Bakti pada Orang Tua
Oleh Alwi Shahab.
Suatu ketika, dalam sebuah pengajian, Nabi Muhammad saw
bertanya kepada para sahabat, ''Maukah kalian aku beri tahu dosa besar
yang paling besar?''
Mereka menjawab, ''Apa itu, ya Rasulullah?'' tanya
mereka.
Rasulullah saw pun menjelaskan, ''Mempersekutukan Allah
dan durhaka kepada kedua orangtua.'' (HR Bukhari)
Hadis di atas menjelaskan kepada kita bahwa patuh,
hormat, dan berlaku santun kepada kedua orangtua merupakan kewajiban
agama. Dan begitu pentingnya perintah itu, sehingga Allah menempatkannya
sebagai kewajiban yang harus dilaksanakan setelah perintah untuk
bertauhid.
Hal itu juga dipertegas oleh Allah SWT dalam kedua ayat
Alquran berikut ini. ''Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu
jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu
bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya
sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah
kamu menyatakan kepada keduanya perkataan 'ah', dan janganlah kamu
membentak mereka dan ucapkanlah terhadap mereka perkataan yang mulia.
Dan, rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan
dan ucapkanlah, 'Wahai Tuhanku, kasihanilah keduanya sebagaimana mereka
berdua telah mendidikku sejak kecil'.'' (Al-Isra: 23-24).
Menurut Sayyid Sabiq, seorang ulama kontemporer Mesir,
berbakti kepada orangtua itu harus dilakukan di mana saja dan kapan saja,
baik ketika orangtua masih kuat dan apalagi ketika mereka sudah lemah
serta lanjut usia. Bakti itu antara lain bisa ditunjukkan dengan
berbicara menggunakan kalimat yang baik, santun, dan ungkapan yang
paling halus tanpa disertai kekasaran sedikit pun.
Begitu pentingnya penghormatan kepada kedua orangtua,
sehingga semua dosa dapat ditunda oleh Allah sampai waktu yang
dikehendaki-Nya. Tapi tidak demikian halnya terhadap mereka yang durhaka
kepada kedua orangtuanya. Karena terhadap mereka yang durhaka ini, Allah
akan menyegerakan pembalasannya. Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa
orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya, dia sendiri pun tidak
mendapatkan perlakuan yang baik dari anak keturunannya. Karena itulah
para ulama dan orang-orang bijak menyatakan bahwa orang yang durhaka
kepada kedua orangtuanya tidak akan berhasil dalam kehidupan di dunia
dan tidak akan selamat pula di akhirat kelak.
Menurut agama, berbakti kepada kedua orangtua tidaklah
terbatas pada waktu mereka hidup, bahkan hingga setelah keduanya wafat.
Dalam kaitan ini seorang laki-laki pernah mendatangi Nabi Muhammad saw
lalu bertanya, ''Wahai Rasulullah, apakah masih ada suatu tanda bakti
kepada kedua orangtuaku yang harus aku lakukan sesudah keduanya wafat?
Nabi pun menjawab, ''Ya, mendoakan keduanya, memohonkan ampun bagi
keduanya, menjalankan wasiat keduanya, menyambung tali silaturahmi
dengan teman-teman keduanya, dan menghormati sahabat keduanya.'' (HR Abu
Dawud-Baihaqi).
|