 |
| Info
Gaya Hidup |
|
Cybersex Sebagai Obat atau Hiburan?
- 23 Jun 00 14:30 WIB (Astaga.com)
Ada beberapa relationship consultant yang berpendapat bahwa, jika seorang suami melakukan cybersex dengan orang lain, boleh jadi karena ada ketidakberesan dalam rumahtangganya. Dalam porsi ini, bisakah cybersex dijadikan sebagai 'obat'? Atau malah sebagai hiburan? Simak kedua sisi pandang ini.
Cybersex sebagai obat
Si suami bosan dengan rutinitas seks dengan si istri, sehingga butuh sesuatu yang berbeda. Nah, untuk persoalan yang satu ini, para konsultan ternyata menganggap cybersex justru bisa dihalalkan bagi para suami yang bermasalah.
Tentu saja dengan harapan setelah ber-cybersex, si suami tidak lagi bosan. Sehingga, hubungan dengan sang istri pun bisa kembali seperti sedia kala. Namun, bukan berarti tidak ada usaha lain untuk pemulihan hubungan suami istri tersebut. Karena cybersex hanyalah salah satu alternatif.
Cybersex hanya untuk hiburan
Alasan lain mengapa para pria terlibat dengan aktivitas cybersex, adalah hanya untuk bersenang-senang menikmati hiburan online yang tersaji di meja kerja. Umumnya, mereka melakukannya di sela-sela office hours yang kadangkala memang menjemukan itu.
Para pria jenis ini biasanya masuk ke alam virtual seks hanya untuk bermain-main dan menggoda para gadis yang menjadi lawan main mereka. Bahkan, kemampuan membangkitkan gairah para wanita di balik komputer agaknya menjadi pendorong para pria untuk datang lebih pagi ke kantor! Para pria tersebut, sejak awal sudah wanti-wanti dengan pasangan cyber mereka kalau hubungan yang terjalin itu tidak perlu ditanggapi dengan serius.
Dari segala yang tertuang di atas, terlihat bahwa menjawab pertanyaan apakah aktivitas cybersex itu tak ubahnya berselingkuh, memang tidak mudah. Untuk menjawabnya dibutuhkan telaah dari berbagai sisi, sudut pandang dan kepentingan.
Yang pasti, selama aktivitas cybersex belum melahirkan risiko, maka itu sah-sah saja dijalani. Cuma, kalau dari cybersex berlanjut ke acara kencan sesungguhnya, wah, kayaknya itu pertanda lampu kuning bagi Anda. Alias Anda harus menghentikan atau setidaknya meminimalisir kebiasaan tersebut. (berbagai sumber/eno)
|
|
| Pilihan
Berita Lainnya |
Pilihan Berita :
|
|
 |
 |
|
 |