 |
| Info Sehat |
|
Otak Perlu Olahraga Supaya tidak Loyo
Washington - 27 Jul 00 13:36 WIB - (Associated Press)
Otak seperti otot, kalau tidak digunakan bisa loyo. Paling tidak itulah kecenderungan
penelitian, ingatan melemah dan akal berkurang akibat proses menjadi tua bukan sesuatu
yang tidak bisa dielakkan. Ada kegiatan yang bisa membantu otak tetap hidup.
Latihan atau olahraga mental penting. Manfaat olahraga mental mulai saat anak-anak ketika
orangtuanya membacakan cerita dan pendidikan. Tetapi belum terlambat untuk memulai
olahraga mental sekarang ini bagi orang dewasa.
Otak Perlu Olahraga
Yang penting, kata Dr Amir Soas dari Case Western Reserve University Medical School di
Cleveland, "Baca, baca, baca. Isi teka-teki silang. Main catur atau Scrabble. Belajar
bahasa asing atau pelajari hobi baru. Pokoknya segala sesuatu yang bisa merangsang otak
berpikir."
Kurangi menonton TV, kata Soas menasehati. "Ketika menonton TV, otak Anda menjadi
netral," kata Soas menjelaskan.
Beberapa tahun yang lalu para ilmuwan meyakini otak tersambung dan tumbuh pada umur di
bawah lima tahun dan kemudian sel syaraf otak akan mati sampai pada kondisi penurunan
mental.
Belum lama, para ilmuwan meyakini otak masih bisa terus berkembang dan beradaptasi bahkan
saat tua, pada balita pertumbuhan sel otak besar masih berlangsung hingga 10 tahun, dan
bahkan pada orang tua sejumlah sel syaraf masih bisa tumbuh.
Jadi penurunan aspek kognitif bukannya tidak bisa dielakkan. Yang pasti, uji mental yang
diberikan pada 6.000 orang tua selama 10 tahun menunjukkan 70% dari mereka masih bisa
bertahan dari pikun saat menjadi tua, ungkap peneliti dari University of Michigan Mary
Haan dalam pertemuan internasional mengenai Alzheimer bulan ini.
Jadi apa yang membuat otak tetap sehat?
Para ahli dari Case Western meneliti 550 orang dan berkesimpulan mereka yang kurang
latihan mental dan kurang aktivitas fisiknya saat paruh baya berisiko tiga kali lebih
besar menderita Alzheimer saat menjadi tua. Hal yang bisa melindungi adalah meningkatkan
aktivitas intelektual selama masa dewasa.
Sejumlah penelitian menunjukkan mereka yang berpendidikan rendah berisiko lebih tinggi
terkena Alzheimer dibandingkan yang berpendidikan lebih baik.
Tetapi bukan hanya pendidikan formal. Kebiasaan membaca antara umur 6-18 tahun sangat
menentukan fungsi kognitif dalam puluhan tahun mendatang, kata Dr David Bennett dari Rush
University di Chicago. Nasehatnya: dorong otak untuk membangun lebih banyak "tabungan
kognitif" untuk menghambat penyakit otak kemudian.
Ingat analogi otot-otak. Scan otak menunjukkan yang cukup latihan mental seperti yang
dilakukan oleh supir taksi di London yang mencari jalan tanpa peta atau seorang pemain
piano melakukan latihan, membuat bagian otak yang digunakan untuk tantangan intelektual
seperti tumbuh, sedangkan bagian yang tidak dirangsang menyusut .
olah raga fisik penting untuk otak
Tetapi kesehatan fisik penting juga. Otak yang sehat perlu banyak oksigen yang dipompa
melalui arteri yang sehat. Haan meneliti orang yang memiliki gen ApoE4, yang signifikan
meningkatkan risiko Alzheimer. Fungsi otak dari gen pembawa itu menurun empat kali lebih
cepat sejalan bertambahnya umur jika pemiliknya juga mengalami pengerasan arteri atau
menderita diabetes. Mengkonsumsi makanan berlemak meningkatkan risiko menjadi tujuh kali.
Jadi olahraga otak dan otot ditambah makan yang tepat membantu kesehatan otak juga. (harry
surjadi)
|
|
| Pilihan
Berita Lainnya |
Pilihan Berita :
|
|
 |
 |
|
 |