Index | Agama | Renungan | Pendidikan | Sosial-Budaya | Politik | Hukum

Sastra | Wanita | Cerita Humor | Dapatkan Beasiswa | Alamat Email Media Masa

KUMPULAN ARTIKEL TENTANG INDONESIA

BELAJAR HIPNOTIS CEPAT

BELAJAR SULAP MAGIC

MENGASAH KECERDASAN BAYI, BALITA DAN ANAK ANDA

Cara Meningkatkan Kecerdasan, Konsentrasi dan Daya Ingat
Cara Menambah Tinggi Badan
Miningkatkan Percaya Diri
Cara Menurunkan Berat Badan
Bebas Stress - Mengatasi Stress dan Marah
Terapi Gelombang Otak Untuk Anak Autis

Brain Game - Permainan Gelombang Otak - Narkoba Digital

Out Of Body - Belajar Lucid Dreaming dan Out Of Body Travell
Alpha Theta Meditation - Untuk Yang Suka Meditasi
Aura Booster - Membuka dan Memperkuat Aura Anda
Mempercepat Penyembuhan Penyakit dan Menjaga Kesehatan
Deep Sleep - Tidur Lebih Nyenyak dan Mengatasi Gangguan Tidur
Anti Aging - Perawatan Kulit Awet Muda dan Bebas Jerawat
Cepat Langsing - Menurunkan Berat Badan
Male Sex Power -  Pria Perkasa & Cara Memperbesar Penis
Female Sex Power - Peningkatan Daya Seks Untuk Wanita
Menambah Nafsu Makan Anak dan Orang Dewasa
Anti Aging - Perawatan Kulit Awet Muda dan Bebas Jerawat

 

From: "Umar Said" <kontak@club-internet.fr> 
Date: Tue Jul 15, 2003 11:24 am
Subject: Bangsa kita tidak membutuhkan Golkar

Catatan A. Umar Said
(tulisan ini juga disajikan dalam website
http://perso.club-internet.fr/kontak/ )

BANGSA KITA TIDAK MEMBUTUHKAN GOLKAR
==================================

Akhir-akhir ini makin banyak hiruk-pikuk yang terdengar sekitar pemilu yang
akan datang (2004). Dan makin dekat dengan pemilu sudah pastilah bahwa
hiruk pikuk ini akan makin bertambah ramai. Di antara persoalan yang sudah
jadi perhatian banyak orang, adalah masalah partai Golkar. Dari kalangan
partai ini sudah terdengar nama-nama yang dicalonkan sebagai presiden
(capres). Di antara nama-nama itu terdapat Wiranto, Prabowo dan Akbar
Tanjung, di samping nama-nama lain seperti Nurcholis Madjid dan Agum Gumelar
dan lain-lain.

Tulisan kali ini lebih banyak mengangkat berbagai masalah yang berkaitan
dengan partai Golkar dan hubungannya dengan pemilu dan pemilihan presiden.
Berhubung dengan kompleksnya masalah ini, mungkin diperlukan beberapa kali
tulisan untuk bisa menyorotinya dengan lebih seksama. Sebab, masalah Golkar
adalah masalah yang amat penting untuk sama-sama kita telaah, mengingat
besarnya peran Golkar selama berkuasanya rezim militer Orde Baru lebih dari
30 tahun. Oleh karena di masa yang lalu Golkar sangat erat hubungannya
dengan Suharto, maka faktor Suharto ini juga akan dibahas di sana-sini dalam
tulisan-tulisan ini.

Sebab, meskipun masalah peran negatif Suharto dalam tindakan
pengkhianatannya menggulingkan Presiden Sukarno dan membunuhi jutaan anggota
dan simpatisan PKI sudah banyak ditulis selama ini di Indonesia dan di
luarnegeri, rupanya masih saja ada oknum-oknum tertentu yang menganggap (dan
menggembar-gemborkan) Suharto sebagai pahlawan yang “berjasa” bagi rakyat
dan bangsa Indonesia.

Apapun alasannya, memuji-muji Suharto adalah perbuatan yang bertentangan
dengan opini majoritas rakyat kita dan tindakan yang tidak berdasarkan nalar
sehat, alias tidak waras. Sebab, sejarah sudah membuktikan, dengan gamblang
pula, betapa besar dan betapa banyak dosa Suharto terhadap rakyat, terhadap
Bung Karno, terhadap Republik Indonesia.


GOLKAR YANG SEKARANG SAMA DENGAN YANG DULU

Kalau opini umum di Indonesia (dan di luarnegeri) sudah meyakini bahwa Orde
Baru adalah kekuasaan yang banyak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan
demokrasi dan melanggar HAM dan korup, maka masih cukup banyak orang yang
tidak (atau belum) jelas tentang peran Golkar dalam Orde Baru. Bahkan,
banyak yang mengira bahwa partai Golkar yang sekarang dipimpin Akbar Tanjung
tidak ada hubungannya dengan Golkar zaman Orde Baru, dan bahwa Golkar yang
sekarang adalah berlainan dengan Golkar zaman Orde Baru.

Apa betul begitu ? Tidak. Sejak digulingkannya Suharto sebagai presiden dan
Orde Baru resminya jatuh, memang ada perobahan sana-sini dalam partai
Golkar. Tetapi, pada pokoknya, atau secara hakekat, partai Golkar yang
sekarang dipimpin Akbar Tanjung masih dijiwai oleh langgam, praktek dan cara
berfikir Golkar yang pernah “berjaya” zaman Orde Baru. Partai Golkar (yang
sekarang) tetap menjadi alat atau kendaraan dari orang-orang atau kalangan
yang mempunyai simpati kepada Suharto beserta Orde Barunya.

Jadi, partai Golkar dewasa ini pada pokoknya merupakan konsentrasi
orang-orang atau kalangan yang sebagian terbesar mempunyai simpati kepada
Orde Baru atau kepada Suharto karena berbagai sebab. Sebagian karena mereka
tidak menyadari betapa besar kerusakan dan kejahatan terhadap bangsa dan
negara yang ditimbulkan Golkar selama lebih dari 32 tahun. Sebagian lainnya
disebabkan karena mereka tertipu oleh penampilan Golkar dewasa ini.


APA ARTI GOLKAR BAGI BANGSA

Sudah jelaslah, kiranya, bahwa dalam sejarah Republik Indonesia nama
Golkar tidak bisa dihilangkan berhubung dengan peran besar dan penting yang
dimainkannya. Peran besar dan penting ini merupakan halaman-halaman hitam
dalam sejarah Indonesia, karena penuh dengan dosa dan pengkhianatan terhadap
rakyat dan negara, terhadap Sukarno, terhadap Pancasila, dan terhadap
Bhinneka Tunggal Ika.

Golkar adalah kendaraan politik utama Suharto dkk, yang bersama-sama TNI
(terutama Angkatan Darat) merupakan tulang punggung kekuasaan Orde Baru.
Oleh karena rezim militer Suharto dkk sudah banyak melakukan berbagai
kejahatan negara terhadap rakyat selama puluhan tahun, maka Golkar tidak
bisa melepaskan diri dari tanggungjawab ini. Dalam jangka yang lama sekali,
Golkar adalah satu dan senyawa dengan rezim militer Orde Baru. Artinya,
sebagian terbesar kejahatan, pelanggaran HAM, penyalahgunaan kekuasaan, dan
korupsi yang merajalela di Indonesia adalah dilakukan oleh pejabat-pejabat
tinggi militer dengan kolaborasi (atau dengan persetujuan) dengan
orang-orang utama Golkar.

Karenanya, sebenarnya dan seharusnya, menolak Orde Baru berarti juga menolak
Golkar. Bangsa kita sudah menutup buku - dan menutup pintu – terhadap Orde
Barunya Suharto dkk. Tetapi, simpatisan-simpatisan Orde Baru dan simpatisan
Suharto tidak hanya terdapat dalam Golkar saja. Mereka ini juga terdapat di
partai-partai lain, dan menduduki pos-pos penting dalam lembaga eksekutif,
legislatif, judikatif, dan kehidupan masyarakat. Mereka inilah, yang dewasa
ini, berusaha menjalankan neo-Orde Baru, dengan berbagai cara dan bentuk.


GOLKAR IKUT BERDOSA ATAS SEGALA KEJAHATAN ORBA

Mengapa bisa dikatakan bahwa Golkar yang sekarang pada pokoknya – atau pada
intinya – adalah Golkar zaman Orde Baru? Sebab, Golkar yang sekarang
dipimpin oleh Akbar Tanjung tidak pernah mau secara tegas dan tuntas
menegasi atau mengutuk berbagai kejahatan atau kesalahan serius yang dibikin
Golkar di masa yang lalu. Di antaranya adalah mengutuk serentetan tindakan
Suharto dkk dalam melakukan kudeta merangkak terhadap Presiden Sukarno dan
penindasan terhadap PKI serta pembantaian jutaan manusia tidak bersalah.

Golkar (yang sekarang) tidak pernah berusaha memperbaiki kesalahan Golkar
era Orde Baru yang mendukung politik rezim militer terhadap para eks-tapol
dan para korban peristiwa ’65 lainnya. Golkar (yang sekarang) tidak mau
secara tegas menyokong tindakan terhadap koruptor-koruptor kelas kakap yang
terdapat di kalangan elite (terutama kalangan Golkar sendiri). Golkar tidak
mau dengan tegas mendukung usaha-usaha reformasi, bahkan sebaliknya,
menyabotnya.

Golkar (yang sekarang) tidak mugkin melakukan itu semuanya karena itu
merpakan “bunuh diri”. Karena, selama Orde Baru berkuasa justru Golkar-lah
yang dipakai Suharto dan pembesar-pembesar militer untuk menjalankan
sebagian terbesar politiknya. Karenanya, bolehlah dikatakan bahwa
Golkar-lah yang ikut bertanggungjawab terhadap segala kebusukan, keburukan,
kejahatan Negaa, pelanggaan HAM, korupsi, penyalahgunaan kekuasaan,
dekadensi moral. Pendeknya, Golkar ikut berdosa atas segala kebusukan Orde
Baru. Tidak bisa lain. Dan Golkar tidak bisa menghindarinya. Juga Golkar
yang sekarang tidak bisa memungkirinya.


TIDAK SEMUA ANGGOTA GOKAR BUSUK

Kalau sudah bisa disimpulkan bahwa Golkar adalah kekuatan politik yang
banyak dosanya terhadap rakyat dan Negara Republik Indonesia, ini tidak
berarti bahwa semua anggota Golkar adalah jelek dan karenanya harus ikut
bertanggungjawab. Ada orang-orang yang menjadi anggota Golkar karena
terpaksa oleh keadaan dan kebutuhan (pribadi, keluarga dan berbagai sebab
lainnya). Mereka terpaksa menjalankan politik rezim militer Suharto,
walaupun tanpa menyetujuinya.

Tetapi, ada orang-orang yang menjadi anggota Golkar karena memang menyetujui
politik Suharto, artinya mendukung rezim militer Orde Baru dengan penuh
keyakinan. Ada juga orang-orang yang menjadi anggota Golkar hanya dengan
tujuan pribadi yang nista dan tidak bermoral (mengejar kekayaan pribadi,
kenaikan pangkat, kemungkinan korupsi dll). Dan jumlah orang-orang yang
bermoral rendah ini cukup banyak terdapat di Golkar.

Untuk menguji apakah konstatasi yang demikian itu berdasarkan kebenaran,
cukuplah kita perhatikan tingkah-laku, cara hidup pribadi, dan kegiatan
politik tokoh-tokoh utama Golkar, baik yang aktif di masa Orde Baru maupun
yang sekarang. Pengamatan yang teliti terhadap kehidupan pribadi dan
kegiatan publik tokoh-tokoh Golkar, baik yang di Pusat maupun di
daerah-daerah (propinsi, kabupaten bahkan kecamatan), akan menunjukkan bahwa
Golkar memang merupakan sarang dari orang-orang yang pada umumnya tidak
bermoral tinggi.


AKBAR TANJUNG, WIRANTO DAN PRABOWO

Dalam rangka pemilu 2004 dan pemilihan presiden sekarang sudah muncul di
kalangan Golkar sejumlah nama-nama, yang antara lain terdapat nama Akbar
Tanjung, Wiranto dan Prabowo. Bahwa nama Akbar Tanjung masih bisa
disebut-sebut sebagai calon presiden menunjukkan betapa sudah memuncaknya
pembusukan kehidupan politik di Indonesia. Sebab, Akbar Tanjung sudah
dijatuhi hukuman 3 tahun penjara karena masalah korupsi Rp 40 milyar dana
Bulog. Jadi, ia adalah nara-pidana. Walaupun ia masih naik banding, tetapi
bahwa ia masih berani – artinya tidak segan-segan – mencalonkan diri sebagai
presiden, ini merupakan penghinaan kepada kecerdasan dan hati-nurani
bangsa. Bayangkan, seorang nara-pidana sebagai presiden RI!

Juga bahwa nama Wiranto dan Prabowo disebut-sebut sebagai calon presiden
dari partai Golkar adalah suatu hal yang menunjukkan bahwa para pendukung
setia Orde Baru mengira bahwa opini umum (di Indonesia dan di luarnegeri)
sudah lupa kepada masa suram ketika negeri kita dicengkeram oleh rezim
militer selama lebih dari 30 tahun. Dan berdasarkan pengalaman yang
sudah-sudah, dan
pengamatan terhadap riwayat hidup kedua bekas tokoh militer ini, maka sudah
bisa disimpulkan bahwa negara kita tidak akan menjadi lebih baik dengan
Kepala Negara seperti dua orang mantan jenderal ini.

Negara dan bangsa kita membutuhkan seorang Kepala Negara (dan wakilnya) yang
menjadi pangayom seluruh warganegaranya, yang bisa mempersatukan seluruh
bangsa, yang bisa menjamin demokrasi, yang bisa menegakkan hukum berdasarkan
keadilan, yang berani bertindak tegas terhadap korupsi yang sudah
merajalela, yang berani melancarkan reformasi di segala bidang yang sudah
dirusak oleh Orde Baru. Ini semua tidak bisa diharapkan dari orang-orang
sejenis Wiranto dan Prabowo.


BANGSA KITA TIDAK MEMERLUKAN GOLKAR

Berdasarkan pengalaman pahit selama lebih dari 32 tahun, sudah bisa
dikatakan dengan pasti bahwa negara dan bangsa tidak memerlukan lagi
kehadiran Golkar dalam kehidupan politik kita. Kehadiran Golkar tidak bisa
membawa kebaikan bagi bangsa dan negara, melainkan sebaliknya. Golkar hanya
menguntungkan kepentingan tokoh-tokohnya atau sejumlah kecil
anggota-anggotanya. Tetapi, Golkar masih akan bisa menarik simpati banyak
orang, berkat besarnya dana yang dimilikinya selama ini, dan berkat luasnya
jaring-jaringan yang bisa dikuasainya. Kekuasaan rezim militer Orde Baru
yang sudah bercokol begitu lama memungkinkan Golkar untuk memiliki itu
semuanya.

Oleh karena eksistensi Golkar dibangun atas dasar yang tidak sehat (harap
ingat bahwa Golkar ,- waktu itu namanya Sekber Golkar - didirikan sebelum
peristiwa ’65 oleh kalangan Angkatan Darat justru untuk menghadapi Bung
Karno serta PKI), maka tidak bisa diharapkan oleh bangsa kita bahwa dari
kalangan Golkar bisa timbul gagasan-gagasan yang sungguh-sungguh besar dan
mulia untuk Rakyat dan Negara. Berbagai dosa dan beraneka-ragam kejahatan
dan kesalahan yang sudah dilakukannya selama lebih dari 32 tahun tidak
memungkinkan Golkar berobah dalam sekejap mata saja. Dalam banyak hal,
Golkar yang sekarang adalah Golkar yang dulu juga.

Bahasa yang dipakai dalam tulisan ini mungkin terasa keras, dan cara
pengungkapannya pun mungkin terlalu polos. Tetapi cara yang demikian itu
perlu, untuk mengingatkan kita semua bahwa Golkar adalah suatu kekuasaan
politik yang dalam sejarah Republik kita sudah melakukan begitu banyak
kerusakan dan pembusukan di banyak bidang selama puluhan tahun. Dalam bahasa
yang lebih sederhana bisa dikatakan : Golkar adalah perusak cita-cita
revolusi 17 Agustus ’45, adalah pengkhianat tujuan masyarakat adil dan
makmur, adalah penyabot “nation building and character building”, adalah
pemalsu jiwa Pancasila.

Sudah jelas, karenanya, bahwa tanpa kehadiran Golkar bangsa kita tidak
kehilangan apa-apa. Bahkan sebaliknya!

Paris, 15 Juli 2003

* * *

Index | Agama | Renungan | Pendidikan | Sosial-Budaya | Politik | Hukum

Sastra | Wanita | Cerita Humor | Dapatkan Beasiswa | Alamat Email Media Masa

KUMPULAN ARTIKEL TENTANG INDONESIA

             
     
             
1