|
| |
From: Mario Gagho <gagho@y...>
Date: Mon Dec 30, 2002 5:01 am
Subject: Natalan di KBRI new delhi & open house di rumah staff2 kristiani
Makan2 bareng dalam rangka hari Natal di kbri new delhi dan pesta natal (open
house) di rumah2 para diplomat kristiani sebenarnya sudah merupakan acara rutin
di kbri new delhi jauh sebelum didengungkan masalah toleransi beragama oleh
kelompok islib. dan dihadiri oleh semua mahasiswa yg sebagian besar
berback-ground santri (pernah mengenyam pesantren) begitu juga sebaliknya,
acara open-house idulfitri yg biasanya diadakan oleh dubes dan juga sejumlah
diplomat didatangi oleh semua warga indonesia (muslim dan non-muslim) yg
kebetulan lagi berada di new delhi.
poin yg ingin saya garis bawahi adalah, sebenarnya watak dasar dari orang
indonesia itu memang seperti itu: toleran dan easy going. kami dari para
mahasiswa datang pada acara2 itu dg penuh kesadaran bahwa betapa pentingnya
hidup bersama dalam persahabatan, hidup dalam lingkaran silaturrahmi, saling
memperkecil kesalah pahaman, memperbesar pengertian.
kami merasa bahagia ketika orang2 non muslim (kristen dan hindu) itu ikut
berbagi kebabagiaan dg kami ketika kami merayakan idul-fitri, dan sudah
sewajarnya kalau kami berbuat hal yg sama untuk membahagiakan mereka ketika
merayakan hari2 besar agama mereka.
so far so good. kendatipun begitu, ada sedikit kritik saya pada bapak2 diplomat
kristiani yg mengadakan open house natalan itu: alangkah sempurnanya
kebahagiaan itu seandainya bapak2 mengerti bahwa we, as a muslims, never drink
beer or something like that. offering that kind of drink to us, barely spoil
the party and friendship, but just little bit make us uncomfortable. learning
from this experience just will make the party come into perfection. the more
understanding we have the more harmony we reach.
merry x-mas anyway and happy new year!
Mario Gagho
Political Science,
Agra University, India
BACK
|