|
Setiap
manusia selalu menginginkan yang serba lebih, lebih indah, lebih
enak, lebih banyak. Intinya lebih baik dari yang sebelumnya
. Saling berebutan dan bersaing untuk memperoleh yang serba lebih
itu, kalau perlu saling serang, saling menjatuhkan dengan cara apa
saja demi memperoleh yang serba lebih itu.
Karena pengejaran
yang serba lebih inilah maka mata menjadi buta dan tidak dapat
melihat dan menikmati yang ada, mata di tujukan jauh ke depan,
kepada yang di anggap serba lebih itu. Yang di kejarnya dan tak
terjangkau olehnya. Akhirnya ada dua hal yang terjadi sebagai
akibat dari pengejaran itu, setelah dalam pengejaran itu menimbulkan
banyak pertentangan dan permusuhan.
Kalau yang di kejar di
dapat, belum tentu akan terasa indah sebelum di dapat, seindah
ketika masih di kejar, karena hati ini sudah di penuhi dengan
pengejaran terhadap yang lain lagi, yang lebih lagi dari pada yang
sudah di dapat. Kecewa, menyesal, berduka dan segala kesedihan
merupakan konsekwensi kegagalan dalam meraih apa yang di
harapkan.
Berbahagialah orang yang tidak mengejar apa-apa,
tidak menginginkan apa-apa. Berbahagialah orang yang membuka
mata, dengan melihat apa yang dimilikinya, melihat keindahan yang
ada pada dirinya. Syarat hidup yang wajar dan apa adanya berawal
dari pikiran kita sendiri. Pikiran tidak mengada-ada, tidak
dipenuhi oleh keinginan akan hal yang tidak ada. Menerima segala
sesuatu seperti apa adanya.
Dengan demikian takkan pernah ada
kekecewaan, takkkan pernah mengeluh karena memang tidak mengharapkan
hal-hal yang tidak ada. Hanya orang yang mengharapkan sesuatu
yang tidak ada sajalah yang akan kecewa kalau kemudian yang di
harapkan itu tidak terjadi.
Salam
Damai Agnes Monica |