Real Time 

Kumpulan Seni Bencinta - Artikel Kesehatan Seksual

Semua Artikel Seks | DVD SULAP | HIPNOTIS | Gelombang Otak | Berita dan Peristiwa
Info Dakwah

Profesionalisme dalam Dakwah

Pada dasarnya istilah profesionalisme sudah dikenal pada zaman salafus sholih. Istilah profesionalisme bukanlah produk abad modern. Hanya saja urusan seperti ini belum mendapat perhatian yang memadai di kalangan para dai dan pemimpin ummat. Seringkali kita melihat aktifitas keislaman dilakukan secara sambilan. Tanpa mengacu pada proses perencanaan (planing) yang matang. Pengelolan dakwah dalam managemen modern kadang-kadang masih asing dalam kamus kehidupan da'i. Akibatnya, tidak akan tercapai target (hadaf) yang direncanakan, secara optimal.

Suatu kegiatan disebut profesional apabila didukung oleh keahlian tertentu berdasarkan kualitas tertentu, yang diperoleh dari pendidikan dan pelatihan tertentu. Buruh bangunan misalnya, tidak disebut sebagai profesi karena hampir semua orang bisa melakukannya tanpa harus memiliki keterampilan dan keahlian. Kegiatan ini tidak disyaratkan pendidikan dan pelatihan tertentu. Oleh karena itu buruh bangunan tidak bisa disebut profesi.

Pertanian konvensional tidak masuk kategori profesi. Sebab tuntutan keahliannya kecil sekali, bahkan hampir tidak ada. Berbeda halnya dengan pertanian modren, yang memerlukan keahlian, teknologi dan perhitungan ekonomi. Sekarang bagaimana dengan petugas dakwah (rijalud-dakwah), baik guru agama, muballigh dan para ulama, dapatkah mereka digolongkan ke dalam profesionalisme ? Jika pekerjaan itu menyita seluruh waktunya dan menjadi tumpuan sumber ma'isyah (kehidupan) sekaligus mempertaruhkan reputasinya, maka pekerjaan itu termasuk profesi. Pelakunya disebut profesional.

Adapun aktifitas dakwah yang dilakukan secara sambilan dan nafkahnya di peroleh dari pekerjaan lain, maka kegiatan dakwah seperti ini bukan sebagai profesi dan pelakunya tidak disebut profesional. Pelaku dakwah seperti ini disebut juru dakwah amatiran. Pelaku dakwah profesional sudah tentu dituntut memiliki keahlian dan kualitas ilmu yang luas dan mendalam. Bagi mereka perlu melaksanakan kode etik profesi. Yang demikian itu sangat diperlukan karena banyak kasus penyalahgunaan agama untuk kepentingan tertentu.

Apalagi bidang garap seorang da'i adalah manusia. Jika salah dalam membina, mengasuh, mendidik dan mengarahkan serta membimbing manusia, maka akan berakibat sangat fatal. Bisa saja terjadi bahan baku yang ideal dari mad'u (obyek dakwah) menghasilkan out put yang mengecewakan. Seseorang yang semula berasal dari lingkungan baik-baik menjadi anak nakal karena salah asuh dan salah didik. Itu akibat anak didik yang diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya. Potensi kebaikan yang dimiliki tidak tergali secara optimal, bahkan kecenderungan fujur(keburukan)-nya berkembang tanpa kendali.

Betapa banyak seseorang yang semasa kecilnya kental dengan suasana religius, karena kesalahan dalam memberikan terapi, ketika menginjak usia dewasa menjadi musuh kita. Na'uzhu billah min dzalik. Padahal kita sudah sangat berharap kelak ia akan menjadi penopang dan penerus cita-cita.

Sejarah telah membuktikan hanya para ulama'amilun (ulama yang seiasekata), orang-orang sholih dan para Nabi yang mampu mengantarkan manusia menjadi menjadi sholih, berkat petunjuk dari Allah Swt. Hanya mereka yang mampu memikul amanah tilawah, tazkiyah dan ta'lim.

Suatu hari terjadi dialog sederhana seorang sahabat dengan Rasulullah saw. Sahabat bertanya, “ kapan datangnya kiamat ? Jawab Rasulullah,” Jika amanat sudah dikhianati.” Sahabat melanjutkan, “Bagaimana mengkhianati amanat itu?” Jawab Nabi Saw,” Jika suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah waktu kehancuran (kiamat).” (HR. Bukhari dari Abu Hurairah).

Dakwah yang bersifat sambilan dapat dilakukan oleh semua orang. Amar ma'ruf nahi munkar adalah tugas semua muslimin. menyangkut hal itu Rasulullah Saw bersabda, “ballighuu `annii walau aayat”, sampaikanlah dariku walau satu ayat.

Dakwah dalam konteks ini tidak disyaratkan kualitas ilmu dan ketrampilan tertentu. Siapa saja dan dengan posisi apapun bisa melakukannya.

Namun bila kita mencermati kehidupan Rasulullah Saw, kita bisa melihat bahwa beliau adalah seorang da'i yang profesional. Beliau adalah seorang yang ahli dan kompeten dalam bidang dakwah ini. Dan dalam berdakwah, beliau melakukannya secara full timer. Beliau tinggalkan pekerjaan sebagai pedagang dan beralih sepenuhnya pada profesi barunya sebagai da'i. Walaupun beliau tidak meminta upah dari pekerjaan dakwahnya, tetapi beliau dapat hidup dari profesi ini.

Sebagai da'i, beliau memiliki empat potensi yang bisa di jadikan bekal dalam memikul tugasnya. Yaitu shiddiq, amanah, tabligh dan fathonah. Dua potensi yang pertama merupakan tuntutan etika dan dua potensi yang terakhir merupakan tuntutan keahlian. Seorang da'i tidak hanya dituntut memiliki kejujuran dan sikap amanah, tetapi harus memiliki keahlian komunikasi (tabligh) dan kecerdasan yang tinggi (fathonah).

Bertolak dari pemikiran di atas kita bisa menyimpulkan bahwa profesi memerlukan dua persyaratan. Yaitu komitmen, loyalitas (ketaatan) dan kecintaan terhadap profesi serta keahlian yang diperoleh melalui pendidikan dan keahlian tertentu. Dua tuntutan itu bagaikan dua sisi mata uang yang tidak bisa saling dipisahkan. Bila salah satunya cacat, maka uang itu tidak akan bisa berfungsi sebagai alat tukar lagi. Jika kejujuran dan sikap mental amanah tidak lagi dijadikan pegangan dalam melakukan kegiatan profesi, sekalipun ilmu dan keahliannya selangit, maka sebagai profesional akan menemui kegagalan. Bahkan sosok seperti ini sangat membahayakan. Keahlian dan ilmu yang dimiliki digunakan untuk kepentingan pribadinya. Betapa banyak orang yang memiliki posisi strategis dengan mudah menyalah gunakan jabatan dan hak-hak istimewanya untuk interes pribadi dan golongan.

Di Indonesia ini tidak kurang orang ahli dalam berbagai bidang. Namun ketika lembaga (Non goverment organization) dari Jerman melakukan survey yang hasilnya diterbitkanoleh sebuah majalah der spiegel mengumumkan bahwa Indonesia adalah negara paling koruptor di Asia. Memang tingkat korupsi dan kolusi di negeri kita sudah melampui batas-batas kewajaran. Bagi yang melamar pegawai negeri, mengurus surat-surat sperti KTP, SIM, Paspor, IMB dll, di kantor-kantor pemerintah, maka setiap meja yang dilalui harus diberi uang suap, sogok dan uang pelicin lainnya. Rasulullah Saw mengingatkan :

Barang siapa yang bertambah ilmunya dan tidak bertambah petunjuknya tidak menambah ilmu (yang dimilikinya) kecuali jauh dari Allah.” (al Hadis)

Baru-baru ini profesi kedokteran tercoreng setelah dibuktikan dua juta bayi yang digugurkan secara sengaja (Sabili 19 TH. VII hal. 66). Diduga pelakunya adalah pasangan pemuda ABG bekerja sama dengan oknum dokter atau setidak-tidaknya tenaga medis yang sangat ahli. Lokasinya adalah terletak di Jalan Musik Raya Blok B No. 30 A, Kelapa gading Jakarta Utara. Praktek aborsi ilegal ternyata dilakukan oleh seseorang yang bernama dr. Agung Waluyo, selama sebelas bulan praktek, dirinya telah mengaborsi 200 janin bayi.Masya Allah.

Masalahnya kemudian adalah keahlian, ilmu yang dimiliki itu tidak dibarengi sikap mental dan komitmen terhadap kode etik (tata nilai) yang telah diketahuinya secara baik. Akibatnya, prilaku mereka menjurus kepada sikap sadis dan brutal. Perbuatan seekor macanpun tidak akan tega menghabisi nyawa anaknya. Keahlian dan ilmu semata terbukti tidak menjamin seseorang bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Bahkan aktifitas yang dilakukannya dapat mencoreng nama baiknya.

“ Barang siapa yang berpaling dari mengingat-Ku maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit. Dan Kami akan menggiringnya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thoha:125).

“ Sekali-kali tidak, bahkan menutup hati atas apa yang mereka lakukan.” (QS. Al Muthoffin:14).

Menurut tafsir Ibnu Kasir : aktifitas mereka semakin menutup hati mereka karena dosa yang dilakukan. Maka menutup penglihatan mereka sehingga tidak bisa membedakan petunjuk dan kesesatan. Para ahli tafsir mengatakan : kalimat `Ar roona' pada ayat diatas adalah tumpukan dosa yang bisa menghitamkan hati.

Sholih Hasyim

Pilihan Berita Lainnya

Pilihan Berita :




Isi Dong !!!

Koleksi CD DVD whatsnew.gif (278 bytes)
Lihat di Sini!


Isi Siteku

1. DVD SULAP
2. Rincian Pengalaman
3. Persahabatan (Cinta)
4. Profil Usaha
5. Masa Kecil
6. Organisasi
7. Hobby & OlahRaga


whatsnew.gif (278 bytes) Cari dlm Site
Cari luar Web
 


Foto dan Peristiwa


Kasus Halmahera Utara


Tekno & Info Lain


Akses Internet Murah
Protokol Aplikasi Wereless
Rancangan Pesawat Boeing


Hikmah


Nilai Sebuah Do'a
Kesalahan yang dimaafkan


Kata Mutiara


Kata Mutiara 1
Kata Mutiara 2




Semua Artikel Seks

Mohon Saran dan Masukan Pembaca Semuanya dengan Mengisi di Sini!, Trim's


Halaman ini terakhir diperbarui pada 07/27/09

Website Tentang Seks © June 1999-2000

Kontak Aku

1
Download Gratis di Sini!