|
| |
SALAH KAPRAH: TANGGAPAN DARI KOMENTAR MT. DHARMINTA
Sdr. Mt. Dharminta
Agar Anda tidak salah kaprah, sebaiknya Anda bacalah laporan lengkap
yang ditulis dalam Pantau yang saya kutip itu?
Kalau belum baca, bacalah baik-baik. Belum saya kutip yang lebih seram lagi.
Cobalah Anda kontak pelapor di Pantau itu. Adakah Anda baca pula
laporan wartawan Tempo baru-baru ini? Bacalah, bagaimana laku TNI.
Pernahkah Anda ke Aceh seperti wartawan-wartawan itu? Datanglah ke
sana lihatlah ke lapangan hingga ke pelosok.
Tahukah Anda adat dan sejarah Aceh? Cobalah pelajari sedikit kalau belum tahu.
Tahukah Anda, mana lebih dulu ada dalam sejarah Nusantara, Kesultanan
Aceh atau Indonesia? Kapankah kata "Indonesia" itu ditemukan? Tahukah
Anda siapa menemukan kata itu, lalu menjadi "Indonesia".
Tahukah Anda, mana lebih dulu lahir Cap Sikureung
dan undang-undang kesultanan Aceh, dasar negara Aceh adat bak Po
Teumeureuhom Hukom Bak Syiah Kuala atau UUD 45, Pancasila dan
Bhineka Tunggal Ika? Maaf, kalau kata-kata ini asing bagi Anda, yang
berarti Aceh juga wilayah asing bagi Anda.
Betulkah Indonesia dijajah oleh Belanda 350 tahun? Tahukan Anda, baru bulan
Maret 1873 Belanda mengumumkan perang terhadap Aceh berdaulat. Dan Jawa
telah dikuasai Belanda sejak didirikannya VOC. Tetapi wilayah luar Jawa baru
abad 19 satu persatu ditaklukkan. Monggo ngitungi Mas secara matematik,
benarkah 350 tahun daerah luar Jawa dijajah oleh Belanda?
Sudahlah, tak usah kita bicarakan misalnya kepemimpinan Jenderal Sudirman
dalam Perang 1945-1949 untuk Sumatra yang sudah jalan lebih dulu. Apalagi untuk
Aceh, tak selembar urat Belanda pun dapat mendarat Nanggroe lhee sagoe (tiga
segi
itu), semua itu tanpa sentuhan kepemimpinan Jenderal-jenderal RI di Jawa.
Tahukah Anda setelah Jepang menyerah mana lebih dulu merdeka, Aceh atau Jakarta
atau Yogya, atau Surabaya, atau Jawa? Tahukah Anda, sebelum Bung Karno dan
Bung Hatta menyatakan kemerdekaan Indonesia, Aceh sudah merdeka kembali
dari penjajahan! Sekali lagi: Aceh Sudah merdeka kembali dari penjajahan asing!
Sudah dibentuk pasukan bersenjata rakyat. Saya tidak tahu apakah Anda sudah
lahir kala itu? Tetapi saya, insya Allah, sudah ikut duduk di Meunasah,
mengikuti
pembicaraan orang tua-tua dipimpin oleh Geuchik dan Imum Meunasah, memilih
Panglima Mujahidin, mengatur regu-regu Pague Gampong, membicarakan masalah
pengumpulan dana perjuangan, latihan tentara, dll.
Tahukah Anda, setelah Yogya jatuh, pemerintah RI terpaksa lari ke Bukit Tinggi.
Bung Karno, Bung Hatta, dll ditangkap diasingkan ke Bangka, lalu ke Prapat.
Kemudian Bukit Tinggi jatuh, terpaksa Kutaraja menjadi pusat pelarian
pemerintah RI. Apakah Anda pernah mendapat pelajaran sejarah itu di sekolah,
selain tentang kerajaan Hindu Jawa, Perang Diponegoro, atau Serangan
Fajar yang diputarbalik menjadikan Suharto sebagai kesatria utamanya?
Kasihan, Anda belum cukup banyak membaca tulisan saya, jadi pengetahuan Anda
tentang saya, pandangan saya, sikap saya, tidak begitu Anda ketahui, artinya
yang Anda tahu sangat terbatas. Tetapi Anda sudah begitu beringas terhadap
saya.
Oh, darah muda menggelegak. Tingkat usia berdarah demikian itulah yang dikirim
sebagai serdadu ke Aceh, maka Para Komandan, Para Jenderal dengan mudah
memberikan komando Pembunuhan Bangsa (genosida). Kalau dulu
PKI atau Komunis jadi sasaran Nasional, sekarang Bangsa Aceh.
Tahukah Anda, TNI ke Aceh bukan untuk membasmi GAM, tetapi untuk berebutan
rezeki dengan GAM dan elit birokrat dari hasil minyak, gas, hutan, ganja, dll.
Bagi TNI, khususnya jenderal-jenderal dan perwira AD, memelihara Aceh tetap
kacau, karena sangat mengutungkannya secara ekonomi dan politik.
Dari cara Anda memperlakukan tulisan saya, segera saya tahu cara berpikir Anda,
nilai kepribadian dan jati diri Anda. Sebaiknya, Anda jangan sampai terjebak
dengan cara-cara berpikir preman, main hantam kromo. Itu merugikan diri
Anda sendiri. Kalau Anda mau terjun ke dalam jurnalistik, perlu Anda ikuti
etika jurnalisme juga, bukan? Sehingga tidak salah kaprah dalam menanggapi
tulisan saya. Panjenangen ojo kulino karo "katanya" Den Mas intel utowo
"katanya" rilis soko MBAD. Kalau kulino kaya ngono, wis Anda akan jadi
mangsa apriorisme kepada laporan saksi mata, akibatnya bisa jadi ngawur.lho!
Semoga Anda selalu sehat dan dapat terus hadir di media internet atau cetak,
dengan semangat yang terkendali dan fikiran yang bernas.
Salam,
Afif.
From: "Jawa Pos" <editor@jawapos.co.id>
Sent: Thursday, May 22, 2003 7:07 AM
Subject: Re: Z. Afif,salah kaprah
> buat z. afif. anda telah membeberkan catatan sebuah laporan, berarti
> anda tidak tahu sendiri/ hanya menerima sebuah laporan berarti itu sama
> halnya dengan 'katany' bukan? sedangkan sebuah 'katanya' si a,'katanya'
> si b, tanpa adanya cek kebenaran tanpa barang bukti tanpa saksi yang
> independen itu sama dengan bohong atau propaganda, rupanya anda getol
> sekali berpropaganda terutama untuk menjelekan pemerintah maupun
> militer kita yang sedang berusaha memulihkan keamanan di aceh. dan anda
> sama sekali tidak menyinggung kebrutalan separatis gam terhadap
> masayarakat aceh. yang main rampas, pemaksaan, teror bahkan taksegan
> main tembak/bunuh. apa kebrutalan separatis gam ini juga yang
> kategorikan sebagai perbuatan tni polri, sungguh tidak rasional cara
> anda berpikir.
> hari belakangan anda juga menulis dengan judul 'operasi militer
> pemusnah bangsa' ini degengarannya sangat lucu. bangsa yang mana? atau
> bangsa apa yang dimusnahkan itu? toh operasi militer dilakukan di dalam
> negeri yang terletak di daerah aceh, dan masyarakat aceh termasuk
> separatis gam itu sendiri masih sebagai warga negara indonesia, atau
> bangsa indonesia. kalau pemerintah gelar operasi militer di daerah aceh
> itu semat untuk memulihkan keamanan/ memberantar/ menumpas separatih
> bersenjata gam yang sudah tidak bisa tiajak damai lagi. jadi kalau anda
> berpikir bahwa operasi militer di aceh itu pemusnah bangsa itu salah
> besar, masak pemerintah gelar operasi militer untuk memusnahkan
> mangsanya sendiri? yang bener aja ah.
> menurut hemat saya, yang terjadi saat ini adalah bangsa indonesia
> bertekat untuk membasmi/menghancurkan pemberontak bersenjata gam .
> yaa okelah, mari kita berpikir yang rasional aja biar nggak mumet.
> memang ada sih seseorang / sekelompok orang yang suka berpropaganda
> namun itu biasanya dilakukan oleh orang/kelompok yang punya kepentingan
> dengan gerakan itu, atau setidaknya orang/kelompok itu seperti ular
> berkepala dua satu sisi masing ingin mencari makan dan hidup di
> indonesia sisilain mendukung gerakan, atau kata kerennya klandestin
> gitulah kata orang-orang pandai.
>
> salam
> mt dharminta
>
>
BACK
|