|
| |
From: "esty"<esty@india>
To: <ppiindia@yahoogroups.com>
Subject: [ppiindia] virginity masih perlukah?
Date: Tue, 29 Jul 2003 23:38:27 +0530
temen2 Website...
saya tadi siang baca hasil survey di koran lokal 'hindustan times' yg menyajikan hasil cukup mengejutkan buat saya: bahwa rata2 gadis india itu sudah tidak perawan lagi pada usia 18 thn.
saya kaget karena umumnya cuek2. terbukti temen2 mahasiswa indo yg di india sangat jarang punya pacar cewek india. sebaliknya mahasiswi2 kita tidak sedikit yg pacaran ama cowo india. artinya cewe indo itu "lebih gampangan" dibanding cewe india. sayang sampai saat ini belum ada survey ttg gadis2 indo di tanah air. berapa umur rata2 mereka ketika kehilangan virginity?
eh ngomong2, virginity itu sebenarnya masih diperlukan nggak sih bagi pria indo? apakah itu termasuk syarat (dalam hati lelaki indo) ketika akan menikahi wanita indo?
salam hangat,
esty
KOMENTAR:
From: "Candra Dermawan"<d@...>
To: <ppiindia@yahoogroups.com>
Subject: Re: [ppiindia] virginity masih perlukah?
Date: Wed, 30 Jul 2003 07:17:10 +0900
menurut saya virginity itu sangat penting kanrea ini terkait
pada moral/akhlak atau ketaatan wanita tsb dalam menjalankan
ajaran-2 agamanya. tidak memberikan "sesuatu" selain
kepada suaminya yang sah, adalah cerminan wanita masa depan
yang bisa diharapkan menjadi ibu yang baik untuk anak-2nya
dalam membesarkan dan mendidik moral/akhlaq anak-2nya.
saya pikir pria yang "lurus" akan memperhatikan hal yang
sangat krusial ini. apalagi adab kita sebagai orang indonesia
masih menjujung tinggi nilai-2 ketimuran (tidak melakukan
hubungan sexual diluar nikah). kecuali kalau prianya sudah
cinta buta. *smile*
memang virginity bukanlah segalanya, tapi segalanya akan
berawal dari virginity (dalam kehidupan berumah tangga).
masalahnya apakah wanita yang sudah tidak virgin lagi
berani berterus terang kepada calon suaminya?
lebih kurangnya mohon maaf.
br,
_/ Candra Dermawan
From: "Abi Sabsono Ananto"<abi-visa@centr> Block Sender | Save Address
To: <ppiindia@yahoogroups.com>
Subject: Re: [ppiindia] virginity masih perlukah?
Date: Wed, 30 Jul 2003 08:23:53 +0700
Menurut saya virginity dalam hal keperawanan atau selaput dara tidak penting, karena selaput tipis ini bisa ada dan tidak ada, misal karena bentuknya atau kecelakaan di luar hubungan sex.
Virginity baru penting apabila di asosiasikan kepada perempuan dan laki-laki, yakni lebih mengarah kepada sikap mental dan moral, eksistensi diri dan ketahanan intelektual.
Dari salah satu sisi, misalkan sexual, apakah seseorang masih virgin apabila ia sudah melakukan oral sex misalnya, tapi tidak pernah melakukan intercourse sex ? Bila disebut masih virgin, maka artinya pendapat seperti ini hanya pemujaan materialistik terhadap selaput dara dan mengenyampingkan sikap mental dan moral, eksistensi diri dan ketahanan intelektualnya.
Saya pribadi kalau mendapatkan pasangan yang tidak berselaput dara lagi, sama sekali tidak berkeberatan, karena yang lebih menentukan adalah hari ini dan hari esok mau dibawa kemana. Apabila Tuhan Maha Pemaaf, maka orang yang berbuat kesalahan seberapapun besarnya (kecuali syirik) dan dia bertobat maka dipastikan diterima tobatnya. Oleh sebab itu dalam dunia nyata, sering kita lihat seorang penjahat pada akhir hidupnya khusnul khotimah karena ia bertobat, sementara seorang agamawan pada akhir hidupnya suhul khotimah karena berbuat dosa.
Virginitas dalam pengertian selaput dara, terlalu kecil dipersoalkan oleh seorang laki-laki yang bertanggung jawab. Karena laki-laki itu pemimpin dan dituntut tanggung jawabnya atas apa yang dipimpinnnya.
Mohon maaf bila ada kata-kata yang salah.
-abi-
From: "Imam"<imam_musthaqim@sid> Block Sender | Save Address
To: <ppiindia@yahoogroups.com>
Subject: Re: [ppiindia] virginity masih perlukah?
Date: Wed, 30 Jul 2003 09:24:02 +0700
Setuju sih kalo virginity itu penting dan bisa mencerminkan moralitas wanita
ybs... Namun kalo virginity tsb jebol bukan karena faktor hubungan sex yg
disengaja, tentu saja kehilangannya mrp hal yg bisa dimaafkan (kecelakaan
olah-raga, diperkosa, jatuh, dsb... asal bukan karena kecelakaan di
ranjang!!)
Menurut saya sendiri, yg saya kawatirkan bila virginity hilang karena
kecelakaan di ranjang adalah faktor memori si wanita... ketika dia tidak
puas dengan suaminya apakah tidak mungkin dia jadi mengenang
"kisah-manis"nya saat berhubungan dengan orang yg dulu berhubungan dengannya
saat pertama???? dari sini bisa muncul kecendrungan untuk membandingkan
antara servis yg diberikan oleh suaminya dengan servis yg diberikan mantan
pacarnya :-)))).. kalo tidak ada yg dibandingkan khan apapun yg diberikan
suaminya that's the best...(nggak ada bandingnya sih....)
Ingat juga (khusus Listy dan kaum hawa: Laki2 biasanya tidak suka
dibanding2kan dengan laki2 lain)
Dalam islam sendiri berhubungan istri/suami sambil mengkhayal berhubungan
dengan orang yg bukan istri/suami, adalah terlarang...bagaimana bila
ternyata istri/suami anda malah membayangkan orang lain saat berhubungan????
mantan pacarnya, misalnya :-O
Menanyakan status virginity juga menjadi kunci keterbukaan komunikasi
suami-istri... kejujuran itu WAJIB dalam rumahtangga...
From: "Imam"<imam_musthaqim@sigma.co.id>
To: <ppiindia@yahoogroups.com>
Subject: Re: [ppiindia] virginity masih perlukah?
Date: Wed, 30 Jul 2003 09:40:26 +0700
Yakinlah, tuhan akan memberikan pasangan yg mentalitas, moral, akhlaknya
tidak terpaut jauh dari kita...
kalo kita terbiasa jajan, tentunya akan banyak bergaul dengan pnejaja
cinta.. salah2 dapat cewek dari golongan mereka juga... kalau mentalitas
kita bobrok tentunya kita juga bisa mentolerir pasangan dengan mentalitas
serupa... bila kita punya standar tinggi tentunya kita nggak gampang milih
pasangan...:-)...
(untuk yg muslim) Ingat nggak pasangan kata di Alquran: Mukminin-mukminat,
muslimin-muslimat, dst... ini saja sudah mencerminkan kualitas pasangan kita
tergantung kualitas diri kita sendiri...
----- Original Message -----
From: "Abi Sabsono Ananto" <abi-visa@ce>
To: <ppiindia@yahoogroups.com>
Sent: Wednesday, July 30, 2003 8:23 AM
Subject: Re: [ppiindia] virginity masih perlukah?
> Saya pribadi kalau mendapatkan pasangan yang tidak berselaput dara lagi,
sama sekali tidak berkeberatan, karena yang lebih menentukan adalah hari ini
dan hari esok mau dibawa kemana. Apabila Tuhan Maha Pemaaf, maka orang yang
berbuat kesalahan seberapapun besarnya (kecuali syirik) dan dia bertobat
maka dipastikan diterima tobatnya. Oleh sebab itu dalam dunia nyata, sering
kita lihat seorang penjahat pada akhir hidupnya khusnul khotimah karena ia
bertobat, sementara seorang agamawan pada akhir hidupnya suhul khotimah
karena berbuat dosa.
From: "Imam"<imam_musthaqim@sig> Block Sender | Save Address
To: <ppiindia@yahoogroups.com>
Subject: Re: [ppiindia] virginity masih perlukah?
Date: Wed, 30 Jul 2003 10:21:51 +0700
Delete message excluding attachments
Karena yang ditanya adalah virginity pada wanita, pak...
kalo "virginity" untuk pria apa yaa istilahnya..??? setahu saya istilah ini
hanya untuk wanita..
memang ini menyederhanakan permasalahan.... karena itu butuh pandangan dari
sudut lain...mislanya dari pendapat pak kartono sendiri... mungkin ada
masukan lain yg perlu diketahui...
From: "Candra Dermawan"<d@caiz> Block Sender | Save Address
To: <ppiindia@yahoogroups.com>
Subject: Re: [ppiindia] virginity masih perlukah?
Date: Wed, 30 Jul 2003 12:22:06 +0900
Delete message excluding attachments
berbaik sangka saja kepada Tuhan.
Dia akan memilihkan utk kita pasangan
yang paling cocok. bagaimana kita,
begitulah pasangan kita. Tuhan Maha
Adil. dan tidak ada alasan kita utk
meraguiNya.
kalau kita baik, insyaallah pasangan
kita juga baik. bila meleset, itu sudah
menjadi suratan takdir. *smile*
yg terpenting adalah sampai sejauh
mana usaha kita utk baik dan mencari
pasangan yang baik juga.
jadi, wanita tetap punya pilihan
secara bebas dalam menentukan pilihannya.
begitu pula dengan laki-2nya.
hanya saja istilah virgin itu hanya ada utk
wanita. dan sudah general. tapi bila
ingin dipaksakan kepada laki-2, itu bisa saja.
bila "virgin" diartikan belum pernah
melakukan hubungan sexual dengan
orang lain sebelum menikah, maka ini
berlaku juga utk laki-2. tinggal ditanyakan
saja saat nanti dilamar. "apakah anda
penah melakukannya?" *smile*
bila ikatan moral/aklak dikesempaningkan
dalam mencari pasangan, maka hal tsb
sangat mungkin terjadi, sebagai akibat
ketidakpercayaan kita dg sang calon.
dan itu tidak terjadi pada calon pasangan
telah memiliki morak/aklak yang baik yg
memiliki panduan-2 sebagaimana mestinnya
dalam mencari pasangan. artinya, bila
masing-2 calon pasangan sama-2 baik,
maka hal terpenting yang akan mereka bahas
bukan lagi masalah perawan atau tidak.
tapi pada masalah ttg keluarga yg akan
dibinanya spt apa, apa yg musti diperbuat
utk anak-2nya, masa depannya dsb.
demikian, lebih kurangnya mohon maaf dan
dibenarkan bila apa yang saya kemukakan
salah.
regards,
From: "iCAL"<palinjau@cbid> Block Sender | Save Address
To: <ppiindia@yahoogroups.com>
Subject: Re: [ppiindia] virginity masih perlukah?
Date: Wed, 30 Jul 2003 11:24:01 -0700
Delete message excluding attachments
Salam,
Aku fikir kita harus samakan asumsi dulu mengenai virginity. Apakah hanya
sebatas selaput dara atau lebih dari itu (hubungan badan). Jika misalkan
hanya sebatas selaput dara maka aku fikir itu sebuah ketidak adilan karena
kesucian perempuan bukan dipandang sebatas selaput dara. Virginity lebih
kepada perilaku moral perempuannya; pernahkah dia "berhubungan"
dengan pria (selain pada muhrimnya). Tapi kenapa virginity lebih pada
perempuan yah ??? Kenapa gak pernah diberlakukan kepada laki-laki ??????
aku fikir ini juga penting.
Mengenai survey.....
Aku pernah baca hasil laporan survey PKBI yang dilakukan terhadap
mahasiswa/i bahwa 89 % mahasiswi telah kehilangan virginitasnya. Dan yang
anehnya mereka (mahasiswi) sadar terhadap apa yang telah mereka "lakukan".
Kebanyakan kepada para pacar-pacar merekalah virginity itu diberikan, dan
mereka melakukan itu atas dasar suka sama suka, artinya mereka tahu resikonya.
Salam,
iCAL
|