|
Date: Tue Jul 1, 2003 12:47 am
Subject: MEREKA MENGKERUTKAN ANGKASA JADI SETAPAK
MEREKA MENGKERUTKAN ANGKSA JADI SETAPAK
Oleh: Budhisatwati J. Kusni
Member Website Nasional Ppi-India, tinggal di Paris
atas nama kemuliaan yang dipertaruhkan dan dibela
di saban jengkal -- mereka bilang aku layak dilempari tinja
pada muka dan mereka pun berdendang menggendang paha
untukmu pulau yang mereka berikan hanyalah cercaan dan rampokan
dan ocehan keprimitipan suku
padahal siapakah dahulu yang mengucurkan darah di sini
yang mengibarkan sang saka dan membangun kota demi kota
orang-orang agung mulia itu tiba belakangan dengan melenggang pergi-pergi ke
arah jauh di kampung mereka tinggalkan petaka
lengkap dengan genangan air tinja dibanggakan -- lihat ini mukaku!
tentu saja aku bukan nabi tanpa noda
yang kupunya seperti tasik besar raksasa
hanya ini: kaki, tangan, kepala dan cinta
tak kukhianati kau pulau, tak kukhianati kau dayak
tapi siapa gerangan bisa menduga para muliawan kelak tidak terjerembab
sekarang pun kulihat mereka mengerutkan angkasa jadi setapak!
JJ. Kusni
------------
Paris 2003
Date: Tue Jul 1, 2003 7:32 am
Subject: SURAT YANG TAK SELESAI
SURAT YANG TAK SELESAI
Kepada Mbak Tia
1.
dibubuhkan sudah alamat surat itu
"yang tercinta putra-putri pengungsian
dan yang masih di medan perang"
2.
tak terkirimkan surat-surat itu
tak selesai dituliskan
jiwa hilang bahasa ibu
3.
surat tak selesai
indonesia belum menjadi
cinta mengapung di permukaan mimpi
4.
"go to aceh with love"
kuterjemahkan saudara:
"melawan perang dengan cinta"
5.
"go to aceh with love"
larik pantun berbaris ujung
"rawe-rawe ratas malang-malang putung"
6.
"go to aceh with love"
dan surat yang tak usai
sisa nyala jiwa manusia
JJ. Kusni
-------------
Paris 2003
JANGAN PADAMKAN NYALA CAHAYA
sempoyongan lelaki itu di bawah hujan badai
memandang pintu dan jendela terkunci
lelaki luka itu adalah indonesia, cinta dan diriku sendiri
yang menolak memadamkan cahaya dari mimpi
JJ. Kusni
------------
Paris 2003
KUNANG-KUNANG
tak kusesali langit dan bumi
jika kelak entah di mana
akhirnya aku jatuh tak bangkit lagi
aku sudah bertarung mati-matian dan
seperti kunang-kunang pusara
mimpi yang tak sempat kusaksikan kan mengelip
persis di pelupukmu
artinya aku tak gampang-gampang kalian binasakan
tuan-tuan dan puan-puan!
JJ.Kusni
------------
Paris 2003
|