|
dukkha anggota terhormat |
5 Aug 2002
11:31 [203.130.247.50]   |
![[komentar yang ini]](daa_files/comment.gif) ![[tentang dukkha]](daa_files/info.gif) ![[meningkatkan nilai]](daa_files/rateup.gif) ![[menurunkan nilai]](daa_files/ratedn.gif)
|
MIsSIONARIES
MIsSIONARIES
Saya CpPs dari
Thread “EQUIMINDEDNESS-Kesejajaran Pikiran...” Satya.
rada : Tapi pointnya adalah. pendapat org lain
itu pantas dan perlu dikritik. Bahkan dalam sejarah kepercayaan2, tanpa
kritik kepercayaan2 itu tidak akan menemukan bentuknya seperti yg kita
temukan sekarang ini. Perkembangan kepercayaan2, paling tidak dalam bentuk
praktisnya, sedikit banyak mendapat pengaruh dari kritik2 yg ditujukan
kepadanya.
aths : hmm.. menarik.. so.. pertanyaannya..
yang perlu dikritik ( baca : didebat ) itu pendapat orangnya
ataukah kepercayaan orangnya ?
Ini yang menurut gua
belom banyak difahami oleh netter2 di DAA ini, bahkan oleh yg udah senior
sekalipun... ( sorry .. but I told the truth )
coba kita liat...
ketika elu 'menang' berdebat disini.. apa itu berarti agama lu yang menang
? trus ketika lu 'keteteran' kagak bisa nyaut lagi ketika digempur lawan
bicara lu.. apa itu berarti agama lu yang kalah ? NO..!!! .. of course
not.... cuma ada dua kemungkinan ketika lu kalah ato menang... elu lebih
pinter atau lawan lebih goblok.. vice versa...
dan ini sebenernya
ga ada hubungannya ama kepercayaan.. keyakinan.. dan segala tai kucing..
tai kuda.. bahkan dengan tainya tuhan sekalipun... so.. kalo ada yang
'merasa' menjadi pahlawanlah.. pembela agamalah. . ato malah ada yang mau dagang agama di sini.. itu hanya
menunjukan bahwa elu2 itu belum ngerti .. apa hakekat diskusi.
Thread ini untuk membahas yg berhuruf hijau. Yang
berhurup biru, silahkan bahas di threadnya. Thanks.
Missionaries,
bukan hanya ada di kristen saja, semua agama rasannya sama. Jadi mohon
teman Kristen tidak tersinggung dengan istilah ini. Organisasi Buddhis,
juga ada yang menggunakan istilah ini utuk organisasinya. Kalau ada
istilah yg lebih tepat, mohon diluruskan. Yah, daripada pakai istilah
“menterengnya” rekan Aths.
Keinginan untuk membagi keselamtan
kepada orang lain adalah niat yg sangat amat luhur sekali. Dan Semua agama
juga mengajarkan untuk dan agar umatnya ikut menyebarluaskan keselamatan
yg sudah diperoleh, sehingga orang lain juga ikut selamat. Good!!! Bless 4
all….
Cuma, terkadang niat yg begitu luhur lebih sering
menimbulkan KERUSAKAN –perang mulut bahkan fisik--, daripada KEBAIKAN bagi
semua pihak. Merasa APA YG PALING DICINTAI, DIHORMATI, DIJUNJUNG,
diremehkan. Dilanggar. Orang KEBANYAKAN siap mati demi agamanya yg
dijunjung tinggi.
Sepertinya ini satu dilema bagi kita semua.
Agama menganjurkan kita nyebarin agama kita, tapi etika dan sopan santun
SEPERTINYA menghambat, atau membatasi.
Point lain, yg penting kita
tahu adalah “Apa hakekat diskusi.”
Nah, saya mohon rekan Aths, dan
Ekilater semua berkenan untuk memberi pencerahan buat kita semua. Ini
topik yg cukup riel. Thanks.
Bless 4 all…. |
|
rada anggota jaya |
5 Aug 2002
12:29 [202.158.16.162]    |
![[komentar yang ini]](daa_files/comment.gif) ![[tentang rada]](daa_files/info.gif) ![[meningkatkan nilai]](daa_files/rateup.gif) ![[menurunkan nilai]](daa_files/ratedn.gif)
|
Re: MIsSIONARIES
Untuk membuat masalah ini lebih
proporsional, saya ingin kita juga menanyakan kepada diri kita sendiri:
seyakin apakah kita akan kebenaran yg kita anut? Memang banyak orang yang
ber-missi dengan cara2 yg kurang bijak. Tapi dari segi lain, apakah hanya
karena pandangan negatif orang lain, anda jadi undur diri dari mengabarkan
kebenaran yg anda yakini? Atau anda cukup puas kalau hanya anda yg
mengamini kebenaran itu? Atau justru anda kurang pede dengan apa yg anda
yakini sehingga anda tidak punya keberanian mengabarkannya kepada orang
lain?
Saya tidak bertanya "seberapa benar", melainkan "seberapa
yakin". Kalaulah anda yakin dengan apa yg anda yakini sekarang ini, tidak
inginkah anda orang lain meyakini yg sama juga? Mungkin anda akan
menjawab,"tentu saja saya ingin". Lalu timbul pertanyaan,"Apa yg telah
anda lakukan untuk mewujudkan hal itu"? Hanya berharap saja?
dukha: Point lain, yg penting kita tahu adalah “Apa hakekat
diskusi.”
rada: salah satu kekeliruan fatal dalam memahami
hakekat diskusi adalah, mengira diskusi selalu melulu mengenai: bagaimana
memecahkan masalah demi kepentingan bersama. Itu salah. Kalau kita sedang
mengalami sesuatu dalam tataran praktis, sesuatu yg melibatkan dan
mempengaruhi kita bersama, lalu kita berdiskusi maka memang pengertian
berdiskusi dalam hal ini adalah bagaimana mencari jalan keluar yg
disetujui bersama. Tapi berdiskusi juga adalah: mengenal perbedaan
masing2. Diskusi di DAA ini adalah dalam tataran alam pikiran. Mengira
bahwa diskusi adalah melulu bagaimana "membawa 2 garis sejajar melancip
menuju ujung yg sama" adalah pandangan yg sangat picik.
[ di-edit
oleh rada - 5 Aug 2002 13:24 ] |
|
dukkha anggota terhormat |
5 Aug 2002
15:11 [203.130.247.48]   |
![[komentar yang ini]](daa_files/comment.gif) ![[tentang dukkha]](daa_files/info.gif) ![[meningkatkan nilai]](daa_files/rateup.gif) ![[menurunkan nilai]](daa_files/ratedn.gif)
|
Re: MIsSIONARIES
Salam sejahtera, rekan Rada yg lagi
“ONLINE”,
Terima kasih atas tanggapan Anda. Mari kita bahas dengan
kepala dingin.
Memang banyak orang yang ber-missi
dengan cara2 yg kurang bijak. Hanya berharap saja?
Saya
sudah jalan-jalan ke Forum kristen. Menunggu tanggapan Anda. Tapi
sepertinya Anda dan rekan Lucusekali terlalu sibuk. Untuk berkenan memberi
sedikit tanggapan di sana.
Syukurnya kunjungan saya mendahului
postingan Anda, ini. Jadi kunjungan saya bukan karena pengaruh postingan
yg ini.
Jadi kunjungan saya, tentu akan Anda hargai. Karena memang
sesuai dengan semangat dan prinsip Anda sendiri juga. Walau, gara-gara
mengajak teman yg lebih bijak dari saya, ke Ekilat ini, justru saya
dimusuhi, nggak digubris sama sekali.
rada:
salah satu kekeliruan fatal dalam memahami hakekat diskusi adalah,
mengira diskusi selalu melulu mengenai: bagaimana memecahkan masalah demi
kepentingan bersama. Itu salah. Kalau kita sedang mengalami sesuatu dalam
tataran praktis, sesuatu yg melibatkan dan mempengaruhi kita bersama, lalu
kita berdiskusi maka memang pengertian berdiskusi dalam hal ini adalah
bagaimana mencari jalan keluar yg disetujui bersama. Tapi berdiskusi juga
adalah: mengenal perbedaan masing2. Diskusi di DAA ini adalah dalam
tataran alam pikiran. Mengira bahwa diskusi adalah melulu bagaimana
"membawa 2 garis sejajar melancip menuju ujung yg sama" adalah pandangan
yg sangat picik.
Setahu saya itulah tujuan dan gunanya
diskusi: Berusaha mencari titik temu atas dua perbedaan yg ada. Kalau
sudah sama, nggak perlu didiskusikan lagi dong. Jadi lewat diskusi kita
mencari dan berusaha MELURUSKAN yang bengkok. Sehingga didapat
kesepakatan, pada satu titik yg DIAKUI BERSAMA kebenarannya. Tidak ada
pemaksaan. Kalau sudah berusaha tidak menemukan titik temu, tidak ketemu
mana yg bengkok dan mana yg lurus, ya sudah. Berarti diskusi itu gagal.
Kan bukan masalah? . (Selanjutnya, Ini, saya bukan tujukan pada
Anda pribadi, lho. Jangan salah paham.) Itu baru picik, kalau sudah
jelas bengkok logika, akal sehatnya, TAPI TETAP BERTAHAN MATI-MATIAN
dengan berbagai alasan, atau berkukuruyuk. Mengeluarkan jurus pamungkas:
BIKIN gara-gara, dan buat kekacauan, sehingga diskusi itu tidak selesai .
Tidak satria.
Jadi bagi saya, picik atau tidak, tergantung
bagaimana cara peserta diskusi dalam mempertahankan pendapatnya. Dan
tujuan diskusi, memang untuk mencari titik temu. Kalau mungkin, tapi kalau
tidak ketemu, kan bukan masalah besar? Yang penting berdiskusi dengan cara
yg baik. Tidak adu emosi, tapi adu argumentasi.
Tapi berdiskusi juga adalah: mengenal perbedaan masing2.
Kalau tidak ada titik temu, barulah hasilnya seperti yg
Anda tulis ini. Saya setuju di sini.
Demikian Sdr. Rada,
thanks. Atas tanggapan Anda.
Bless 4 all.... |
|
aths anggota jaya |
5 Aug 2002
21:56 [202.155.46.3]    |
![[komentar yang ini]](daa_files/comment.gif) ![[tentang aths]](daa_files/info.gif) ![[meningkatkan nilai]](daa_files/rateup.gif) ![[menurunkan nilai]](daa_files/ratedn.gif)
|
Re: MIsSIONARIES
dukkha : Point lain, yg penting kita
tahu adalah “Apa hakekat diskusi.”
Nah, saya mohon rekan Aths, dan
Ekilater semua berkenan untuk memberi pencerahan buat kita semua. Ini
topik yg cukup riel. Thanks.
aths : kok jadi ketempuhan gini
sih... ? waduh... syet dah... gini dukkha.. mungkin apa yg gua
akan omongin ini jadinya subyektif kali... mean.. gua cuma ngliat diri
gua sendiri... blom tentu sama ama orang laen.
rasanya sih udah
pernah gua omongin di thread laen.. hakekat diskusi itu adalah :
MEMPERTENTANGKAN BUAH FIKIRAN... apapun topiknya.. buah fikiran
siapa ? si yesus ? si paulus ? si muhamad ? si budha ?
si kresna ? si semar ? ato.. si tuhan awloh ?
ah..
c'mon.. kita ini siapa sih ? tanya dulu dah... KITA INI SIAPA ????
apa iya kita punya kapasitas mendebat beliau2 yg diatas itu ?
makanya dari awal gua dateng kesini udah gua TEGESIN... gua
NGGA MEWAKILI AGAMA apapun... dan gua hanya MAU Berdebat dengan
netter2 sini... bukan ama si muhammad.. si yesus.. dlsb. coba periksa
semua posting2 lama gua.. sedapat mungkin gua menghindari debat AGAMA
/ KEYAKINAN.. sapa tuh dulu yang bilang " ATHS memojokan islam " ..
trus gua jawab : " bukan..!!! MEMOJOKAN ELU...!!itu yg bener.."
jadi kalo gua mengkritik, mendebat.. bahkan sampe
nge-goblok2-in... itu gua tujukan ke BUAH FIKIRAN lawan bicara.. bukan
ngegoblokin orangnya...apalagi ngegoblokin agamanya.. ARGUMENnya.. yg
gua serang... liat aja...periksa gih.. gua lebih lebih banyak
ngereply posting orang .. daripada 'memulai'
ini yang blom banyak
difahami.. oleh netter2 senior sekalipun... apalagi oleh pedebat2
kelas tanggung ( model elu tuh :p )yg banyak berkeliaran disini...
coba liat dah... diajak diskusi bukan ngajuin argumen...ato
mematahkan argumen gua.. eeee.. malah menganalisa DIRI gua... yg
islam bilang gua anteknya kristen.. yg kristen bilang gua anteknya
islam.... so what.. kalo gua islam ato kristen ato atheis ? bisa
ngga ngebantah omongan gua ? argumen gua ? that's the ONLY point...
( kesel dah gua )
so ? jadi apa yg penting ? cuma ada
3 hal : 1. argumen 2. argumen 3. argumen
that's all..
nyok... nyok..nyok... |
|
rada anggota jaya |
6 Aug 2002
08:33 [202.158.16.162]    |
![[komentar yang ini]](daa_files/comment.gif) ![[tentang rada]](daa_files/info.gif) ![[meningkatkan nilai]](daa_files/rateup.gif) ![[menurunkan nilai]](daa_files/ratedn.gif)
|
Re: MIsSIONARIES
dukha: Saya sudah jalan-jalan ke
Forum kristen. Menunggu tanggapan Anda. Tapi sepertinya Anda dan rekan
Lucusekali terlalu sibuk. Untuk berkenan memberi sedikit tanggapan di sana
rada: saya kira anda tahu "hukum" di ekilat ini. Kalau anda
bukan Kristen, pls jangan masuk kesana, seberapa baikpun niat anda. Kalau
ada orang lain yg melanggarnya, mengapa harus diikuti?
dukha:
Setahu saya itulah tujuan dan gunanya diskusi: Berusaha mencari titik
temu atas dua perbedaan yg ada. Kalau sudah sama, nggak perlu didiskusikan
lagi dong. Jadi lewat diskusi kita mencari dan berusaha MELURUSKAN yang
bengkok. Sehingga didapat kesepakatan, pada satu titik yg DIAKUI BERSAMA
kebenarannya. Tidak ada pemaksaan. Kalau sudah berusaha tidak menemukan
titik temu, tidak ketemu mana yg bengkok dan mana yg lurus, ya sudah.
Berarti diskusi itu gagal. Kan bukan masalah
rada: disinilah
kita berbeda pandangan. Mungkin pendapat anda merupakan pencerminan
pandangan anda bahwa semua hal pada dasarnya sama, bahwa dalam tingkat
abstrak, jika orang mau melihat lebih "bijak" maka pada sadarnya setiap
orang adalah benar dan salah sekaligus. Apakah saya tidak melihat hal itu?
Tentu saya melihatnya. Itu tidak terlalu sulit dilihat. Bahwa tiap agama
pada dasarnya baik, tiap "nabi" mengajarkan kebaikan dll. Itu sudah
merupakan hal2 yg umum yg semua org tahu. Anda mungkin berhenti pada tahap
membahas persamaan2 itu, tapi saya justru ingin lebih jauh lagi: apa
perbedaannya, mulai dari hal2 yg besar sampai hal2 yg kecil.
Saya
beri contoh: Seorang Kristen mengatakan Ishaklah yg dikorbankan, seorang
Muslim mengatakan Ismail, seorang atheist mengatakan keduanya salah dan
kisah itu hanyalah fiktif. Mereka2 ini aktif berdebat ttg hal itu. Apakah
menurut anda hal2 seperti itu tidak perlu diperdebatkan? Wong mereka
berdebat mengenai hal2 yg mereka percayai.
Yang saya perhatikan
adalah, beberapa rekan seprti anda misalnya, masuk ke DAA ini tapi entah
kenapa tidak pernah berani mengajukan apa kepercayaan anda dan mengajak
kami memperdebatkannya. Mengapa DAA ini kesannya hanya merupakan
"pertempuran" antara Islam dan Kristen? Salah satu sebabnya adalah
kepercayaan2 lain tidak pernah menunjukkan dirinya secara eksplisit di DAA
yg memungkinkan untuk didebat. Kalau mereka dengan terus terang mengatakan
apa yg mereka percayai ttg hidup, Tuhan, sorga, kebaikan, keabadian dan
tema2 kerohanian lainnya, mereka juga akan sama dengan Muslim dan Kristen
di sini: akan aktif berdebat. Mungkin dengan nada yg berbeda, tapi intinya
tetap sama: berdebat. Sekarang, apakah anda cukup berani
melakukannya?
[ di-edit oleh rada - 6 Aug 2002 08:48 ] |
|
satya4ueda moderator |
6 Aug 2002
10:13 [202.152.27.226]    |
![[komentar yang ini]](daa_files/comment.gif) ![[tentang satya4ueda]](daa_files/info.gif) ![[meningkatkan nilai]](daa_files/rateup.gif) ![[menurunkan nilai]](daa_files/ratedn.gif)
|
Re: MIsSIONARIES
Namaste,
Hi, all...
Saya
CPPS komentar rekan rada terhadap rekan dukkha.
rekan rada :
Yang saya perhatikan adalah, beberapa rekan seprti anda misalnya,
masuk ke DAA ini tapi entah kenapa tidak pernah berani mengajukan apa
kepercayaan anda dan mengajak kami memperdebatkannya. Mengapa DAA ini
kesannya hanya merupakan "pertempuran" antara Islam dan Kristen? Salah
satu sebabnya adalah kepercayaan2 lain tidak pernah menunjukkan dirinya
secara eksplisit di DAA yg memungkinkan untuk didebat. Kalau mereka dengan
terus terang mengatakan apa yg mereka percayai ttg hidup, Tuhan, sorga,
kebaikan, keabadian dan tema2 kerohanian lainnya, mereka juga akan sama
dengan Muslim dan Kristen di sini: akan aktif berdebat. Mungkin dengan
nada yg berbeda, tapi intinya tetap sama: berdebat. Sekarang, apakah
anda cukup berani melakukannya?
sa(t)ya : Menarik...
Dengan logika yang sama, mengapa ekilater HINDU dan BUDDHA tidak
mengedepankan perdebatan...
Saya tidak sependapat, jika perdebatan
dapat terjadi semata-mata hanya karena tuntutan keterbukaan terhadap
keyakinan, khususnya para umat Buddha dan Hindu.
Adapun kesan yang
tampak seolah-olah DEBAT hanya menampilkan ISLAM-KRISTEN, saya kira
demikianlah adanya.
Saya melihat (ma'af ini pendapat pribadi saya)
PERDEBATAN yang muncul antara umat ISLAM dan KRISTEN karena adanya
keterkaitan HISTORI diantara kedua agama. Dengan logika yang sama
(keterkaitan HISTORY), lalu mengapa tidak muncul kesan ada perdebatan
antara umat, sekali lagi umat HINDU dan BUDDHA, bukan agama HINDU dan
BUDDHA.
***Semoga pikiran jernih datang dari segala arah***
s4u |
|
rada anggota jaya |
6 Aug 2002
11:20 [202.158.16.162]    |
![[komentar yang ini]](daa_files/comment.gif) ![[tentang rada]](daa_files/info.gif) ![[meningkatkan nilai]](daa_files/rateup.gif) ![[menurunkan nilai]](daa_files/ratedn.gif)
|
Re: MIsSIONARIES
sdr satya trims atas tanggapannya
Saya kira ini tidak ada hubungannya dengan histori. Mengapa di DAA
ini seorang Buddha tidak pernah berdebat dengan seorang Islam, seorang
Hindu dengan Kristen misalnya? Karena sementara yang satu merasa tidak ada
salahnya berdebat, pihak yg lain merasa risi melakukannya entah dengan
alasan apa. Ini yang saya tidak mengerti. |
|
dukkha anggota terhormat |
6 Aug 2002
13:52 [203.130.247.3]   |
![[komentar yang ini]](daa_files/comment.gif) ![[tentang dukkha]](daa_files/info.gif) ![[meningkatkan nilai]](daa_files/rateup.gif) ![[menurunkan nilai]](daa_files/ratedn.gif)
|
Re: MIsSIONARIES
Maaf Sdr. Rada, saya pindahin postingan
Anda kemari, agar sesuai threadnya. Thanks.
rada:
Ada atau tidak ada doktrin pekabaran injil, tindakan mengajak orang
lain meyakini juga apa yg kita yakini, adalah tindakan logis, ditinjau
dari segi manapun, bahkan dari segi psikologis. Apakah itu bisa dilakukan
dengan menghormati hak2 orang? Tentu saja bisa. Janganlah anda secara
apriori mengira penginjilan adalah tindakan pemaksaan.
Seperti yg
saya pernah katakan kepada sdr kelana, kepercayaan anda (anda = siapapun
yg membaca tulisan ini) adalah omong kosong besar jika anda tidak punya
niat untuk mengabarkannya kepada orang lain, dengan harapan org itu
mempercayai hal yg sama. Sangat tidak logis kalau si A yakin akan
kebenaran yg dia anut, tapi dia tidak mengabarkannya kepada orang lain.
Entah si A bohong bahwa dia yakin, entah dia terlalu pengecut karena dia
kuatir akan menerima tanggapan2 negatif, atau dia terlalu egois menikmati
sendiri saja kebenaran itu.
Pertanyaan kepada anda (anda = siapa
saja yg membaca tulisan ini) adalah: hendak anda apakan keyakinan anda?
Hendak anda simpan sampai mati sambil berharap org2 lain dengan sendirinya
punya kebenaran yg sama, atau hendak anda sebarkan kepada orang lain
sebelum anda mati?
Menghormati hak dan milik orang lain itu tetap
bisa dijaga sekaligus menawarkan kepadanya sesuatu yg lain. Seorang
pemilik sepatu selemari penuh merasa dia sudah punya cukup sepatu, tapi
ketika datang seorang yg membawa sepasang sepatu baru, dia masih bisa
berkata,"Oh...untung kamu datang. Inilah sepatu yg aku tunggu2 selama
ini". Kita tidak tahu apa yg akan diucapkan orang2 seperti ini.
Terima kasig Sdr. Rada. Atas tanggapan positif Anda. Please
santai aja, kok tegang sekali sih? Saya CpPs postingan awal thread ini:
Keinginan untuk membagi keselamatan kepada orang
lain adalah niat yg sangat amat luhur sekali. Dan Semua agama juga
mengajarkan untuk dan agar umatnya ikut menyebarluaskan keselamatan yg
sudah diperoleh, sehingga orang lain juga ikut selamat. Good!!! Bless 4
all….
Semoga Sdr. Rada bisa lebih memahami PERMASALAHAN yg
hendak kita bahas. Yang saya permasalahkan bukan benar atau salahnya
penyebaran agama. Karena semua agama juga menganjurkan untuk demikian.
Jadi, tentunya terlalu lucu kalau saya tidak menyetujuinya. OK? Tapi
CARAnya. Cara penyebarannya.
Anda sendiri akui ada yg melakukan
dengan tidak bijak. Nah, lalu bagaimanakah cara penyebaran yg bijak
menurut Sdr. Rada?
Buat Sdr. Aths
Lu mau
buru-buru ke bagian akhir postingan lu ini, ya? Monitor gue jadi
belepotan, nich…. Hihihi…
Hei, masak sih ngak jelas, yg mana yg
gue buatin thread baru? Ada dua point:
ato malah ada yang mau dagang agama disini.. itu hanya
menunjukan bahwa elu2 itu belum ngerti .. apa
hakekat diskusi.
Jadi lu belum memberi kuliah point
pertama. Padahal itu yg lebih utama, dan berkaitan dengan yg ke dua. Apa
salahnya MENURUT LU kalau ada yang jualan agamanya di sini? Argumen, man!
Argumen Lu! Hihihi…Kena bumerang lu sendiri.
Masak sih lu udah
pada tingkatan “Tidak involvment”? Jujur nich?
Apa lu memang sudah
sanggup memilah-milah yg mana Kepercayaan dan mana buah pikir? Ingat, ada
banyak sekte atau mazhab, dengan ajubilah tafsirnya. Udah bisa memilah yg
mana Buah pikir sekte atau mazhabnya dan yang mana buah pikir Ekilater?
Sehingga lu berani yakin yg Lu serang adalah buah pikir ekilater?
Lu merasa udah mencapai dua jenis tingkatan, itu?
yg islam bilang gua anteknya kristen.. yg kristen
bilang gua anteknya islam.... so what.. kalo gua islam ato kristen ato
atheis ? bisa ngga ngebantah omongan gua ? argumen gua ? that's
the ONLY point...
Why? Karena NGGAK SEMUA BISA MEMILAH MANA
PENDAPAT NABI DAN MANA PENDAPAT PRIBADInya! Apa yg dipikirkan DIANGGAP
ITULAH PENDAPAT NABINYA!!! Jadi saat lu nyerang, JELAS DIANGGAP lu nyerang
PENDAPAT NABInya dong. Hal yg wajar, kan? HAMPIR Semua orang, sekte
atau mazhab BERPIKIR PENAFSIRANNYALAH yang selaras dengan MAKSUD NABI atau
TUHANnya.
so ? jadi apa yg penting ? cuma
ada 3 hal : 1. argumen 2. argumen 3. argumen
Yah, jelas dong. Diskusi pasti pakai itu. Kan cuman orang
yg nggak punya argumen yg terpaksa mengeluarkan EMOSI. Istilah guru gue
(Mr M1kail),”Berkukuruyuk…”
Cuma, selain argumentasi, gue sering
lihat orang pakai KEKUASAAN. Atas nama “Yang KUASA”. Menurut lu, gimana
nih? Jadi ditengah adu argumen, lawan ngeluarin KARTU AS, “Ini Menurut
Yang Kuasa, lho!” Kan diskusi jadi macet, karena argumen tentu HARUS
NGALAH pada kekuasaan.
Yup, lu udah bilang itu subyektivitas lu.
Gue share dikitlah, tukar pikiran ama lu. Kalau lu ANGGAP KELIRU, mohon
diberi argumen lu. Thanks.
Point kedua dulu. Hakikat diskusi. Gue
lebih cendrung menganggap ini tempat untuk cari dan meluruskan pemahaman.
Baik pada kitab sendiri maupun kitab orang lain. Bukan tempat cari
menang-menangan debat. Gue udah pernah keok oleh orang yg ngaku Atheis,
dulu. Tapi dari kekalahan itu, akhirnya gue bisa meluruskan pemahaman pada
kitab gue. Nah, ini justru kemanangan yg lebih besar, bagi gue. Di sini
beda kita.
Karena belum mampu memilah, mana yg pendapat nabi dan
mana pendapat ekilater, yah. Apa yg tidak sesuai dengan pendapat gue, gue
coba pahami maksudnya. Antara pertanyaan dan kritik kan tipis batasnya.
Akhirnya juga pendapat atau argumen pribadinya akan keluar.
Point
pertama. Gue nggak jualan. Tapi kalau ada yg nanya-nanya, kan tugas gue
jelasin apa adanya. Beli atau tidak, bukan urusan gue lagi. Kalau ada yg
jual, gue teliti. Siapa tahu memang lebih baik? Kan masih ada waktu buat
tukar tambah? Ha ha ha |
|
rada anggota jaya |
6 Aug 2002
14:32 [202.158.16.162]    |
![[komentar yang ini]](daa_files/comment.gif) ![[tentang rada]](daa_files/info.gif) ![[meningkatkan nilai]](daa_files/rateup.gif) ![[menurunkan nilai]](daa_files/ratedn.gif)
|
Re: MIsSIONARIES
dukha: Semoga Sdr. Rada bisa lebih
memahami PERMASALAHAN yg hendak kita bahas. Yang saya permasalahkan bukan
benar atau salahnya penyebaran agama. Karena semua agama juga menganjurkan
untuk demikian. Jadi, tentunya terlalu lucu kalau saya tidak
menyetujuinya. OK? Tapi CARAnya. Cara penyebarannya.
Anda sendiri
akui ada yg melakukan dengan tidak bijak. Nah, lalu bagaimanakah cara
penyebaran yg bijak menurut Sdr. Rada?
rada: Nah, mengenai
mana cara yang bijak mana cara yang tidak, sayangnya mengenai hal2 yg
sensitif ini, hampir semua cara yg jika diterapkan di bidang lain tidak
jadi masalah, ketika diterapkan ke bidang kepercayaan dicap tidak bijak.
Mendatangi rumah ke rumah, bagi kebanyakan org bukanlah tindakan yg bijak
dalam pekabaran jalan ke surga itu, padahal jika penjual asuransi atau
penjual gorden datang, tidak apa2 (saya tidak sedang menyamakan kedua hal
itu lho). Menganjurkan seseorang membuka halaman Alkitab lalu membacanya
dianggap melanggar hal asasi manusia sedangkan membandingkan polis
asuransi yg dia miliki dengan yg sedang ditawarkan boleh2 saja. Apalagi
mengingat yg rajin melakukan ini adalah penganut agama minoritas,
pengertian bijak dan tidak bijak itu sangat bias. Secara umum memang
kita bisa katakan, tidak bijak kalau penyebaran kepercayaan itu dilakukan
dengan: -memaksa -melanggar hukum -mengintimidasi
-melanggar hak asasi (mis: hak untuk memilih sendiri kepercayaan)
Dalam doktrin pekabaran Injil Kristen, kami tahu bahwa pada
akhirnya sangat sedikit yang akan menjadi percaya dibanding yang tidak
percaya. Mungkin anda terkejut dengan hal ini, tapi memang benar. ALkitab
sudah memberitahukan bahwa makin lama akan makin banyak yang menjauh dari
Allah dan sangat sedikit yg benar2 teruji imannya. Itu kami sudah tahu.
Doktrin Pekabaran injil bukanlah menjadikan seluruh dunia menjadi Kristen.
Bukan. Doktrin pekabaran Injil adalah: mengabarkan Injil ke seluruh dunia.
Ini hal yang sangat berbeda. Seorang tidak bisa memilih jika kepadanya
tidak diberikan pilihan. Banyak yg mengira hanya punya satu pilihan hanya
karena dia tidak beritahu bahwa ada pilihan yg lebih baik. Itulah doktrin
pekabaran Injil. Bahwa dia tidak percaya, itu di luar kekuasaan
manusia. Tugas seorang Kristen bukan menjadikan dia menjadi Kristen,
melainkan memberitahukan jalan itu.
Maaf kalau saya jadi bicara
soal kekristenan, tapi saya kira ini ada relevannya untuk menepis anggapan
negatif yg terlalu menggeneralisir pekabaran Injil. Tentu saja ada orang
Kristen yg bersemangat, tapi tidak terlalu bijak. Ini bukan hanya monopoli
penganut kekristenan saja: dimanapun kita akan menemukan orang seperti
itu. Kalau pandangan kita hanya terbatas pada orang2 jenis ini, tidak
heran wajah pekabaran injil di Indonesia ini jadi buruk. Tapi
ketidakakuratan pandangan seperti ini ibarat pandangan bahwa bulan itu
berbentuk sabit hanya karena suatu kita melihat bahwa suatu ketika bulan
itu memang kelihatan berbentuk sabit.
Oh, ya, berdasarkan
kejadian2 nyata yg anda alami atau lihat, bagaimanakah cara2 penyebaran yg
tidak bijak menburut anda? Saya sungguh berharap anda tidak mengambil
kesimpulan hanya atas desas desus saja. |
|
kelana moderator |
6 Aug 2002
15:35 [202.155.89.151]    |
![[komentar yang ini]](daa_files/comment.gif) ![[tentang kelana]](daa_files/info.gif) ![[meningkatkan nilai]](daa_files/rateup.gif) ![[menurunkan nilai]](daa_files/ratedn.gif)
|
Re: MIsSIONARIES
|
|
dukkha anggota terhormat |
6 Aug 2002
15:47 [203.130.247.34]   |
![[komentar yang ini]](daa_files/comment.gif) ![[tentang dukkha]](daa_files/info.gif) ![[meningkatkan nilai]](daa_files/rateup.gif) ![[menurunkan nilai]](daa_files/ratedn.gif)
|
Re: MIsSIONARIES
Hai Sdr. Rada, yg “on line terus”
Mari kita bahas dengan coolll…..
rada: saya kira anda tahu "hukum" di ekilat ini. Kalau anda bukan
Kristen, pls jangan masuk kesana, seberapa baikpun niat anda. Kalau ada
orang lain yg melanggarnya, mengapa harus diikuti?
Thanks
atas himbauan Anda yg mewakili PENGUASA dan PEMILIK FORUM KRISTEN , Sdr.
Umax. Sampai sekarang Beliau belum sempat menjawab alasan-alasan yg saya
tanyakan. Kok nggak selaras dengan SEMANGAT dan PRINSIP Anda tentang
penyebaran agama, ya? Yang menyetujui dan bahkan menganjurkan “Paradise
seller”. Bukankah, sudah ada HUKUM negara yg melarang seseorang untuk
tidak menyebarkan agama kepada umat lain agama?
Coba beri alasan
Anda, MENGAPA dan UNTUK APA, seseorang mesti mematuhi HUKUM, pren? Kalau
HUKUM di Ekilat HARUS DITAATI, tapi justru Hukum atau Peraturan Negara,
boleh dilanggar, begitukah?
OK, itu ATURAN RUMAH TANGGA kelompok
Anda. Apakah rumah tinggal umat lain TIDAK BOLEH PUNYA PERATURAN sendiri
juga? Sehingga dengan semangat dan prinsip pengabaran itu, boleh bahkan
justru anda anjurkan untuk dikunjungi, berkotbah di rumah umat lain?
Kalau dilihat, saya tidak “berdiskusi antar agama, atau
mengkotbahkan agama Buddha”, di sana, saya sekedar mendiskusikan tentang
Agama kristen. Apa ini MELANGGAR SEMANGAT DAN PRINSIP AGAMA ANDA? Atau
JUSTRU peraturan Forum Kristenlah, yg tidak selaras dengan semangat
pengabaran Alkitab??? Apa semangat saya untuk bertanya tentang Kristen
adalah TINDAKAN YG SANGAT AMAT SALAH menurut semangat pengabaran Alkitab?
Yang Anda katakan, saya CpPs, tulisan Anda: Atau anda cukup puas kalau hanya anda yg mengamini kebenaran
itu? Atau justru anda kurang pede dengan apa yg anda yakini sehingga anda
tidak punya keberanian mengabarkannya kepada orang lain?
Pertanyaan kepada anda (anda = UMAXXX + RADA) adalah: hendak anda
apakan keyakinan anda? Hendak anda simpan sampai mati sambil berharap org2
lain dengan sendirinya punya kebenaran yg sama, atau hendak anda sebarkan
kepada orang lain sebelum anda mati? (yang dalam kurung diedit
dukkha, just kidding……)
Dan, semua komentar Anda sendiri di atas.
Sungguh bertolak belakang dengan peraturan Forum Kristen, kan? Kok
malah orang yg ingin memahami kristen MALAH DILARANG BERTANYA??? Mestinya
kan Semangat dan Prinsip pengabaran itu diterapkan pada forum itu?
Inkosistensi, lagi nich? Mohon Sdr. Rada menjelaskan, agar saya bisa
memahaminya. Thanks.
Menghormati hak dan milik
orang lain itu tetap bisa dijaga sekaligus menawarkan kepadanya sesuatu yg
lain. Seorang pemilik sepatu selemari penuh merasa dia sudah punya cukup
sepatu, tapi ketika datang seorang yg membawa sepasang sepatu baru, dia
masih bisa berkata,"Oh...untung kamu datang. Inilah sepatu yg aku tunggu2
selama ini". Kita tidak tahu apa yg akan diucapkan orang2 seperti ini.
Coba tolong, apakah bertanya tentang Alkitab di sana itu
menurut Anda tidak hormat? SALAH? DOSA? Apa yg saya lakukan TIDAK
SESUAI DENGAN SEMANGAT ANDA, JUGA? So? Apa umat Kristen sajakah yg
boleh punya SEMANGAT dan PRINSIP pengabaran itu???
Kalau boleh
saya menghimbau, sesuaikan dengan semangat dan prinsip pengabaran Agama
Andalah. Bila perlu “demo” aja, Pimpinan yg nggak sesuai semangat dan
prinsip Pengabaran Alkitab. Ha… ha…. ha… (Diskusi dengan Anda, kok tegang
trus, ya?). Santai dikit, pren. Kita cuma tukar pikiran saja. Tidak usah
terlalu teganglah, biar pikiran kita bisa jernih dalam berargumentasi.
Bukan adu emosi, kan?
rada: disinilah kita
berbeda pandangan. Mungkin pendapat anda merupakan pencerminan pandangan
anda bahwa semua hal pada dasarnya sama, bahwa dalam tingkat abstrak, jika
orang mau melihat lebih "bijak" maka pada sadarnya setiap orang adalah
benar dan salah sekaligus. Apakah saya tidak melihat hal itu? Tentu saya
melihatnya. Itu tidak terlalu sulit dilihat. Bahwa tiap agama pada
dasarnya baik, tiap "nabi" mengajarkan kebaikan dll. Itu sudah merupakan
hal2 yg umum yg semua org tahu. Anda mungkin berhenti pada tahap
membahas persamaan2 itu, tapi saya justru ingin lebih jauh lagi: apa
perbedaannya, mulai dari hal2 yg besar sampai hal2 yg kecil.
Apa kunjungan saya kesana membehas persamaan? Justru gue
SEPENDAPAT TOTAL dengan pernyataan Anda yg saya tebalkan!!! ANEHNYA,
TINDAKAN SAYA JUSTRU HENDAK ANDA DAN UMAXXX BENDUNG!!! Inkonsistensi, lagi
pren?
Yang saya perhatikan adalah, beberapa
rekan seprti anda misalnya, masuk ke DAA ini tapi entah kenapa tidak
pernah berani mengajukan apa kepercayaan anda dan mengajak kami
memperdebatkannya. Mengapa DAA ini kesannya hanya merupakan "pertempuran"
antara Islam dan Kristen? Salah satu sebabnya adalah kepercayaan2 lain
tidak pernah menunjukkan dirinya secara eksplisit di DAA yg memungkinkan
untuk didebat. Kalau mereka dengan terus terang mengatakan apa yg mereka
percayai ttg hidup, Tuhan, sorga, kebaikan, keabadian dan tema2 kerohanian
lainnya, mereka juga akan sama dengan Muslim dan Kristen di sini: akan
aktif berdebat. Mungkin dengan nada yg berbeda, tapi intinya tetap sama:
berdebat. Sekarang, apakah anda cukup berani melakukannya?
WELLCOME to Forum Buddha Dhamma, pren. Please…. Semangat
dan prinsip Anda, DITERAPKAN OLEH Sdr. KELANA!!! Silahkan bertanya, Sdr.
Lucusekali, Goldy, dll, akan disambut dengan PRASANGKA POSITIF.
Bless 4 all.... |
|
aths anggota jaya |
7 Aug 2002
07:23 [202.53.252.36]    |
![[komentar yang ini]](daa_files/comment.gif) ![[tentang aths]](daa_files/info.gif) ![[meningkatkan nilai]](daa_files/rateup.gif) ![[menurunkan nilai]](daa_files/ratedn.gif)
|
Re: MIsSIONARIES
dukkha : Jadi lu belum memberi
kuliah point pertama. Padahal itu yg lebih utama, dan berkaitan dengan yg
ke dua. Apa salahnya MENURUT LU kalau ada yang jualan agamanya di
sini? Argumen, man! Argumen Lu! Hihihi…Kena bumerang lu sendiri.
aths : hehe... apa salahnya ? emang gua bilang kalo jualan
agama itu salah ? kapan ? bukan salah kali.. MENYEBALKAN... tau
kayak kalo kita lagi nonton TV.. pas tegang2nya... tau2..jreengggg..!!
.. iklan.. iihh..!! sebel dah... tapi kan ga ada yg bilang iklan
itu salah.. lalu kalo disini... ya... lu liat aja ... kalo gua
sih SEBAL.. tempat diskusi kok dipake dagang.. kan gitu. tapi..
yaaa.. gua ga bisa bilang itu salah.. namanya juga orang lagi usaha.. ya
gih aja.
dukkha : Masak sih lu udah pada tingkatan “Tidak
involvment”? Jujur nich?
aths : iki opo sih ? ga erti
aku...
dukkha : Apa lu memang sudah sanggup memilah-milah yg
mana Kepercayaan dan mana buah pikir? Ingat, ada banyak sekte atau mazhab,
dengan ajubilah tafsirnya. Udah bisa memilah yg mana Buah pikir sekte atau
mazhabnya dan yang mana buah pikir Ekilater? Sehingga lu berani yakin yg
Lu serang adalah buah pikir ekilater?
aths : kan ada dua hal
dalam diskusi itu... REFERENSI dan ARGUMENTASI... ya kita liat
dong... apakah si referensi itu dijadikan argumentasi ato dijadikan
PENGUAT argumentasi... kalo dijadikan argumentasi.. ya gua gebuk
:-).... kan tu artinya.. dia sudah menyatakan sendiri bhw itu SUDAH
MENJADI buah fikiran dia. gimana ngebedaiinnya.. ? tingal diliat..
dicantumin ngga sumbernya.. gampang kan ? banyak kok disini yg
melakukan itu.. yaaa.. kebanyakan sih bunuh diri.. pas dibalikin..
plekuk2..blebek2... wong bukan pikiran n'diri... makanya..buat yg
hobby cpps.. kalo itu referensi.. bilangin dong.. jadi ga gua gebuk...
hahaha nah.. kalo org2 fundamentalis lucu.. diskusi ngga pake
otak.. pake ayat... GOBLOK ngga ?
dukkha: Lu merasa udah
mencapai dua jenis tingkatan, itu?
aths : tingkat apaan sih ?
gedong kaleee.. betingkat.. hehehe...
dukkha : Why?
Karena NGGAK SEMUA BISA MEMILAH MANA PENDAPAT NABI DAN MANA PENDAPAT
PRIBADInya! Apa yg dipikirkan DIANGGAP ITULAH PENDAPAT NABINYA!!! Jadi
saat lu nyerang, JELAS DIANGGAP lu nyerang PENDAPAT NABInya dong. Hal yg
wajar, kan?
aths : wajar sih wajar... cuma GOBLOK... bener
ga ?
dukkha : HAMPIR Semua orang, sekte atau mazhab BERPIKIR
PENAFSIRANNYALAH yang selaras dengan MAKSUD NABI atau TUHANnya.
aths : terserah... selaras kek.. seliris kek...selurus kek....
bisa mempertahankannya ngga ? that's the point... gimana sih.
dukkha : Cuma, selain argumentasi, gue sering lihat orang
pakai KEKUASAAN. Atas nama “Yang KUASA”. Menurut lu, gimana nih? Jadi
ditengah adu argumen, lawan ngeluarin KARTU AS, “Ini Menurut Yang Kuasa,
lho!” Kan diskusi jadi macet, karena argumen tentu HARUS NGALAH pada
kekuasaan.
aths : tu kan hanya referensi... ( anggap aja
gitu.. kalo gua sih ) kebetulan referensinya dari tuhan awloh.. apa
bedanya ? udah ah.. lu mancing2 kesini terus deh.. herrann....
dukkha : Point kedua dulu. Hakikat diskusi. Gue lebih cendrung
menganggap ini tempat untuk cari dan meluruskan pemahaman. Baik
pada kitab sendiri maupun kitab orang lain.
aths : coba
bahasanya dibetulken dong.... hakekat kok jadi tempat ? lalu kok
jadi meluruskan ? ooo.. lu belum bisa ngebedain antara MAKSUD dan
TUJUAAN.. klo gitu. nih gua kasih tau.... maksud = apa yang
dimaksud tujuan = apa yang dituju
tuh.. lebih jelas kan ?
apa coba korelasinya ? pikir n'diri ah...
dukkha :
Bukan tempat cari menang-menangan debat.
aths : ini
pendapat orang yang unconfidence alias minder wardech..( baca: GOBLOK..!!!
) supaya kalo salah.. ada tempat bersandar ( dari rasa malu )
leave it that..!! udah ga musim...!! faham gini mah ngga mendidik
untuk jadi pinter.. malah cenderung bikin org seenaknya.. asal jeplak..
wong ga cari menaaaaanggggg.... liat aja disini.. banyak banget tuh
thread asal jeplak... GOBLOK pan ? nah itu datengnya dari faham ga
cari menang..
dukkha : Gue udah pernah keok oleh orang yg
ngaku Atheis, dulu. Tapi dari kekalahan itu, akhirnya gue bisa meluruskan
pemahaman pada kitab gue. Nah, ini justru kemanangan yg lebih besar, bagi
gue. Di sini beda kita.
aths : ya udah... kalo gitu lu kalah
aja terus..... biar pemahaman lu tambah lurus... hihihihi..
dukkha : Karena belum mampu memilah, mana yg pendapat nabi dan
mana pendapat ekilater, yah. Apa yg tidak sesuai dengan pendapat gue, gue
coba pahami maksudnya. Antara pertanyaan dan kritik kan tipis batasnya.
Akhirnya juga pendapat atau argumen pribadinya akan keluar.
aths :
ribet.. !!!! klo lu blom tau... tanyaaa.... sering gua
lakuin.. " ini pendapat pribadi ato mengatasnamakan ummat ? " tuh
gitu contonyah....
dukkha : Point pertama. Gue nggak jualan.
Tapi kalau ada yg nanya-nanya, kan tugas gue jelasin apa adanya. Beli atau
tidak, bukan urusan gue lagi. Kalau ada yg jual, gue teliti. Siapa tahu
memang lebih baik? Kan masih ada waktu buat tukar tambah? Ha ha ha
aths : ya.. berlakulah baik... bilang bae2.. " maaf..
orangnya lagi ngga ada " hehehe... |
|
dukkha anggota terhormat |
7 Aug 2002
10:23 [203.130.247.28]   |
![[komentar yang ini]](daa_files/comment.gif) ![[tentang dukkha]](daa_files/info.gif) ![[meningkatkan nilai]](daa_files/rateup.gif) ![[menurunkan nilai]](daa_files/ratedn.gif)
|
Re: MIsSIONARIES
Hai Sdr. Rada,
GBU! Thanks!
Sepertinya sekarang Anda bisa lebih santai. Dengan begini, kita bisa
berdiskusi sebagai teman bukan lawan.. Anda ingin saya selamat, saya juga
ingin Anda selamat. Kita bisa saling berbagi, semoga Anda berkenan.
Pertama, postingan saya Tgl. 6 Aug 2002 13:52 , saya posting
sebelum membaca postingan Anda ini. Maaf, kalau saya kurang mampu mengatur
kata.
rada: Nah, mengenai mana cara yang
bijak mana cara yang tidak, sayangnya mengenai hal2 yg sensitif ini,
hampir semua cara yg jika diterapkan di bidang lain tidak jadi masalah,
ketika diterapkan ke bidang kepercayaan dicap tidak bijak. Mendatangi
rumah ke rumah, bagi kebanyakan org bukanlah tindakan yg bijak dalam
pekabaran jalan ke surga itu, padahal jika penjual asuransi atau penjual
gorden datang, tidak apa2 (saya tidak sedang menyamakan kedua hal itu
lho). Menganjurkan seseorang membuka halaman Alkitab lalu membacanya
dianggap melanggar hal asasi manusia sedangkan membandingkan polis
asuransi yg dia miliki dengan yg sedang ditawarkan boleh2 saja. Apalagi
mengingat yg rajin melakukan ini adalah penganut agama minoritas,
pengertian bijak dan tidak bijak itu sangat bias.
Pren,
coba kita saling share sebagai teman. Gue akan memberi masukan sebagai
pembanding, kemudian Anda renungkan dan komentari.
Kalau seseorang
ganti, TV, sepatu, polis, lemari es, BARANG ATAU MILIK YG TIDAK PUNYA
NILAI KENANGAN atau NILAI PRIBADI, jelas dong orang nggak TERSINGGUNG
kalau ditawari yg lain, apalagi yg lebih berkualitas. Malah senang!
Tapi coba renungkan, Kalau istri/suami kita, anak kita, mau
ditukar dengan yg lebih baik, bagaimana tanggapan kita? Atau –ini hanya
misal saja, maaf-- karena istri kita cantik/suami kita tampan, lalu ada
yang mau nukar tambah dengan uang setrilyun. Apa kita akan senang, atau
merasa terhina? Tersinggung? Apa anda akan bisa memahami niat baik orang
yg menawarkan itu? Walaupun yg ditawarkan Missuniversepun!, Anda pasti
akan marah lah.
Nah, mungkin Anda sudah mulai bisa membedakan
sekarang bahwa ada benda “kodian” yg tidak punya nilai pribadi sehingga
mudah untuk ditukar atau diganti dengan yg lebih baik. Tapi ada MILIK yg
memiliki NILAI KENANGAN atau PRIBADI, yg SULIT bahkan MUSTAHIL untuk
ditukar, bahkan dengan yg lebih baik sekalipun. Sedangkan AGAMA, Tuhan,
Anda tahu jugalah, NILAI PRIBADInya bagi seseorang JAUH AMAT LEBIH TINGGI
daripada nilai istri/suami ataupun anak. Jadi, begitu seseorang MENAWARKAN
ISTRI/SUAMI/ANAK yg lain, HAMPIR SEMUA ORANG YG CUKUP WARAS akan merasa
TERSINGGUNG, diremehkan, dilecehkan. Apalagi mau nawarin TUHAN baru!!!
Anda menghimbau saya agar tidak kesana dengan baik. Bila, sebulan,
dua bulan saya kesana lagi, lagi, dan lagi. apa anda masih akan bisa
menghimbau dengan baik-baik? Nah, yang saya alami, patah tumbuh hilang
berganti…. Saya pribadi sih, senang kalau ada yg datang ngajak diskusi.
Saya berusaha memahami apa yg mereka tawarkan. Tapi, lebih banyak orang yg
kurang berkenan dikunjungi begini.
Anda sendiri menghimbau saya,
walau “SEBERAPA BAIKPUN” agar tidak berdiskusi di Forum Kristen. Nah,
tentunya Anda bisa memahami dengan lebih jelas lagi. Mengapa himbauan ini
tidak kita terapkan juga pada kelompok sendiri? Semua orang tahu niat baik
penyebaran agama kepada umat lain (jadi saya tidak hanya bicara tentang
pengkabaran Alkitab, tapi termasuk semua agama. Karena “umat Buddha”
mungkin saja bertindak seperti ini.)
Secara umum
memang kita bisa katakan, tidak bijak kalau penyebaran kepercayaan itu
dilakukan dengan: -memaksa -melanggar hukum -mengintimidasi
-melanggar hak asasi (mis: hak untuk memilih sendiri kepercayaan)
Bagaimana kalau dengan “MENGELABUI”, Ancaman kiamat? Saya
alami, ada yg MENGAKU BUKAN NYEBARIN AGAMA, TAPI CUMA SURVEY!
Hal
lain kalau boleh saya tambah adalah WAKTU dan TEMPAT. Kalau seseorang
berbicara apapun di RUMAHNYA SENDIRI(GEREJA, MESJID, PURA) mau bilang apa,
It’s OK. Karena memang ditujukan buat Umatnya. Kalau umat lain kesana, ya
resikonya sendiri. Mau bilang Umat Buddha nyembah patung, kafir, atheis,
yah, gue maklum ajalah. Itu urusannya. Tapi kan beda kalau itu diucapkan
di muka umum, apalagi khusus datang ke rumah tinggal umat lain.
Jadi, kalau boleh saya tahu, mengapa JUSTRU FORUM KRISTEN TIDAK
BERSEDIA melakukan dialog antar agama? WHY? Ini bertolak belakang dengan
semangat dan prinsip Anda. Mereka yg bersedia kesana, berarti SIAP UNTUK
DITABURI, DIKOTBAHI, DIKABARI. Ini JUSTRU KESEMPATAN EMAS bagi Rencana
Allah, agar semua orang tahu. Sebagai tempat bagi Anda UNTUK MELURUSKAN
PANDANGAN KELIRU TENTANG KRISTEN. TEMPAT MENCARI INFORMASI YANG BENAR
tentang KRISTEN!!! Coba lihat Forum Hindu dan Buddha, banyak pertanyaan yg
baik tapi ada juga yg aneh-aneh, di sinilah moderator BERTUGAS untuk
MELURUSKAN pandangan keliru tentang Hindu dan Buddha. Tentunya yang memang
ingin tahu. Bukan sekedar mengganggu. Tapi, maaf, saya lihat, kalau ada
umat yg beragama lain, seperti ada detektif,”Wah!!! Ini si anu TAMU!!!”
Selalu ditanggapi negatif. Umat lain selalu dinilai negatif. Ini sekedar
masukkan dari saya. Itu hak Anda untuk mengatur sendiri.
Doktrin pekabaran Injil adalah: mengabarkan Injil ke seluruh
dunia. Ini hal yang sangat berbeda. Seorang tidak bisa memilih jika
kepadanya tidak diberikan pilihan. Banyak yg mengira hanya punya satu
pilihan hanya karena dia tidak beritahu bahwa ada pilihan yg lebih baik.
Itulah doktrin pekabaran Injil. Bahwa dia tidak percaya, itu di luar
kekuasaan manusia. Tugas seorang Kristen bukan menjadikan dia menjadi
Kristen, melainkan memberitahukan jalan itu.
Saya pernah
baca tentang ini. Tapi apakah TARGET pengabaran itu HARUS SESEGERA MUNGKIN
DICAPAI? Dengan cara apapun? Apakah kehendak Tuhan TERGANTUNG TINDAKAN DAN
USAHA MANUSIA? Sulit saya mengerti, kok NIAT DAN RENCANA TUHAN YG MAHA
KUASA DITENTUKAN OLEH USAHA ANDA-ANDA???
Coba, seandainya
orang(Si XYZ) belum dengar kabar Alkitab. Lalu seseorang (SI ABC) sudah
Anda kabari, tapi belum yakin atau percaya pada Alkitab. Kiamat. Apa
resiko yg masing-masing terima?
Renungan saya, yg sudah nerima dan
percaya, Oklah selamat, dapat surga. Lalu yg ANDA KATAKAN LEBIH BANYAK
MENOLAK KABAR, tapi SUDAH MENDENGAR, apa yg didapatkan mereka? Dan Mereka
yg sama sekali belum dengar kabar Alkitab, apa vonisnya?
Apakah
Anda TIDAK MEMPERDULIKAN MASALAH SEJAUH ITU? Yang penting Anda sudah
melakukan kebajikan, berniat tulus ikhlas pada orang lain?
Kalau
saya nggak salah duga, maaf, mohon diluruskan bila saya keliru,”Kepada
mereka yg SUDAH ANDA KABARI, TAPI TAK PERCAYA, Anda SUDAH MENGIKATKAN TALI
GANTUNGAN DI LEHERNYA”.
Pren, INI FDAA, KITA SUDAH MELANGGAR HUKUM
FORUM INI. Tapi Pak Moderator FDAA, cukup bijak memberi kita tempat.
Thanks buat Pak Moderator. Nah, untuk hal-hal yg saya tulis ini, DIMANA
BISA SAYA TANYAKAN, minta KONFIRMASI, PREN?
Maaf
kalau saya jadi bicara soal kekristenan, tapi saya kira ini ada relevannya
untuk menepis anggapan negatif yg terlalu menggeneralisir pekabaran Injil.
Tentu saja ada orang Kristen yg bersemangat, tapi tidak terlalu bijak. Ini
bukan hanya monopoli penganut kekristenan saja: dimanapun kita akan
menemukan orang seperti itu. Kalau pandangan kita hanya terbatas pada
orang2 jenis ini, tidak heran wajah pekabaran injil di Indonesia ini jadi
buruk. Tapi ketidakakuratan pandangan seperti ini ibarat pandangan bahwa
bulan itu berbentuk sabit hanya karena suatu kita melihat bahwa suatu
ketika bulan itu memang kelihatan berbentuk sabit.
Saya
senang dapat pengetahuan tentang apapun.
Saya bukan cari
pembenaran diri. Seandainya Anda di “Paradise Seller”, berkata dengan
bijak begini, bahwa tindakan pengabaran –baik kristen maupun non kristen—
ada yg bijak dan ADA YG TIDAK BIJAK. saya tidak akan jalan-jalan ke sana.
Saat itu Anda ngotot bahkan menyokong tindakan pengabaran rumah-ke rumah.
Selama ini saya tidak ke sana, karena menyadari “pengalaman saya” belum
tentu dari kelompok Anda atau Umax. Ini yang membuat saya jalan-jalan.
Mohon Sdr. Rada maklum.
Oh, ya, berdasarkan
kejadian2 nyata yg anda alami atau lihat, bagaimanakah cara2 penyebaran yg
tidak bijak menburut anda? Saya sungguh berharap anda tidak mengambil
kesimpulan hanya atas desas desus saja.
“Dua tahun lebih
yang lalu”, seorang pendeta bertanya pada seorang murid SMU, “Agama Buddha
itu tidak bertuhan, ya?” Jelas, ia keblinger kena JAB, begini. Anak ini
mengemukakan di acara kebaktian, minta jawaban. Seorang pendeta, SARJANA
THEOLOGI (ia ngakui ini) bertanya pada seorang anak SMU. Bayangin aja, apa
tidak seperti Tyson melawan anak SMU? Menurut Anda, apa ini pertanyaan yg
mesti kita terima secara positif? Kalau ia mau TAHU, kan tanya pada
bhikkhu-lah. Tapi kalau tujuannya bukan TAHU…..
Akhirnya saya
jumpa dengan calon pendeta di rumah seorang Cina yg lebih cendrung
beragama Buddha tradisi. Anda tahulah sedang apa. Saya diundang
ketempatnya(Gereja). Saya berdiskusi dengan pendetanya. Tentang, kenapa
Adam bisa jatuh, dll. Akhirnya, sudah malam calon pendeta (tidak ikut
diskusi) itu dengan emosi berkata,”Sudah percumalah didiskusikan!” Saya
amat tertegun mendengar perkataan ini.
Kalau memang tidak bisa
didikusikan, untuk apa ia keliling-keliling NGAJAK + NANTANG diskusi umat
lain? Saya pikir dalam hati,” Kok calon pendeta gini…. Maunya diskusi
dengan mereka yg pengetahuan agama Buddhanya masih awam saja. Kok, bilang
percuma diskusi dengan saya. Ia bukan cari KEBENARAN, tapi CARI MENANG!
Pantas yg diajak diskusi yg pengetahuan agamanya awam saja! Saya yang
bukan apa-apa saja, berdiskusi SAMA SEKALI BUKAN CARI MENANG, TAPI CARI
KEBENARAN.”
Semoga masukan saya bisa bermanfaat buat Anda.
Saya kira ini tidak ada hubungannya dengan
histori. Mengapa di DAA ini seorang Buddha tidak pernah berdebat dengan
seorang Islam, seorang Hindu dengan Kristen misalnya? Karena sementara
yang satu merasa tidak ada salahnya berdebat, pihak yg lain merasa risi
melakukannya entah dengan alasan apa. Ini yang saya tidak mengerti.
Ingat Sdr. Rada, kali ini saya sedang berbagi dengan Anda, mohon
ditanggapi secara positif.
Sebelum Anda tanya, beberapa bulan
belakangan ini saya SADAR dan BANGUN. Menyadari, kenapa saya kok kalau
diskusi dengan umat lain bisa santai tidak tegang, tapi kalau dengan Umat
kristen, kok selalu tegang. Why?
Saya renungkan, mohon Sdr. Rada
meluruskan kalau saya salah, OK?, Ah…. Umat lain tidak memandang Umat
Buddha sebagai LAHAN YG SIAP DITABUR. Tapi Umat Kristen memandang umat
lain adalah LAHAN YG MESTI DAN HARUS DITABURI. SEMUA ORANG MESTI PERNAH
MENDENGAR, MEMBACA TENTANG KABAR ALKITAB. SEMUA ORANG MESTI PUNYA PILIHAN.
PALING TIDAK MEREKA MESTI PERNAH MENDENGAR KABAR ALKITAB. INI BUKAN
MENARIK ATAU MENGKRISTENKAN. Ini untuk menggenapi RENCANA ALLAH.
Jadi, umat lain hanya BEREAKSI atas AKSI ANDA YG MULIA.
Demikian Sdr. Rada.
Terima kasih. |
|