kalau payudaranya disentuh atau tidak. Sebagian
perempuan mempunyai puting payudara yang sangat sensitif, sebagian lainnya tidak.
Tetapi, pada umumnya, perempuan menyukai sentuhan lembut dan ciuman pada payudara dan juga
pada putingnya. Ingat, sensitifitas payudara juga bervariasi mengikuti fluktuasi hormonal.
Sebelum menstruasi, ada perempuan yang mengalami nyeri dan pembengkakan pada payudaranya
dan menginginkan stimulasi lainnya.
Meskipun demikian, perempuan yang tidak memiliki respon terhadap rangsangan pada
payudaranya, bukan berarti 'abnormal'. Perempuan dan laki-laki memiliki cara yang sangat
berbeda dalam respon seksualnya. Sebagian perempuan tidak memiliki payudara yang sensitif
walaupun mereka dapat terangsang oleh sentuhan genital atau lainnya.
Ada pula yang menyatakan, sensitivitas payudaranya menurun setelah pembedahan untuk
mengecilkan atau membesarkan payudara, setelah pengobatan kanker, setelah kehamilan dan
melahirkan, atau setelah umurnya bertambah.
Sebagian lainnya merasa tidak terangsang karena alasan psikhologis. Contohnya, mereka
mungkin malu dengan ukuran atau bentuk payudaranya yang menurut pandangan mereka sendiri,
kurang ideal. Menganggapnya terlalu kecil atau terlalu besar. [hnl]
|
|
| Pilihan
Berita Lainnya |
Pilihan Berita :
|
|
 |
 |
|
 |