Alkisah ada seorang anak yang sangat pandai melukis, pada suatu hari di
negaranya diadakan pertandingan melukis, anak ini ikut dalam pertandingan
tersebut karena hadiahnya sangat besar, yaitu diangkat menjadi pejabat
tinggi pemerintah.
Pada pertandingan itu, semua peserta ditugaskan melukis seekor ular, dengan
kriteria penilaian lukisan harus semirip mungkin dengan ular dan secepat
mungkin menyelesaikan lukisan.
Maka pada hari pertandingan, si anak itu sudah hadir di lapangan
pertandingan, siap dengan semua alat lukis nya.
Ketika aba aba diberikan, semua peserta serentak mulai melukis. Tak lama
kemudian si anak itu selesai melukis seekor ular yang sangat mirip, begitu
hidup lukisannya.
Si anak kemudian mendongakan kepalanya, dilihatnya semua peserta lain belum
menyelesaikan tugas mereka, maka si anak kemudian menambahkan empat buah
kaki di ular lukisannya, sehingga ularnya semakin garang, ditambahkannya
tanduk di atas kepala ular, diberinya lidah api menyembur keluar dari mulut
ular tersebut.
Ketika si anak menyerahkan lukisannya itu ke panitia penilai, semua peserta
lain belum menyelesaikan tugas mereka.
Sore hari itu juga pemenang pertandingan diumumkan, pemenangnya adalah anak
dari desa lain yang melukis seekor ular kurus yang pucat dan terlihat lemas,
sedangkan lukisan anak yang sangat pandai itu dinyatakan diskualifikasi
walaupun dia adalah orang yang pertama menyelesaikan tugas.
Panitia memutuskan lukisannya bukan ular, tetapi seekor naga.
Dalam kehidupan kita, sering sekali kita juga terjebak dalam kegiatan
seperti anak itu, kita menambahkan hal hal yang kurang perlu dalam aktifitas
dan pekerjaan kita sehingga kita tidak dapat meraih predikat juara.
Kadang kita melontarkan kalimat yang menyakitkan orang lain, kadang kita
mudah tersinggung, kadang kita terlalu bertele tele ketika memberikan
pendelegasian, kadang kita dikurung dalam berbagai praduga, curiga dan
kurang percaya, kadang emosi kita terbawa dalam pekerjaan, dan semua itu
menyebabkan karya kita bukan lagi lukisan seekor ular, melainkan seekor naga
yang menyemburkan api dalam mulutnya.