Index | Agama | Renungan | Pendidikan | Sosial-Budaya | Politik | Hukum

Sastra | Wanita | Cerita Humor | Dapatkan Beasiswa | Alamat Email Media Masa

KUMPULAN ARTIKEL TENTANG INDONESIA

BELAJAR HIPNOTIS CEPAT

BELAJAR SULAP MAGIC

MENGASAH KECERDASAN BAYI, BALITA DAN ANAK ANDA

Cara Meningkatkan Kecerdasan, Konsentrasi dan Daya Ingat
Cara Menambah Tinggi Badan
Miningkatkan Percaya Diri
Cara Menurunkan Berat Badan
Bebas Stress - Mengatasi Stress dan Marah
Terapi Gelombang Otak Untuk Anak Autis

Brain Game - Permainan Gelombang Otak - Narkoba Digital

Out Of Body - Belajar Lucid Dreaming dan Out Of Body Travell
Alpha Theta Meditation - Untuk Yang Suka Meditasi
Aura Booster - Membuka dan Memperkuat Aura Anda
Mempercepat Penyembuhan Penyakit dan Menjaga Kesehatan
Deep Sleep - Tidur Lebih Nyenyak dan Mengatasi Gangguan Tidur
Anti Aging - Perawatan Kulit Awet Muda dan Bebas Jerawat
Cepat Langsing - Menurunkan Berat Badan
Male Sex Power -  Pria Perkasa & Cara Memperbesar Penis
Female Sex Power - Peningkatan Daya Seks Untuk Wanita
Menambah Nafsu Makan Anak dan Orang Dewasa
Anti Aging - Perawatan Kulit Awet Muda dan Bebas Jerawat

 

From: Mario Gagho <gagho@y...> 
Date: Mon Oct 28, 2002 5:30 am
Subject: Minder dan Self Esteem

Minder dan Self Esteem
Oleh: Mario Gagho


Minder, semua orang tahu maknanya, adalah sikap yg manusiawi. Semua orang
memiliki sikap dan perasaan ini dg level yg berbeda. Minder adalah manusiawi,
akan tetapi menjadi tidak manusiawi lagi ketika kita tidak berusaha untuk
menghilangkan sikap dan perasaan minder ini tahap demi tahap. 

Sikap dan rasa minder timbul pada hal dan bidang tertentu yg kita merasa tidak
mampu atau merasa lemah dari ukuran standar umum atau ideal. Seorang pemuda yg
pendek akan merasa minder untuk mengajukan "proposal" pada gadis idamannya yg
ternyata lebih tinggi. Lelaki yg berwajah jelek merasa minder pada wanita yg
berwajah sangat cantik yg ditaksirnya, dst.

Itu minder yg bersifat fisik. Sedang yg bersifat non-fisik lebih berkaitan dg
sikap mental dan pola pikir kita dalam menilai diri sendiri, dalam menilai
kemampuan diri. Pada sosok pribadi yg memiliki sifat minder non-fisik yg
ekstrim, biasanya dia akan merasa tidak memiliki kemampuan sama sekali, merasa
orang lain jauh lebih mampu darinya, dll. Sehingga tipe semacam ini tidak akan
bisa bersikap independen dan memiliki ketergantungan yg besar pada orang lain
di sekitarnya. Ketergantungan pada orang lain itu akan semakin mengecil
bersamaan dg semakin kecilnya keminderan kita pada kemampuan kita sendiri. 

Minder adalah tipikal orang yg bermental lemah. Mental yg lemah akan merasa
selalu tidak aman. Selalu gelisah dan kuatir. Karena kerja otak sudah dipenuhi
dg rasa kuatir, takut dan gelisah tanpa sebab atau disebabkan oleh hal-hal
kecil, maka kerja otakpun menjadi lemah dan tidak dapat berfungsi untuk
memikirkan hal-hal besar yg bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain.

Oleh karena itu, minder harus sebisa mungkin dihindari dan dicari jalan
keluarnya dalam rangka mengubah pribadi kita menuju kepribadian yg self esteem
(baca: self estiim). Suatu tipe kepribadian yg dimiliki orang-orang besar,
tokoh-tokoh besar dunia, para pemikir internasional.

Self Esteem

Dapatkah seorang yg berkepribadian minder (low self esteem) yg parah dapat
menjadi profil yg penuh self esteem? Tentu bisa. Dg bekal kemauan kuat untuk
berubah, banyak bergaul dg berbagai kalangan, banyak membaca profil tokoh-tokoh
besar, dan membaca berbagai buku-buku yg memberi solusi mengatasi keminderan,
dll. Salah satu tip menuju pribadi yg self esteem adalah sbb:

1. Hadapi rasa takut, jangan dihindari, toh ia tidak akan berakibat seburuk yg
anda kira. Melawan rasa takut akan menambah percaya diri anda.

2. Lupakan kegagalan masa lalu - belajarlah dari kesalahan itu tetapi janganlah
mengira sesuatu itu salah sebelum ia akan terjadi lagi. Hindari membuat
kesalahan yg sama tetapi jgn membatasi diri anda dg mengira bahwa anda gagal
sebelumnya sehingga tidak akan bisa berhasil kali ini. Coba lagi, maka anda
akan menjadi lebih bijak dan lebih kuat. Jangan terperangkap pada masa lalu.

3. Ketahui apa yg anda mau dan usahakan mendapatkannya. Anda berhak mendapatkan
mimpi anda menjadi kenyataan.

4. Hargai diri sendiri bila anda telah berhasil dalam berbuat sesuatu. Bila
tidak mengapa orang lain mesti menghargai anda? Bukankah akan lebih mudah
apabila anda membantu dan menghargai diri sendiri?

5. Berbicaralah pada orang lain - Kita sering membuat asumsi tentang situasi
atau seseorang yg tidak benar. Sikap dan pola pikir negatif kita dapat
berdampak negatif pula pada diri sendiri. Karena itu bila anda merasa ragu maka
bertanyalah dan jangan berasumsi bahwa anda tau mengapa dan bagaimananya. 

6. Bila anda gagal maka pola pikir terpenting adalah jangan merasa kalah.
Terima kegagalan itu, pelajari, dan cobalah hal dan cara lain. Anda tidak akan
dikalahkan oleh satu kegagalan bukan? Apa yg dibutuhkan adalah pendekatan yg
berbeda dalam mencapainya. 

salam,


Mario Gagho
Political Science,
Agra University, India


Index | Agama | Renungan | Pendidikan | Sosial-Budaya | Politik | Hukum

Sastra | Wanita | Cerita Humor | Dapatkan Beasiswa | Alamat Email Media Masa

KUMPULAN ARTIKEL TENTANG INDONESIA

             
     
             
1