 |
| Info Intim |
|
Cemas penyebab gagal ereksi
satulelaki.com - Cukup banyak lelaki yang meragukan kemampuan untuk mendapatkan dan
mempertahankan ereksi. Karena ragu, dia menjadi cemas, dan karena cemas maka dia
benar-benar bisa gagal ereksi. Kegagalan ereksi karena cemas ini bisa diatasi, asal Anda
tahu caranya.
Kecemasan akan potensi seksual adalah salah satu penyebab disfungsi seksual yang paling
sering seperti ejakulasi prematur atau kegagalan mendapatkan atau mempertahankan ereksi.
Walaupun kecemasan akan potensi seksual lebih sering dialami lelaki, perempuan dapat juga
mengalaminya.
Namun, tekanan akan potensi seksual, terutama saat berhubungan seksual, lebih berat pada
kaum lelaki. Perempuan dapat menggunakan lubrikan (pelicin) jika dia tak terangsang. Namun
apa yang dapat dilakukan laki-laki dengan penis yang lemas?
Rasa takut akan penis yang tak dapat ereksi menjadi obsesi yang diderita oleh sebagian
kaum lelaki pada suatu ketika sepanjang kehidupannya, apalagi bila mereka pernah mengalami
impotensi.
Mereka merasa kuatir apakah nantinya mampu mendapatkan dan mempertahankan ereksi yang
akhirnya malah memperburuk kegagalan yang pernah mereka alami. Seks sebenarnya terjadi di
otak. Kecemasan mempunyai kekuatan yang sangat hebat. Jika seorang lelaki berpikir dia
akan gagal mempertahankan ereksi, maka kemungkinan dia memang betul-betul akan gagal.
Jika seorang lelaki mengalami kecemasan, ia seperti berhenti berperan secara aktif di
dalam proses hubungan seksual dan mulai menjadi 'penonton' terhadap dirinya sendiri.
Proses kemunduran mental ini disebut spectatoring. Penonton (spectator) terlalu disibukkan
dengan menonton dan mengkiritik dirinya sendiri sehingga gagal menikmati seks. Keadaan ini
sama sekali tak disadari dan secara alamiah ereksinya menghilang.
Untuk mengatasi kecemasan ini ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan. Pertama,
ceritakan semua persoalan kepada pasangan Anda. Bahwa letak masalah bukan karena hilangnya
daya tarik pasangan.
Kedua, berhentilah menganggap bahwa seks merupakan potensi seseorang. Dalam bercinta,
kedua pasangan memberi dan menerima kenikmatan dalam berbagai cara. Jangan terobsesi pada
'ereksi yang sempurna'. Santailah. Lakukan olahraga atau hobi lain yang menyenangkan.
Ketiga, seks lebih dari sekadar hubungan badan. Seks dapat memiliki banyak bentuk,
sentuhan, ciuman, pijatan, rabaan, dan sebagainya. Anda tidak akan gagal selama Anda mau
menerima dan memberi cinta. [hnl]
|
|
| Pilihan
Berita Lainnya |
Pilihan Berita :
|
|
 |
 |
|
 |