Index | Agama | Renungan | Pendidikan | Sosial-Budaya | Politik | Hukum

Sastra | Wanita | Cerita Humor | Dapatkan Beasiswa | Alamat Email Media Masa

KUMPULAN ARTIKEL TENTANG INDONESIA

BELAJAR HIPNOTIS CEPAT

BELAJAR SULAP MAGIC

MENGASAH KECERDASAN BAYI, BALITA DAN ANAK ANDA

Cara Meningkatkan Kecerdasan, Konsentrasi dan Daya Ingat
Cara Menambah Tinggi Badan
Miningkatkan Percaya Diri
Cara Menurunkan Berat Badan
Bebas Stress - Mengatasi Stress dan Marah
Terapi Gelombang Otak Untuk Anak Autis

Brain Game - Permainan Gelombang Otak - Narkoba Digital

Out Of Body - Belajar Lucid Dreaming dan Out Of Body Travell
Alpha Theta Meditation - Untuk Yang Suka Meditasi
Aura Booster - Membuka dan Memperkuat Aura Anda
Mempercepat Penyembuhan Penyakit dan Menjaga Kesehatan
Deep Sleep - Tidur Lebih Nyenyak dan Mengatasi Gangguan Tidur
Anti Aging - Perawatan Kulit Awet Muda dan Bebas Jerawat
Cepat Langsing - Menurunkan Berat Badan
Male Sex Power -  Pria Perkasa & Cara Memperbesar Penis
Female Sex Power - Peningkatan Daya Seks Untuk Wanita
Menambah Nafsu Makan Anak dan Orang Dewasa
Anti Aging - Perawatan Kulit Awet Muda dan Bebas Jerawat

 

From: Mario Gagho <gagho@y...> 
Date: Tue Mar 4, 2003 2:21 pm
Subject: Di manakah komitmen warga NU?

Dimanakah komitmen warga NU?

Sewaktu saya iseng2 menjenguk ke perpus Erasmus Huis milik kedutaan Belanda di
Jakarta beberapa tahun silam, saya sempat baca majalah terbitan belanda
berbahasa Inggris yg memuat hasil wawancara dg Gus Dur. Disitu pewawancara tsb.
memberi pengantar bagaimana seorang Ketua organisasi terbesar sosial-keagamaan
di Indonesia dg anggota sedikitnya 40 juta itu hidup sangat sederhana, dan
istrinya sampai jualan es untuk menutupi kebutuhan. Sang wartawan begitu
terheran, krn. itu merupakan fenomena aneh dalam konteks negara maju.

Saya, yg memang hidup di kawasan dan lingkungan NU, tentu saja tidak heran. NU
memang organisasi besar dan terbesar di Indonesia malah. Kalau kita mau memuji
NU maka kata "terbesar" inilah kata satu2nya pujian, selanjutnya hanya deretan
kalimat yg tidak enak didengar yg identik dg inferioritas bahkan dari kalangan
NU sendiri. 

Mulai dari pendidikan 'maarif'(entah sekarang masih ada apa nggak) yg orang
NU-pun malu untuk masuk kesitu, pmii yg selalu ketinggalan dg HMI, pengurus
dari ranting-sampai cabang yg kantornya jarang disapu, dan ketika masa gus dur
ada 'rejeki' mengkoordinir koperasi NU malah 'rebutan' korupsi (kasus jateng
dan KKN-nya nur iskandar).

Dari fenomena umum yg melekat di tubuh NU dan menciptakan persepsi tipikal yg
negatif semacam ini timbul beberapa tanda tanya di hati orang awam seperti
saya: 

1-di mana letak kesalahan pokok yg membikin organisasi sebesar NU ini begitu
tidak solid dan sangat amburadul?
2- secara de-facto NU organisasi terbesar, dan selalu memiliki kans sangat
besar untuk kembali memimpin negara dalam pemilu (via PKB). dan dg adanya fakta
miring dalam organisasi ini, apakah tidak ada sense of urgency dari kalangan NU
untuk membenahi keamburadulan itu?
3- NU sebenarnya dapat menggali dana para anggotanya yg puluhan juta (saya
yakin petani miskin-pun dapat membayar 500 rupiah sebulan) kalau seandainya
ditata secara bagus dan profesional manajerialnya, silahkan kalikan sendiri. dg
dana masyarakat itu NU dapat berbuat banyak tanpa perlu ketergantungan pada
kalangan luar. masalahnya, percayakah rakyat pada para pengurus NU?
4- NU besar kwantitas karena masyarakat pedesaan, masyarakat ini berada di
"bawah kekuasaan" para kiyai dan para gus, yg memiliki 'otonomi' tersendiri.
apakah salah satu masalahnya pada faktor ini? kalau memang benar adakah jalan
keluarnya? 

buat rekan2 NU, aint be hard feeling. mumpung di mailing list kesempatan untuk
mendiskusikan hal ini, barangkali ada yg tertarik membahasnya. saya kira NU
sudah waktunya untuk merasa cemburu berat pada organisasi2 sosial-islam yg lain
yg dg anggota jauh lebih kecil dari NU tp dapat memaksimalkan potensi, dan
lebih profesional dan bertindak nyata.

salam damai,

Mario Gagho
Political Science,
Agra University, India


Komentar artikel di atas: 
From: Ibn Hamim <aboe_koe@m...> 
Date: Tue Mar 4, 2003 8:54 pm
Subject: Re: [kmnu2000] Di manakah komitmen warga NU?

Memang benar apa yang dikemukakan kang Mario, Nu adalah ormas terbesar namun
bagaikan buih ditengah lautan, hanya bertopang pada angin melaju. Didaerah ane
yang namanya sumbangan dana NU, Ansor, Dll. itu dulu pernah aktif namun
ditengah perjalanan dana itu entah raib kemana, tak ada satupun anggota NU yang
menanyakan tentang pendananaan tersebut, akhirnya sekarang tak ada lagi tarikan
karena yang mengendalikan keuangan bukan orang yang kopenten didalamnya. saya
harap sebagai warga NU yang masih mengharapkan Nu tetap bersinar di muka bumi
ini, berdermalah dengan Ilmu-ilmu yang anda peroleh dari manca Negara untuk
memancarkan pelita nu yang kian meredup ini agar segara terang kembali dan
janganlag menyalahkan satu pihak dalam keredupan pelita Nu yang kian memadam.
Salam Persaudaraan.


From: mochammad zaenal <zaenal1224@y...> 
Date: Thu Mar 6, 2003 12:44 am
Subject: Re: [kmnu2000] Di manakah komitmen warga NU?

Kalo boleh urun rembug, ..

Justru ungkapan seperti buih itu yang membuat warga dan komunitas NU lebih
varian, yang namanya buih ya .. tetap buih .. dan ingat buih itu letaknya
selalu diatas air ..., sampenyan jangan ambil ibarat buah dalam lautan itu
terlalu luas .. mas ... umpamakan saja air dalam tong ... semakin air bergolak
...katakanlah diaduk-aduk maka buih itu kian banyak, dan andaikata ada
kebocoran tong maka yang akan tertinggal dan bertahan adalah buihnya .... di
daerah saya walaupun desa terpencil ... NU sudah punya gedung serbaguna sendiri
dan itu tidak hanya digunakan untuk kepentingan NU saja .. sampenyan ingin sewa
untuk nikah boleh .., untuk resepsi .. boleh untuk rapat boleh ... ya..
tentunya semuanya masih dalam koridor (yang benar dan nggenah), dan juga untuk
urusan baitul maal ( ya mungkin istilah untuk soal fullus) walaupun tak ada
iuran/ataupun macam sumbangan rutin, tapi warga masih seneng simpan dan pinjam
(walau banyak pinjamnya) ke baitul maal tsb dari pada yang lainnya, ya mungkin
lebih fleksibel, dan juga bagi hasilnya tidaklah terlalu besar dibandingkan
bunga bank ataupun koperasi lainnya ..(apa ndak seneng dengan buih semacam
ini). dan inipun sampai saat ini masih berjalan ... walaupun tidak cepat ya..
mengalir kayak airlah .. ngikuti jalannya .....arus (maklum media iklan hanya
sebatas rembug to rembug). Sampeyan harus bisa lihat ke belakang di jaman orde
baru dulu ... yang namanya organisasi kepemudaan saat itu (ini di kampung saya
lho ..) didirikan hanya untuk baris-berbaris atau kirap-mengkirap atau bahkan
yang lebih sosial lagi ya untuk kerja bakti... (moga-moga di di tempat
sampeyan beda ..) OK ..
moga kita buih slalu dalam ridhloNya .. ..
wassalam ..
zaenal A.

BACK

Index | Agama | Renungan | Pendidikan | Sosial-Budaya | Politik | Hukum

Sastra | Wanita | Cerita Humor | Dapatkan Beasiswa | Alamat Email Media Masa

KUMPULAN ARTIKEL TENTANG INDONESIA

             
     
             
1