 |
| Info Intim |
|
Perempuan butuh keintiman, bukan cuma seks
satulelaki.com - Perempuan sering mengeluhkan ketidakmampuan atau kegagalan pasangannya
untuk menjadi pasangan yang intim. Maksudnya, banyak kaum lelaki yang tidak mau
mendengarkan, tak suka bercerita tentang perasaannya.
Sebaliknya, lelaki menganggap keintiman adalah apa yang terjadi saat mereka melakukan
hubungan seks dengan pasangannya, dan dia tidak mengerti mengapa pasangannya tidak
mengenali apa keintiman seksual itu.
"Mengapa saya mesti menceritakan perasaan saya jika saya sudah menunjukkannya,"
demikian, mungkin, ucapan yang paling umum dari kaum Adam.
Mengapa kaum lelaki lebih sulit mengekspresikan perasaannya dan berusaha mendengarkan
pasangannya dibandingkan perempuan? Menurut pakar psikologi, anak laki-laki jarang
didorong untuk untuk secara terbuka mengungkapkan perasaannya dibandingkan anak perempuan.
Saat mereka tumbuh menjadi dewasa, mereka dihargai, dianggap jagoan, karena mampu menahan
perasaannya, tidak menangis, jika terluka, atau tidak menunjukkan ketakutannya, walaupun
sedang takut.
Sebaliknya, jika seorang perempuan menghibur kawannya yang sedang sedih, ia mendengarkan
dengan seksama dan memberikan saputangan jika diperlukan. Dalam situasi yang sama, seorang
lelaki akan mengajak kawannya keluar rumah, bukan mendengarkan, tetapi membantunya untuk
melupakan masalahnya.
Setelah bertahun-tahun menjalani sosialisasi semacam itu, lelaki masuk ke dalam hubungan
perkawinan dengan seorang perempuan yang mengharapkan dirinya menunjukkan emosinya.
Meskipun mereka belajar untuk mengekspresikan perasaannya dengan cara yang lain, lelaki
atau perempuan tetap menginginkan keintiman yang lebih intens dalam perkawinan mereka.
Mereka mencari keeratan, kasih sayang dan perhatian.
Saat seks terjadi dalam perkawinan yang intim, suami istri merasa lebih puas secara
psikologis dan emosional dibandingkan seks dalam tingkat keintiman yang lebih rendah.
[hnl]
|
|
| Pilihan
Berita Lainnya |
Pilihan Berita :
|
|
 |
 |
|
 |