Index | Agama | Renungan | Pendidikan | Sosial-Budaya | Politik | Hukum

Sastra | Wanita | Cerita Humor | Dapatkan Beasiswa | Alamat Email Media Masa

KUMPULAN ARTIKEL TENTANG INDONESIA

BELAJAR HIPNOTIS CEPAT

BELAJAR SULAP MAGIC

MENGASAH KECERDASAN BAYI, BALITA DAN ANAK ANDA

Cara Meningkatkan Kecerdasan, Konsentrasi dan Daya Ingat
Cara Menambah Tinggi Badan
Miningkatkan Percaya Diri
Cara Menurunkan Berat Badan
Bebas Stress - Mengatasi Stress dan Marah
Terapi Gelombang Otak Untuk Anak Autis

Brain Game - Permainan Gelombang Otak - Narkoba Digital

Out Of Body - Belajar Lucid Dreaming dan Out Of Body Travell
Alpha Theta Meditation - Untuk Yang Suka Meditasi
Aura Booster - Membuka dan Memperkuat Aura Anda
Mempercepat Penyembuhan Penyakit dan Menjaga Kesehatan
Deep Sleep - Tidur Lebih Nyenyak dan Mengatasi Gangguan Tidur
Anti Aging - Perawatan Kulit Awet Muda dan Bebas Jerawat
Cepat Langsing - Menurunkan Berat Badan
Male Sex Power -  Pria Perkasa & Cara Memperbesar Penis
Female Sex Power - Peningkatan Daya Seks Untuk Wanita
Menambah Nafsu Makan Anak dan Orang Dewasa
Anti Aging - Perawatan Kulit Awet Muda dan Bebas Jerawat

 

Date: Tue Jul 1, 2003 12:05 am
Subject: KETIKA HUJAN DI DAUN-DAUN

KETIKA HUJAN DI DAUN-DAUN
Budhisatwati J.KUSNI

hujan di daun-daun
hujan duka dan kepapaan
hujan anak damak beripuh 
beruntun menancapi tubuh kita

tapi kali ini tak lagi kudengar isakan 
dari utara selatan
segala penjuru

dayak anak pulau 
anak sedarah 
jabat-menjabat 
pandang-memandang
melangkah kita dengan sisa tenaga 
melangkah dengan tubuh jiwa luka
mencari matari menggapai ujung
pertikaian kita masukkan ke dalam saku


terbayang, fridolin
diam-diam dengan pandang sayang kau menatap kami yang tersisa
melangkah di alur ruas jalan beronak juga kau hapal pahit manisnya
bisakah o sanak saudara, bisakah dan mengapa tidak bisa 
di bawah panji bertanda enggang dan naga
kita sederap mengolah kalimantan jadi pulau kehidupan
dan ragam sungai ragam suku jadi pelangi merentang angkasa


JJ. Kusni
------------
Paris




BUKAN MEREKA!

(Kepada yang menyebut diri para sahabat)


telah tereguk dan kuteguk sudah air payau caci-maki
tudingan demi tudingan seperti tombak-tombak tajam
ditancapkan tiba-tiba ke punggungku kubawa masih hari ini
darahnya masih tercecer di tiap tapak kuayun
untukmu kampung apakah gerangan mereka sudah berikan
ketika kau terpuruk dan masih di genangan tanah gambut?


kasih memang sering seperti kabut pagi sungai 
melenyap dihalau matahari kelak sebentar setinggi kelapa
tikaman dan cerca juga demikian sering dan selalu mencoba
sedang yang patut bertarung mati-matian tetap kita juga
tetap dayak yang hanya boleh mencintai kampungnya
kita yang ditikam dan dicerca para peminum darah antah berantah


jangan hiraukan diriku, dik
jangan hiraukan diriku, kak
yang masih punya jiwa 
jangan hiraukan diriku yang luka
rebut sumber cahaya 
jangan lepaskan dari pulau!
harapan dan hidup 
kita jugalah yang patut menatahnya
bukan mereka! 


JJ. Kusni
-------------
Paris 2003

Index | Agama | Renungan | Pendidikan | Sosial-Budaya | Politik | Hukum

Sastra | Wanita | Cerita Humor | Dapatkan Beasiswa | Alamat Email Media Masa

KUMPULAN ARTIKEL TENTANG INDONESIA

             
     
             
1