Kelalaian Dalam Mendidik Anak
Anak-anak adalah amanah dari Allah SWT dan Ia sebahagian
dari ujian Allah SWT kepada kita hamba-hambaNYA. Firman Allah SWT :
"Harta benda dan anak-anak kamu hanyalah menjadi ujian dan di sisi
Allah ada pahala yang besar." (QS. At-Taghabun, 64 : 15)
Sebagai ujian, Ia akan dipertanggungjawabkan. Orang yang
malang ialah orang yang mempunyai banyak anak tetapi anak-anaknya tidak
membawa kebaikan kepadanya di akhirat.
Rasulullah SAW diberitakan telah bersabda : "Tahukah
engkau siapakah orang yang mandul?
Berkata para sahabat : "Orang yang mandul ialah
orang yang tidak mempunyai anak."
Lalu Rasulullah SAW berkata "Orang yang mandul itu
ialah orang yang mempunyai banyak anak tetapi anak-anaknya itu tidak
memberi manfaat kepadanya sesudah ia meninggal dunia."
Maksud Al-Hadits, ini mungkin disebabkan beberapa
kelalaian dalam mendidik anak-anak.
Kelalaian pertama : Kurang berdoa
A. Kurang berdoa semasa mengandung.
Doa-doa yang digalakkan diamalkan semasa mengandung
ialah :
-
Saidul (penghulu) Istighfar
-
Doa memohon rahmat (QS. Ali Imran, 3 : 8-9)
-
Doa memohon zuriat yang baik (QS. Ali Imran, 3 : 38)
-
Doa agar anak mengerjakan sholat (QS. Ibrahim, 14 :
40-41)
B. Kurang berdoa semasa membesarkan anak.
Doa-doa yang digalakkan diamalkan semasa anak membesar
ialah :
-
Doa agar anak patuh kepada Allah SWT (QS. Al-Baqarah,
2 : 128)
-
Doa diberi zuriat yang menyejukkan hati (QS. Al-Furqan,
25 : 74)
-
Doa supaya nama anak membawa kebaikan kepadanya.
Kelalaian kedua : Banyak memberi ajaran tarhib (menakutkan)
daripada targhib (dorongan atau motivasi)
Ajaran tarhib antara lain seperti :
-
menakutkan anak-anak dengan sekolah.
-
menakutkan dengan tempat gelap.
-
menakutkan dengan hutan rimba atau bukit bukau
-
menggunakan kekerasan dan paksaan waktu menyuruh
anak tidur.
Kelalaian ketiga : Tidak tegas dalam mendidik anak-anak
Kelalaian keempat : Menegur anak secara negatif
Kelalaian kelima : Memberi didikan yang tidak seimbang
antara jasmani, rohani dan intelektual.
Pendidikan intelektual lebih dipentingkan daripada
pendidikan rohani. Apabila diberikan pendidikan rohani, pendidikan
intelektual biasanya diberikan porsi yang lebih besar. Sehingga tidak
terjadi keseimbangan.
Kelalaian keenam : Kurang memberi sentuhan kepada semua
anak-anak.
Rasulullah kerap dilihat mendukung cucu-cucunya dan
mencium mereka. Diriwayatkan oleh Aisyah r.a. : 'Pada suatu hari
Rasulullah SAW mencium Al-Hassan atau Al-Hussein bin Ali ra. Ketika itu
Aqra bin Habis At-Tamimiy sedang berada di rumah baginda.
Berkata Aqra : "Ya Rasulullah! Aku mempunyai
sepuluh orang anak, tetapi aku belum pernah mencium seorang pun dari
mereka."
Rasulullah melihat kepada Aqra kemudian berkata : "Siapa
yang tidak mengasihi tidak akan dikasihi."' (Al-Hadith Riwayat
Bukhari dan Muslim)
Kelalaian ketujuh : Penampilan diri yang kurang anggun
dan kurang baik.
Orang tua tidak menunjukkan cara berpakaian yang baik
dan sesuai syara bila berada di rumah, yaitu berpakaian secara seenaknya
atau berpakaian sexy di hadapan anak-anak.
Kelalaian kedelapan : Susunan rumah tangga yang tidak
baik.
Ini mengakibatkan anak-anak terikut-ikut dengan cara
salah seorang dari ibu bapaknya.
Kelalaian kesembilan : Membolehkan orang yang tidak
baik perilaku, kesopanan, dan ahlaknya masuk ke dalam rumah kita, baik
dari kalangan sahabat sendiri ataupun sahabat anak-anak.
Apabila kelalaian ini terjadi, maka akan memberikan
contoh yang tidak baik kepada anak-anak yang sedang dalam pertumbuhan.
Kelalaian kesepuluh : Kurang mengawasi
rancangan-rancangan yang ditonton di TV ataupun video.
Pengawasan dalam hal ini adalah penting karena
kebanyakan rancangan dari media ini menonjolkan akhlak yang kurang baik
seperti pergaulan bebas lelaki dan perempuan, pakaian yang tidak
menepati syara' dan perbualan yang dapat merusak aqidah dan pemikiran
anak-anak.
Kelalaian kesebelas : Terlalu bergantung kepada
pembantu rumah untuk mendidik anak-anak.
Sebagai ibu bapak kitalah yang akan diminta
pertanggungjawaban di akhirat kelak akan anak-anak ini. Oleh itu adalah
menjadi satu kepentingan kita untuk berusaha memastikan anak-anak
terdidik dengan didikan Islam. |