Belajar Tentang Anak
(Bagian pertama dari dua tulisan)
Memahami anak merupakan tantangan bagi orang tua. Pada
awalnya orang tua dan anak tidak saling mengenal satu sama lain, tapi
mempunyai ikatan biologis dan ikatan cinta.
Bagaimana kita dapat mempelajari anak? Pahamilah
bagaimana anak-anak berpikir, berkembang dan memperoleh pengalaman dari
dunia di sekitarnya. Ini akan membuat anda dapat melihat segala
permasalahan anak dari sudut pandangnya (bukan dari sudut pandang anda).
Apa itu psikologi perkembangan anak? Adalah ilmu yang
mempelajari tentang masa kanak-kanak. Ilmu ini akan mengajarkan kita
bahwa :
1. Anak-anak akan melalui tahapan pertumbuhan dan
perkembangan yang kurang
lebih sama. Misalnya, anak-anak belajar minum dari puting susu ibunya
sebelum dapat minum dengan gelas.
2. Keberhasilan satu tahap perkembangan anak biasanya
dibangun dari
keberhasilan tahap perkembangan sebelumnya. Contohnya babbling (suara
yang
dikeluarkan bayi yang belum jelas seperti yiyi, bubu, dada, dll)
merupakan
kemampuan dasar anak sebelum anak bisa berbicara. Rasa aman harus
terbentuk
dulu pada diri anak sebelum anak dapat mandiri.
Kesimpulan: Setiap tahap tidak dapat dipercepat atau dihilangkan.
3. Setiap anak memiliki jadwal perkembangan yang unik (tidak
dapat disamakan
atau dibandingkan dengan anak lain), walaupun secara garis besar ada
standar
perkembangan yang dapat digunakan sebagai patokan. Misalnya Ahmad
mungkin
mulai berjalan pada usia 8 bulan tapi Fardan mungkin baru pada usia 15
bulan. Sementara Fardan sudah mulai mengucapkan kata-kata pada usia 11
bulan
sementara Ahmad baru mulai mengucapkan kata-kata pada usia 18 bulan.
Dalam
hal ini, apa yang dialami Ahmad dan Fardan merupakan hal normal.
Kesimpulan:
Jika orang tua memahami patokan perkembangan normal maka orang tua akan
bisa
menerima jam perkembangan anaknya memang sangat individual.
4. Perkembangan anak tidak selalu lurus atau melaju.
Seringkali satu sisi perkembangan anak maju beberapa langkah dan
perkembangan lain mengalami kemunduran. Misalnya, ketika Syamsul mulai
belajar bab dan bak di kamar mandi atau menginap di rumah nenek, Syamsul
jadi mundur di area perkembangan yang sudah dimilikinya, Syamsul "lupa"
keterampilan yang sudah dikuasainya.
5. Ketidakseimbangan merupakan bagian normal dari
perkembangan.
Anak-anak biasanya akan mengalami ketidak seimbangan sesaat sebelum anak
mulai belajar keterampilan baru. Misalnya anak yang mulai merangkak
biasanya
menjadi agak rewel dan sering tidak nyenak tidurnya. Atau contoh lain
anak-anak yang baru belajar untuk bermain dengan anak lain biasanya akan
lebih agresif.
Kesimpulan: Dengan memahami perjuangan anak untuk dapat menguasai satu
keterampilan baru merupakan indikasi usaha anak untuk tumbuh kembang
dapat
membantu orang tua memahami tingkah laku anak yang bermasalah dan bisa
memberikan dukungan yang memadai.
6. Kesalahan merupakan hal yang normal dalam
perkembangan anak.
Anak-anak biasanya membuat kesalahan sebelum menguasai satu keterampilan.
Solahuddin, misalnya, tiba-tiba ribut minta "ayung tot".
Ibunya tidak
mengerti apa keinginan Solah. Ibu meminta Solah menunjukkan apa yang
dimauinya. Ternyata "sayur sop" yang mengeluarkan aroma sedap
dari dapur.
7. Anak-anak dapat menguasai berbagai ketrampilan pada
waktu yang sama.
Seorang anak yang duduk di pangkuan kakeknya sambil membaca buku secara
bersamaan akan memperoleh pengetahuan di empat bidang. Dari segi
kognitif,
anak belajar bahasa dan memahami buku itu apa. Secara emosional, anak
belajar bahwa kakek adalah salah satu orang dewasa yang bisa dia percaya.
Secara sosial, anak belajar untuk bergantian berbicara dan mendengar.
Dan
secara fisik, anak belajar bagaimana membuka halaman buku dengan benar.
8. Memahami psikologi perkembangan
Orang tua mesti mendapat gambaran bagaimana memahami cara pandang anak
dan
dukungan apa yang harus diberikan. Sebuah tingkah laku anak yang
dianggap
bermasalah sebenarnya merupakan tingkah laku normal untuk usia itu. Jika
orang tua tahu, ia dapat menanggapinya dengan tepat. Sehingga pepatah
dari
Asy-Syahid Hasan Al-Banna "al waqtu bu'dhu minal
'ilaj" artinya "waktu adalah bagian dari solusi" dapat
kita gunakan untuk
mengatasi berbagai masalah perkembangan anak. Memasukkan mainan ke dalam
mulut, misalnya, merupakan bagian dari perkembangan yang sehat. Orang
tua
dapat memberikan berbagai mainan yang aman dan bersih untuk dimasukkan
ke
dalam mulut anak dan menjauhkan mainan yang
berbahaya dan beracun. Atau jika orang tua tahu bahwa anaknya yang
berusia
empat tahun senang sekali menguasai keterampilan baru, orang tua dapat
menyediakan berbagai peralatan rumah tangga misalnya memberikan sabut
busa
khusus untuk anak membersihkan kaca, lap untuk membersihkan meja tamu,
dsb.
Memahami Keunikan Anak
Anak-anak secara umum memiliki ciri perkembangan yang sama, tapi jangan
lupa
setiap anak memiliki kepribadian yang tidak sama. "Setiap orang
membawa hal
yang berbeda ke planit bumi ini yang tidak dibawa oleh orang lain"
Jika kita
perhatikan, setiap anak sejak bayi sudah memberitahu kita siapa dia. Ibu
Sari yang putra keduanya memiliki emosi yang mudah naik turun
menjelaskan;
"Tidak ada ketenangan dalam diri Fakhran sejak lahir. Menangisnya
keras dan
harus segera dilayani. Tertawanya juga keras. Sampai sekarang tidak
berubah."
Anak ternyata juga menunjukkan bakat dan minatnya sejak
kecil.
Perhatikan cerita pengalaman orang tua di bawah ini. "Saya berhasil
membuat
anak pertama dan kedua saya tidak menggambar di dinding. Tapi saya tidak
berhasil dengan anak ketiga. Saya menyadari sepenuhnya bahwa saya tidak
punya anak yang pandai melukis sebelumnya…"
Iklan: Mempelajari anak secara individual maupun secara umum akan
membantu
orang tua untuk memiliki wawasan yang dapat membuat orang tua menjadi
lebih
efektif dan produktif dalam mempersiapkan anak menghadapi zamannya.
Teruslah
berlatih dan ikutilah berbagai pelatihan menjadi orang tua produktif
yang
dilaksanakan oleh Yayasan Kita dan Buah Hati bekerja sama dengan majalah
UMMI.
Sumber : http://www.ummigroup.co.id/
Ummi No.02 Tahun XII
|