Dialog Antar-Agama

Dialog Antar-Agama
 indeks topik | kajian teologis | pustaka deedat | pustaka dialog antar-agama |

 

Dialog Antar-Agama : MIsSIONARIES

dukkha

  anggota terhormat
 5 Aug 2002 11:31  [203.130.247.50]  nilai: 2nilai: 2 [komentar yang ini][tentang dukkha][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

MIsSIONARIES

MIsSIONARIES


Saya CpPs dari Thread “EQUIMINDEDNESS-Kesejajaran Pikiran...” Satya.


rada :
Tapi pointnya adalah. pendapat org lain itu pantas dan perlu dikritik. Bahkan dalam sejarah kepercayaan2, tanpa kritik kepercayaan2 itu tidak akan menemukan bentuknya seperti yg kita temukan sekarang ini. Perkembangan kepercayaan2, paling tidak dalam bentuk praktisnya, sedikit banyak mendapat pengaruh dari kritik2 yg ditujukan kepadanya.

aths :
hmm.. menarik.. so.. pertanyaannya.. yang perlu dikritik ( baca : didebat ) itu pendapat orangnya ataukah kepercayaan orangnya ?

Ini yang menurut gua belom banyak difahami oleh netter2 di DAA ini, bahkan oleh yg udah senior sekalipun... ( sorry .. but I told the truth )

coba kita liat... ketika elu 'menang' berdebat disini.. apa itu berarti agama lu yang menang ? trus ketika lu 'keteteran' kagak bisa nyaut lagi ketika digempur lawan bicara lu.. apa itu berarti agama lu yang kalah ? NO..!!! .. of course not.... cuma ada dua kemungkinan ketika lu kalah ato menang... elu lebih pinter atau lawan lebih goblok.. vice versa...

dan ini sebenernya ga ada hubungannya ama kepercayaan.. keyakinan.. dan segala tai kucing.. tai kuda.. bahkan dengan tainya tuhan sekalipun... so.. kalo ada yang 'merasa' menjadi pahlawanlah.. pembela agamalah.
. ato malah ada yang mau dagang agama di sini.. itu hanya menunjukan bahwa elu2 itu belum ngerti .. apa hakekat diskusi.

Thread ini untuk membahas yg berhuruf hijau. Yang berhurup biru, silahkan bahas di threadnya. Thanks.

Missionaries, bukan hanya ada di kristen saja, semua agama rasannya sama. Jadi mohon teman Kristen tidak tersinggung dengan istilah ini. Organisasi Buddhis, juga ada yang menggunakan istilah ini utuk organisasinya. Kalau ada istilah yg lebih tepat, mohon diluruskan. Yah, daripada pakai istilah “menterengnya” rekan Aths.

Keinginan untuk membagi keselamtan kepada orang lain adalah niat yg sangat amat luhur sekali. Dan Semua agama juga mengajarkan untuk dan agar umatnya ikut menyebarluaskan keselamatan yg sudah diperoleh, sehingga orang lain juga ikut selamat. Good!!! Bless 4 all….

Cuma, terkadang niat yg begitu luhur lebih sering menimbulkan KERUSAKAN –perang mulut bahkan fisik--, daripada KEBAIKAN bagi semua pihak. Merasa APA YG PALING DICINTAI, DIHORMATI, DIJUNJUNG, diremehkan. Dilanggar. Orang KEBANYAKAN siap mati demi agamanya yg dijunjung tinggi.

Sepertinya ini satu dilema bagi kita semua. Agama menganjurkan kita nyebarin agama kita, tapi etika dan sopan santun SEPERTINYA menghambat, atau membatasi.

Point lain, yg penting kita tahu adalah “Apa hakekat diskusi.”

Nah, saya mohon rekan Aths, dan Ekilater semua berkenan untuk memberi pencerahan buat kita semua. Ini topik yg cukup riel. Thanks.


Bless 4 all….

rada

  anggota jaya
 5 Aug 2002 12:29  [202.158.16.162]  nilai: 3nilai: 3nilai: 3 [komentar yang ini][tentang rada][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: MIsSIONARIES

Untuk membuat masalah ini lebih proporsional, saya ingin kita juga menanyakan kepada diri kita sendiri: seyakin apakah kita akan kebenaran yg kita anut? Memang banyak orang yang ber-missi dengan cara2 yg kurang bijak. Tapi dari segi lain, apakah hanya karena pandangan negatif orang lain, anda jadi undur diri dari mengabarkan kebenaran yg anda yakini? Atau anda cukup puas kalau hanya anda yg mengamini kebenaran itu? Atau justru anda kurang pede dengan apa yg anda yakini sehingga anda tidak punya keberanian mengabarkannya kepada orang lain?

Saya tidak bertanya "seberapa benar", melainkan "seberapa yakin". Kalaulah anda yakin dengan apa yg anda yakini sekarang ini, tidak inginkah anda orang lain meyakini yg sama juga? Mungkin anda akan menjawab,"tentu saja saya ingin". Lalu timbul pertanyaan,"Apa yg telah anda lakukan untuk mewujudkan hal itu"?
Hanya berharap saja?

dukha:
Point lain, yg penting kita tahu adalah “Apa hakekat diskusi.”

rada:
salah satu kekeliruan fatal dalam memahami hakekat diskusi adalah, mengira diskusi selalu melulu mengenai: bagaimana memecahkan masalah demi kepentingan bersama. Itu salah. Kalau kita sedang mengalami sesuatu dalam tataran praktis, sesuatu yg melibatkan dan mempengaruhi kita bersama, lalu kita berdiskusi maka memang pengertian berdiskusi dalam hal ini adalah bagaimana mencari jalan keluar yg disetujui bersama. Tapi berdiskusi juga adalah: mengenal perbedaan masing2. Diskusi di DAA ini adalah dalam tataran alam pikiran. Mengira bahwa diskusi adalah melulu bagaimana "membawa 2 garis sejajar melancip menuju ujung yg sama" adalah pandangan yg sangat picik.

[ di-edit oleh rada - 5 Aug 2002 13:24 ]

dukkha

  anggota terhormat
 5 Aug 2002 15:11  [203.130.247.48]  nilai: 2nilai: 2 [komentar yang ini][tentang dukkha][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: MIsSIONARIES

Salam sejahtera, rekan Rada yg lagi “ONLINE”,

Terima kasih atas tanggapan Anda. Mari kita bahas dengan kepala dingin.

Memang banyak orang yang ber-missi dengan cara2 yg kurang bijak.
Hanya berharap saja?


Saya sudah jalan-jalan ke Forum kristen. Menunggu tanggapan Anda. Tapi sepertinya Anda dan rekan Lucusekali terlalu sibuk. Untuk berkenan memberi sedikit tanggapan di sana.

Syukurnya kunjungan saya mendahului postingan Anda, ini. Jadi kunjungan saya bukan karena pengaruh postingan yg ini.

Jadi kunjungan saya, tentu akan Anda hargai. Karena memang sesuai dengan semangat dan prinsip Anda sendiri juga. Walau, gara-gara mengajak teman yg lebih bijak dari saya, ke Ekilat ini, justru saya dimusuhi, nggak digubris sama sekali.

rada:
salah satu kekeliruan fatal dalam memahami hakekat diskusi adalah, mengira diskusi selalu melulu mengenai: bagaimana memecahkan masalah demi kepentingan bersama. Itu salah. Kalau kita sedang mengalami sesuatu dalam tataran praktis, sesuatu yg melibatkan dan mempengaruhi kita bersama, lalu kita berdiskusi maka memang pengertian berdiskusi dalam hal ini adalah bagaimana mencari jalan keluar yg disetujui bersama. Tapi berdiskusi juga adalah: mengenal perbedaan masing2. Diskusi di DAA ini adalah dalam tataran alam pikiran. Mengira bahwa diskusi adalah melulu bagaimana "membawa 2 garis sejajar melancip menuju ujung yg sama" adalah pandangan yg sangat picik.


Setahu saya itulah tujuan dan gunanya diskusi: Berusaha mencari titik temu atas dua perbedaan yg ada. Kalau sudah sama, nggak perlu didiskusikan lagi dong. Jadi lewat diskusi kita mencari dan berusaha MELURUSKAN yang bengkok. Sehingga didapat kesepakatan, pada satu titik yg DIAKUI BERSAMA kebenarannya. Tidak ada pemaksaan. Kalau sudah berusaha tidak menemukan titik temu, tidak ketemu mana yg bengkok dan mana yg lurus, ya sudah. Berarti diskusi itu gagal. Kan bukan masalah?
.
(Selanjutnya, Ini, saya bukan tujukan pada Anda pribadi, lho. Jangan salah paham.)
Itu baru picik, kalau sudah jelas bengkok logika, akal sehatnya, TAPI TETAP BERTAHAN MATI-MATIAN dengan berbagai alasan, atau berkukuruyuk. Mengeluarkan jurus pamungkas: BIKIN gara-gara, dan buat kekacauan, sehingga diskusi itu tidak selesai . Tidak satria.

Jadi bagi saya, picik atau tidak, tergantung bagaimana cara peserta diskusi dalam mempertahankan pendapatnya. Dan tujuan diskusi, memang untuk mencari titik temu. Kalau mungkin, tapi kalau tidak ketemu, kan bukan masalah besar? Yang penting berdiskusi dengan cara yg baik. Tidak adu emosi, tapi adu argumentasi.

Tapi berdiskusi juga adalah: mengenal perbedaan masing2.

Kalau tidak ada titik temu, barulah hasilnya seperti yg Anda tulis ini. Saya setuju di sini.


Demikian Sdr. Rada, thanks. Atas tanggapan Anda.


Bless 4 all....

aths

  anggota jaya
 5 Aug 2002 21:56  [202.155.46.3]  nilai: 3nilai: 3nilai: 3 [komentar yang ini][tentang aths][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: MIsSIONARIES

dukkha :
Point lain, yg penting kita tahu adalah “Apa hakekat diskusi.”

Nah, saya mohon rekan Aths, dan Ekilater semua berkenan untuk memberi pencerahan buat kita semua. Ini topik yg cukup riel. Thanks.

aths :
kok jadi ketempuhan gini sih... ?
waduh... syet dah...
gini dukkha..
mungkin apa yg gua akan omongin ini jadinya subyektif kali...
mean.. gua cuma ngliat diri gua sendiri... blom tentu sama ama orang laen.

rasanya sih udah pernah gua omongin di thread laen..
hakekat diskusi itu adalah : MEMPERTENTANGKAN BUAH FIKIRAN...
apapun topiknya..
buah fikiran siapa ?
si yesus ?
si paulus ?
si muhamad ?
si budha ?
si kresna ?
si semar ?
ato.. si tuhan awloh ?

ah.. c'mon.. kita ini siapa sih ?
tanya dulu dah...
KITA INI SIAPA ????
apa iya kita punya kapasitas mendebat beliau2 yg diatas itu ?

makanya dari awal gua dateng kesini udah gua TEGESIN...
gua NGGA MEWAKILI AGAMA apapun...
dan gua hanya MAU Berdebat dengan netter2 sini... bukan ama si muhammad.. si yesus.. dlsb.
coba periksa semua posting2 lama gua..
sedapat mungkin gua menghindari debat AGAMA / KEYAKINAN..
sapa tuh dulu yang bilang " ATHS memojokan islam " .. trus gua jawab :
" bukan..!!! MEMOJOKAN ELU...!!itu yg bener.."

jadi kalo gua mengkritik, mendebat.. bahkan sampe nge-goblok2-in... itu gua tujukan ke BUAH FIKIRAN lawan bicara.. bukan ngegoblokin orangnya...apalagi ngegoblokin agamanya..
ARGUMENnya.. yg gua serang...
liat aja...periksa gih..
gua lebih lebih banyak ngereply posting orang .. daripada 'memulai'

ini yang blom banyak difahami.. oleh netter2 senior sekalipun...
apalagi oleh pedebat2 kelas tanggung ( model elu tuh :p )yg banyak berkeliaran disini...
coba liat dah...
diajak diskusi bukan ngajuin argumen...ato mematahkan argumen gua..
eeee.. malah menganalisa DIRI gua...
yg islam bilang gua anteknya kristen..
yg kristen bilang gua anteknya islam....
so what.. kalo gua islam ato kristen ato atheis ?
bisa ngga ngebantah omongan gua ? argumen gua ?
that's the ONLY point...
( kesel dah gua )

so ?
jadi apa yg penting ?
cuma ada 3 hal :
1. argumen
2. argumen
3. argumen

that's all..
nyok... nyok..nyok...

rada

  anggota jaya
 6 Aug 2002 08:33  [202.158.16.162]  nilai: 3nilai: 3nilai: 3 [komentar yang ini][tentang rada][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: MIsSIONARIES

dukha:
Saya sudah jalan-jalan ke Forum kristen. Menunggu tanggapan Anda. Tapi sepertinya Anda dan rekan Lucusekali terlalu sibuk. Untuk berkenan memberi sedikit tanggapan di sana

rada:
saya kira anda tahu "hukum" di ekilat ini. Kalau anda bukan Kristen, pls jangan masuk kesana, seberapa baikpun niat anda. Kalau ada orang lain yg melanggarnya, mengapa harus diikuti?

dukha:
Setahu saya itulah tujuan dan gunanya diskusi: Berusaha mencari titik temu atas dua perbedaan yg ada. Kalau sudah sama, nggak perlu didiskusikan lagi dong. Jadi lewat diskusi kita mencari dan berusaha MELURUSKAN yang bengkok. Sehingga didapat kesepakatan, pada satu titik yg DIAKUI BERSAMA kebenarannya. Tidak ada pemaksaan. Kalau sudah berusaha tidak menemukan titik temu, tidak ketemu mana yg bengkok dan mana yg lurus, ya sudah. Berarti diskusi itu gagal. Kan bukan masalah

rada:
disinilah kita berbeda pandangan. Mungkin pendapat anda merupakan pencerminan pandangan anda bahwa semua hal pada dasarnya sama, bahwa dalam tingkat abstrak, jika orang mau melihat lebih "bijak" maka pada sadarnya setiap orang adalah benar dan salah sekaligus. Apakah saya tidak melihat hal itu? Tentu saya melihatnya. Itu tidak terlalu sulit dilihat. Bahwa tiap agama pada dasarnya baik, tiap "nabi" mengajarkan kebaikan dll. Itu sudah merupakan hal2 yg umum yg semua org tahu. Anda mungkin berhenti pada tahap membahas persamaan2 itu, tapi saya justru ingin lebih jauh lagi: apa perbedaannya, mulai dari hal2 yg besar sampai hal2 yg kecil.

Saya beri contoh: Seorang Kristen mengatakan Ishaklah yg dikorbankan, seorang Muslim mengatakan Ismail, seorang atheist mengatakan keduanya salah dan kisah itu hanyalah fiktif. Mereka2 ini aktif berdebat ttg hal itu. Apakah menurut anda hal2 seperti itu tidak perlu diperdebatkan? Wong mereka berdebat mengenai hal2 yg mereka percayai.

Yang saya perhatikan adalah, beberapa rekan seprti anda misalnya, masuk ke DAA ini tapi entah kenapa tidak pernah berani mengajukan apa kepercayaan anda dan mengajak kami memperdebatkannya. Mengapa DAA ini kesannya hanya merupakan "pertempuran" antara Islam dan Kristen? Salah satu sebabnya adalah kepercayaan2 lain tidak pernah menunjukkan dirinya secara eksplisit di DAA yg memungkinkan untuk didebat. Kalau mereka dengan terus terang mengatakan apa yg mereka percayai ttg hidup, Tuhan, sorga, kebaikan, keabadian dan tema2 kerohanian lainnya, mereka juga akan sama dengan Muslim dan Kristen di sini: akan aktif berdebat. Mungkin dengan nada yg berbeda, tapi intinya tetap sama: berdebat.
Sekarang, apakah anda cukup berani melakukannya?

[ di-edit oleh rada - 6 Aug 2002 08:48 ]

satya4ueda

  moderator
 6 Aug 2002 10:13  [202.152.27.226]  nilai: 3nilai: 3nilai: 3 [komentar yang ini][tentang satya4ueda][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: MIsSIONARIES

Namaste,

Hi, all...

Saya CPPS komentar rekan rada terhadap rekan dukkha.

rekan rada :
Yang saya perhatikan adalah, beberapa rekan seprti anda misalnya, masuk ke DAA ini tapi entah kenapa tidak pernah berani mengajukan apa kepercayaan anda dan mengajak kami memperdebatkannya. Mengapa DAA ini kesannya hanya merupakan "pertempuran" antara Islam dan Kristen? Salah satu sebabnya adalah kepercayaan2 lain tidak pernah menunjukkan dirinya secara eksplisit di DAA yg memungkinkan untuk didebat. Kalau mereka dengan terus terang mengatakan apa yg mereka percayai ttg hidup, Tuhan, sorga, kebaikan, keabadian dan tema2 kerohanian lainnya, mereka juga akan sama dengan Muslim dan Kristen di sini: akan aktif berdebat. Mungkin dengan nada yg berbeda, tapi intinya tetap sama: berdebat.
Sekarang, apakah anda cukup berani melakukannya?

sa(t)ya :
Menarik...
Dengan logika yang sama, mengapa ekilater HINDU dan BUDDHA tidak mengedepankan perdebatan...

Saya tidak sependapat, jika perdebatan dapat terjadi semata-mata hanya karena tuntutan keterbukaan terhadap keyakinan, khususnya para umat Buddha dan Hindu.

Adapun kesan yang tampak seolah-olah DEBAT hanya menampilkan ISLAM-KRISTEN, saya kira demikianlah adanya.

Saya melihat (ma'af ini pendapat pribadi saya) PERDEBATAN yang muncul antara umat ISLAM dan KRISTEN karena adanya keterkaitan HISTORI diantara kedua agama.
Dengan logika yang sama (keterkaitan HISTORY), lalu mengapa tidak muncul kesan ada perdebatan antara umat, sekali lagi umat HINDU dan BUDDHA, bukan agama HINDU dan BUDDHA.

***Semoga pikiran jernih datang dari segala arah***

s4u

rada

  anggota jaya
 6 Aug 2002 11:20  [202.158.16.162]  nilai: 3nilai: 3nilai: 3 [komentar yang ini][tentang rada][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: MIsSIONARIES

sdr satya trims atas tanggapannya

Saya kira ini tidak ada hubungannya dengan histori. Mengapa di DAA ini seorang Buddha tidak pernah berdebat dengan seorang Islam, seorang Hindu dengan Kristen misalnya? Karena sementara yang satu merasa tidak ada salahnya berdebat, pihak yg lain merasa risi melakukannya entah dengan alasan apa. Ini yang saya tidak mengerti.

dukkha

  anggota terhormat
 6 Aug 2002 13:52  [203.130.247.3]  nilai: 2nilai: 2 [komentar yang ini][tentang dukkha][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: MIsSIONARIES

Maaf Sdr. Rada, saya pindahin postingan Anda kemari, agar sesuai threadnya. Thanks.

rada:
Ada atau tidak ada doktrin pekabaran injil, tindakan mengajak orang lain meyakini juga apa yg kita yakini, adalah tindakan logis, ditinjau dari segi manapun, bahkan dari segi psikologis. Apakah itu bisa dilakukan dengan menghormati hak2 orang? Tentu saja bisa. Janganlah anda secara apriori mengira penginjilan adalah tindakan pemaksaan.

Seperti yg saya pernah katakan kepada sdr kelana, kepercayaan anda (anda = siapapun yg membaca tulisan ini) adalah omong kosong besar jika anda tidak punya niat untuk mengabarkannya kepada orang lain, dengan harapan org itu mempercayai hal yg sama. Sangat tidak logis kalau si A yakin akan kebenaran yg dia anut, tapi dia tidak mengabarkannya kepada orang lain. Entah si A bohong bahwa dia yakin, entah dia terlalu pengecut karena dia kuatir akan menerima tanggapan2 negatif, atau dia terlalu egois menikmati sendiri saja kebenaran itu.

Pertanyaan kepada anda (anda = siapa saja yg membaca tulisan ini) adalah: hendak anda apakan keyakinan anda? Hendak anda simpan sampai mati sambil berharap org2 lain dengan sendirinya punya kebenaran yg sama, atau hendak anda sebarkan kepada orang lain sebelum anda mati?

Menghormati hak dan milik orang lain itu tetap bisa dijaga sekaligus menawarkan kepadanya sesuatu yg lain. Seorang pemilik sepatu selemari penuh merasa dia sudah punya cukup sepatu, tapi ketika datang seorang yg membawa sepasang sepatu baru, dia masih bisa berkata,"Oh...untung kamu datang. Inilah sepatu yg aku tunggu2 selama ini". Kita tidak tahu apa yg akan diucapkan orang2 seperti ini.


Terima kasig Sdr. Rada. Atas tanggapan positif Anda. Please santai aja, kok tegang sekali sih? Saya CpPs postingan awal thread ini:

Keinginan untuk membagi keselamatan kepada orang lain adalah niat yg sangat amat luhur sekali. Dan Semua agama juga mengajarkan untuk dan agar umatnya ikut menyebarluaskan keselamatan yg sudah diperoleh, sehingga orang lain juga ikut selamat. Good!!! Bless 4 all….

Semoga Sdr. Rada bisa lebih memahami PERMASALAHAN yg hendak kita bahas. Yang saya permasalahkan bukan benar atau salahnya penyebaran agama. Karena semua agama juga menganjurkan untuk demikian. Jadi, tentunya terlalu lucu kalau saya tidak menyetujuinya. OK? Tapi CARAnya. Cara penyebarannya.

Anda sendiri akui ada yg melakukan dengan tidak bijak. Nah, lalu bagaimanakah cara penyebaran yg bijak menurut Sdr. Rada?


Buat Sdr. Aths

Lu mau buru-buru ke bagian akhir postingan lu ini, ya? Monitor gue jadi belepotan, nich…. Hihihi…

Hei, masak sih ngak jelas, yg mana yg gue buatin thread baru?
Ada dua point:

ato malah ada yang mau dagang agama disini.. itu hanya menunjukan bahwa elu2 itu belum ngerti ..
apa hakekat diskusi.


Jadi lu belum memberi kuliah point pertama. Padahal itu yg lebih utama, dan berkaitan dengan yg ke dua. Apa salahnya MENURUT LU kalau ada yang jualan agamanya di sini? Argumen, man! Argumen Lu! Hihihi…Kena bumerang lu sendiri.

Masak sih lu udah pada tingkatan “Tidak involvment”? Jujur nich?

Apa lu memang sudah sanggup memilah-milah yg mana Kepercayaan dan mana buah pikir? Ingat, ada banyak sekte atau mazhab, dengan ajubilah tafsirnya. Udah bisa memilah yg mana Buah pikir sekte atau mazhabnya dan yang mana buah pikir Ekilater? Sehingga lu berani yakin yg Lu serang adalah buah pikir ekilater?

Lu merasa udah mencapai dua jenis tingkatan, itu?


yg islam bilang gua anteknya kristen..
yg kristen bilang gua anteknya islam....
so what.. kalo gua islam ato kristen ato atheis ?
bisa ngga ngebantah omongan gua ? argumen gua ?
that's the ONLY point...


Why? Karena NGGAK SEMUA BISA MEMILAH MANA PENDAPAT NABI DAN MANA PENDAPAT PRIBADInya! Apa yg dipikirkan DIANGGAP ITULAH PENDAPAT NABINYA!!! Jadi saat lu nyerang, JELAS DIANGGAP lu nyerang PENDAPAT NABInya dong. Hal yg wajar, kan?
HAMPIR Semua orang, sekte atau mazhab BERPIKIR PENAFSIRANNYALAH yang selaras dengan MAKSUD NABI atau TUHANnya.

so ?
jadi apa yg penting ?
cuma ada 3 hal :
1. argumen
2. argumen
3. argumen


Yah, jelas dong. Diskusi pasti pakai itu. Kan cuman orang yg nggak punya argumen yg terpaksa mengeluarkan EMOSI. Istilah guru gue (Mr M1kail),”Berkukuruyuk…”

Cuma, selain argumentasi, gue sering lihat orang pakai KEKUASAAN. Atas nama “Yang KUASA”. Menurut lu, gimana nih? Jadi ditengah adu argumen, lawan ngeluarin KARTU AS, “Ini Menurut Yang Kuasa, lho!” Kan diskusi jadi macet, karena argumen tentu HARUS NGALAH pada kekuasaan.

Yup, lu udah bilang itu subyektivitas lu. Gue share dikitlah, tukar pikiran ama lu. Kalau lu ANGGAP KELIRU, mohon diberi argumen lu. Thanks.

Point kedua dulu. Hakikat diskusi. Gue lebih cendrung menganggap ini tempat untuk cari dan meluruskan pemahaman. Baik pada kitab sendiri maupun kitab orang lain. Bukan tempat cari menang-menangan debat. Gue udah pernah keok oleh orang yg ngaku Atheis, dulu. Tapi dari kekalahan itu, akhirnya gue bisa meluruskan pemahaman pada kitab gue. Nah, ini justru kemanangan yg lebih besar, bagi gue. Di sini beda kita.

Karena belum mampu memilah, mana yg pendapat nabi dan mana pendapat ekilater, yah. Apa yg tidak sesuai dengan pendapat gue, gue coba pahami maksudnya. Antara pertanyaan dan kritik kan tipis batasnya. Akhirnya juga pendapat atau argumen pribadinya akan keluar.

Point pertama. Gue nggak jualan. Tapi kalau ada yg nanya-nanya, kan tugas gue jelasin apa adanya. Beli atau tidak, bukan urusan gue lagi. Kalau ada yg jual, gue teliti. Siapa tahu memang lebih baik? Kan masih ada waktu buat tukar tambah? Ha ha ha

rada

  anggota jaya
 6 Aug 2002 14:32  [202.158.16.162]  nilai: 3nilai: 3nilai: 3 [komentar yang ini][tentang rada][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: MIsSIONARIES

dukha:
Semoga Sdr. Rada bisa lebih memahami PERMASALAHAN yg hendak kita bahas. Yang saya permasalahkan bukan benar atau salahnya penyebaran agama. Karena semua agama juga menganjurkan untuk demikian. Jadi, tentunya terlalu lucu kalau saya tidak menyetujuinya. OK? Tapi CARAnya. Cara penyebarannya.

Anda sendiri akui ada yg melakukan dengan tidak bijak. Nah, lalu bagaimanakah cara penyebaran yg bijak menurut Sdr. Rada?

rada:
Nah, mengenai mana cara yang bijak mana cara yang tidak, sayangnya mengenai hal2 yg sensitif ini, hampir semua cara yg jika diterapkan di bidang lain tidak jadi masalah, ketika diterapkan ke bidang kepercayaan dicap tidak bijak. Mendatangi rumah ke rumah, bagi kebanyakan org bukanlah tindakan yg bijak dalam pekabaran jalan ke surga itu, padahal jika penjual asuransi atau penjual gorden datang, tidak apa2 (saya tidak sedang menyamakan kedua hal itu lho). Menganjurkan seseorang membuka halaman Alkitab lalu membacanya dianggap melanggar hal asasi manusia sedangkan membandingkan polis asuransi yg dia miliki dengan yg sedang ditawarkan boleh2 saja. Apalagi mengingat yg rajin melakukan ini adalah penganut agama minoritas, pengertian bijak dan tidak bijak itu sangat bias.
Secara umum memang kita bisa katakan, tidak bijak kalau penyebaran kepercayaan itu dilakukan dengan:
-memaksa
-melanggar hukum
-mengintimidasi
-melanggar hak asasi (mis: hak untuk memilih sendiri kepercayaan)

Dalam doktrin pekabaran Injil Kristen, kami tahu bahwa pada akhirnya sangat sedikit yang akan menjadi percaya dibanding yang tidak percaya. Mungkin anda terkejut dengan hal ini, tapi memang benar. ALkitab sudah memberitahukan bahwa makin lama akan makin banyak yang menjauh dari Allah dan sangat sedikit yg benar2 teruji imannya. Itu kami sudah tahu. Doktrin Pekabaran injil bukanlah menjadikan seluruh dunia menjadi Kristen. Bukan. Doktrin pekabaran Injil adalah: mengabarkan Injil ke seluruh dunia. Ini hal yang sangat berbeda. Seorang tidak bisa memilih jika kepadanya tidak diberikan pilihan. Banyak yg mengira hanya punya satu pilihan hanya karena dia tidak beritahu bahwa ada pilihan yg lebih baik. Itulah doktrin pekabaran Injil.
Bahwa dia tidak percaya, itu di luar kekuasaan manusia. Tugas seorang Kristen bukan menjadikan dia menjadi Kristen, melainkan memberitahukan jalan itu.

Maaf kalau saya jadi bicara soal kekristenan, tapi saya kira ini ada relevannya untuk menepis anggapan negatif yg terlalu menggeneralisir pekabaran Injil. Tentu saja ada orang Kristen yg bersemangat, tapi tidak terlalu bijak. Ini bukan hanya monopoli penganut kekristenan saja: dimanapun kita akan menemukan orang seperti itu. Kalau pandangan kita hanya terbatas pada orang2 jenis ini, tidak heran wajah pekabaran injil di Indonesia ini jadi buruk. Tapi ketidakakuratan pandangan seperti ini ibarat pandangan bahwa bulan itu berbentuk sabit hanya karena suatu kita melihat bahwa suatu ketika bulan itu memang kelihatan berbentuk sabit.

Oh, ya, berdasarkan kejadian2 nyata yg anda alami atau lihat, bagaimanakah cara2 penyebaran yg tidak bijak menburut anda? Saya sungguh berharap anda tidak mengambil kesimpulan hanya atas desas desus saja.

kelana

  moderator
 6 Aug 2002 15:35  [202.155.89.151]  nilai: 3nilai: 3nilai: 3 [komentar yang ini][tentang kelana][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: MIsSIONARIES

dukkha

  anggota terhormat
 6 Aug 2002 15:47  [203.130.247.34]  nilai: 2nilai: 2 [komentar yang ini][tentang dukkha][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: MIsSIONARIES

Hai Sdr. Rada, yg “on line terus”
Mari kita bahas dengan coolll…..

rada:
saya kira anda tahu "hukum" di ekilat ini. Kalau anda bukan Kristen, pls jangan masuk kesana, seberapa baikpun niat anda. Kalau ada orang lain yg melanggarnya, mengapa harus diikuti?


Thanks atas himbauan Anda yg mewakili PENGUASA dan PEMILIK FORUM KRISTEN , Sdr. Umax. Sampai sekarang Beliau belum sempat menjawab alasan-alasan yg saya tanyakan. Kok nggak selaras dengan SEMANGAT dan PRINSIP Anda tentang penyebaran agama, ya? Yang menyetujui dan bahkan menganjurkan “Paradise seller”. Bukankah, sudah ada HUKUM negara yg melarang seseorang untuk tidak menyebarkan agama kepada umat lain agama?

Coba beri alasan Anda, MENGAPA dan UNTUK APA, seseorang mesti mematuhi HUKUM, pren? Kalau HUKUM di Ekilat HARUS DITAATI, tapi justru Hukum atau Peraturan Negara, boleh dilanggar, begitukah?

OK, itu ATURAN RUMAH TANGGA kelompok Anda. Apakah rumah tinggal umat lain TIDAK BOLEH PUNYA PERATURAN sendiri juga? Sehingga dengan semangat dan prinsip pengabaran itu, boleh bahkan justru anda anjurkan untuk dikunjungi, berkotbah di rumah umat lain?

Kalau dilihat, saya tidak “berdiskusi antar agama, atau mengkotbahkan agama Buddha”, di sana, saya sekedar mendiskusikan tentang Agama kristen. Apa ini MELANGGAR SEMANGAT DAN PRINSIP AGAMA ANDA? Atau JUSTRU peraturan Forum Kristenlah, yg tidak selaras dengan semangat pengabaran Alkitab??? Apa semangat saya untuk bertanya tentang Kristen adalah TINDAKAN YG SANGAT AMAT SALAH menurut semangat pengabaran Alkitab?

Yang Anda katakan, saya CpPs, tulisan Anda:
Atau anda cukup puas kalau hanya anda yg mengamini kebenaran itu? Atau justru anda kurang pede dengan apa yg anda yakini sehingga anda tidak punya keberanian mengabarkannya kepada orang lain?

Pertanyaan kepada anda (anda = UMAXXX + RADA) adalah: hendak anda apakan keyakinan anda? Hendak anda simpan sampai mati sambil berharap org2 lain dengan sendirinya punya kebenaran yg sama, atau hendak anda sebarkan kepada orang lain sebelum anda mati?
(yang dalam kurung diedit dukkha, just kidding……)

Dan, semua komentar Anda sendiri di atas.

Sungguh bertolak belakang dengan peraturan Forum Kristen, kan? Kok malah orang yg ingin memahami kristen MALAH DILARANG BERTANYA??? Mestinya kan Semangat dan Prinsip pengabaran itu diterapkan pada forum itu? Inkosistensi, lagi nich? Mohon Sdr. Rada menjelaskan, agar saya bisa memahaminya. Thanks.

Menghormati hak dan milik orang lain itu tetap bisa dijaga sekaligus menawarkan kepadanya sesuatu yg lain. Seorang pemilik sepatu selemari penuh merasa dia sudah punya cukup sepatu, tapi ketika datang seorang yg membawa sepasang sepatu baru, dia masih bisa berkata,"Oh...untung kamu datang. Inilah sepatu yg aku tunggu2 selama ini". Kita tidak tahu apa yg akan diucapkan orang2 seperti ini.

Coba tolong, apakah bertanya tentang Alkitab di sana itu menurut Anda tidak hormat? SALAH? DOSA? Apa yg saya lakukan TIDAK SESUAI DENGAN SEMANGAT ANDA, JUGA? So? Apa umat Kristen sajakah yg boleh punya SEMANGAT dan PRINSIP pengabaran itu???

Kalau boleh saya menghimbau, sesuaikan dengan semangat dan prinsip pengabaran Agama Andalah. Bila perlu “demo” aja, Pimpinan yg nggak sesuai semangat dan prinsip Pengabaran Alkitab. Ha… ha…. ha… (Diskusi dengan Anda, kok tegang trus, ya?). Santai dikit, pren. Kita cuma tukar pikiran saja. Tidak usah terlalu teganglah, biar pikiran kita bisa jernih dalam berargumentasi. Bukan adu emosi, kan?

rada:
disinilah kita berbeda pandangan. Mungkin pendapat anda merupakan pencerminan pandangan anda bahwa semua hal pada dasarnya sama, bahwa dalam tingkat abstrak, jika orang mau melihat lebih "bijak" maka pada sadarnya setiap orang adalah benar dan salah sekaligus. Apakah saya tidak melihat hal itu? Tentu saya melihatnya. Itu tidak terlalu sulit dilihat. Bahwa tiap agama pada dasarnya baik, tiap "nabi" mengajarkan kebaikan dll. Itu sudah merupakan hal2 yg umum yg semua org tahu. Anda mungkin berhenti pada tahap membahas persamaan2 itu, tapi saya justru ingin lebih jauh lagi: apa perbedaannya, mulai dari hal2 yg besar sampai hal2 yg kecil.


Apa kunjungan saya kesana membehas persamaan? Justru gue SEPENDAPAT TOTAL dengan pernyataan Anda yg saya tebalkan!!! ANEHNYA, TINDAKAN SAYA JUSTRU HENDAK ANDA DAN UMAXXX BENDUNG!!! Inkonsistensi, lagi pren?


Yang saya perhatikan adalah, beberapa rekan seprti anda misalnya, masuk ke DAA ini tapi entah kenapa tidak pernah berani mengajukan apa kepercayaan anda dan mengajak kami memperdebatkannya. Mengapa DAA ini kesannya hanya merupakan "pertempuran" antara Islam dan Kristen? Salah satu sebabnya adalah kepercayaan2 lain tidak pernah menunjukkan dirinya secara eksplisit di DAA yg memungkinkan untuk didebat. Kalau mereka dengan terus terang mengatakan apa yg mereka percayai ttg hidup, Tuhan, sorga, kebaikan, keabadian dan tema2 kerohanian lainnya, mereka juga akan sama dengan Muslim dan Kristen di sini: akan aktif berdebat. Mungkin dengan nada yg berbeda, tapi intinya tetap sama: berdebat.
Sekarang, apakah anda cukup berani melakukannya?


WELLCOME to Forum Buddha Dhamma, pren. Please…. Semangat dan prinsip Anda, DITERAPKAN OLEH Sdr. KELANA!!! Silahkan bertanya, Sdr. Lucusekali, Goldy, dll, akan disambut dengan PRASANGKA POSITIF.

Bless 4 all....

aths

  anggota jaya
 7 Aug 2002 07:23  [202.53.252.36]  nilai: 3nilai: 3nilai: 3 [komentar yang ini][tentang aths][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: MIsSIONARIES

dukkha :
Jadi lu belum memberi kuliah point pertama. Padahal itu yg lebih utama, dan berkaitan dengan yg ke dua. Apa salahnya MENURUT LU kalau ada yang jualan agamanya di sini? Argumen, man! Argumen Lu! Hihihi…Kena bumerang lu sendiri.

aths :
hehe... apa salahnya ?
emang gua bilang kalo jualan agama itu salah ? kapan ?
bukan salah kali.. MENYEBALKAN... tau
kayak kalo kita lagi nonton TV.. pas tegang2nya... tau2..jreengggg..!! .. iklan..
iihh..!! sebel dah...
tapi kan ga ada yg bilang iklan itu salah..
lalu kalo disini...
ya... lu liat aja ...
kalo gua sih SEBAL.. tempat diskusi kok dipake dagang..
kan gitu.
tapi.. yaaa.. gua ga bisa bilang itu salah.. namanya juga orang lagi usaha.. ya gih aja.

dukkha :
Masak sih lu udah pada tingkatan “Tidak involvment”? Jujur nich?

aths :
iki opo sih ?
ga erti aku...

dukkha :
Apa lu memang sudah sanggup memilah-milah yg mana Kepercayaan dan mana buah pikir? Ingat, ada banyak sekte atau mazhab, dengan ajubilah tafsirnya. Udah bisa memilah yg mana Buah pikir sekte atau mazhabnya dan yang mana buah pikir Ekilater? Sehingga lu berani yakin yg Lu serang adalah buah pikir ekilater?

aths :
kan ada dua hal dalam diskusi itu...
REFERENSI dan ARGUMENTASI...
ya kita liat dong... apakah si referensi itu dijadikan argumentasi ato dijadikan PENGUAT argumentasi...
kalo dijadikan argumentasi.. ya gua gebuk :-)....
kan tu artinya.. dia sudah menyatakan sendiri bhw itu SUDAH MENJADI buah fikiran dia.
gimana ngebedaiinnya.. ?
tingal diliat.. dicantumin ngga sumbernya.. gampang kan ?
banyak kok disini yg melakukan itu.. yaaa.. kebanyakan sih bunuh diri.. pas dibalikin.. plekuk2..blebek2... wong bukan pikiran n'diri...
makanya..buat yg hobby cpps.. kalo itu referensi.. bilangin dong.. jadi ga gua gebuk... hahaha
nah.. kalo org2 fundamentalis lucu..
diskusi ngga pake otak.. pake ayat...
GOBLOK ngga ?

dukkha:
Lu merasa udah mencapai dua jenis tingkatan, itu?

aths :
tingkat apaan sih ?
gedong kaleee.. betingkat..
hehehe...

dukkha :
Why? Karena NGGAK SEMUA BISA MEMILAH MANA PENDAPAT NABI DAN MANA PENDAPAT PRIBADInya! Apa yg dipikirkan DIANGGAP ITULAH PENDAPAT NABINYA!!! Jadi saat lu nyerang, JELAS DIANGGAP lu nyerang PENDAPAT NABInya dong. Hal yg wajar, kan?

aths :
wajar sih wajar...
cuma GOBLOK... bener ga ?

dukkha :
HAMPIR Semua orang, sekte atau mazhab BERPIKIR PENAFSIRANNYALAH yang selaras dengan MAKSUD NABI atau TUHANnya.

aths :
terserah... selaras kek.. seliris kek...selurus kek....
bisa mempertahankannya ngga ?
that's the point...
gimana sih.


dukkha :
Cuma, selain argumentasi, gue sering lihat orang pakai KEKUASAAN. Atas nama “Yang KUASA”. Menurut lu, gimana nih? Jadi ditengah adu argumen, lawan ngeluarin KARTU AS, “Ini Menurut Yang Kuasa, lho!” Kan diskusi jadi macet, karena argumen tentu HARUS NGALAH pada kekuasaan.

aths :
tu kan hanya referensi... ( anggap aja gitu.. kalo gua sih )
kebetulan referensinya dari tuhan awloh.. apa bedanya ?
udah ah.. lu mancing2 kesini terus deh.. herrann....

dukkha :
Point kedua dulu. Hakikat diskusi. Gue lebih cendrung menganggap ini tempat untuk cari dan meluruskan pemahaman. Baik pada kitab sendiri maupun kitab orang lain.

aths :
coba bahasanya dibetulken dong....
hakekat kok jadi tempat ?
lalu kok jadi meluruskan ?
ooo.. lu belum bisa ngebedain antara MAKSUD dan TUJUAAN.. klo gitu.
nih gua kasih tau....
maksud = apa yang dimaksud
tujuan = apa yang dituju

tuh.. lebih jelas kan ?
apa coba korelasinya ? pikir n'diri ah...


dukkha :
Bukan tempat cari menang-menangan debat.

aths :
ini pendapat orang yang unconfidence alias minder wardech..( baca: GOBLOK..!!! )
supaya kalo salah.. ada tempat bersandar ( dari rasa malu )
leave it that..!! udah ga musim...!!
faham gini mah ngga mendidik untuk jadi pinter.. malah cenderung bikin org seenaknya.. asal jeplak.. wong ga cari menaaaaanggggg....
liat aja disini.. banyak banget tuh thread asal jeplak...
GOBLOK pan ? nah itu datengnya dari faham ga cari menang..

dukkha :
Gue udah pernah keok oleh orang yg ngaku Atheis, dulu. Tapi dari kekalahan itu, akhirnya gue bisa meluruskan pemahaman pada kitab gue. Nah, ini justru kemanangan yg lebih besar, bagi gue. Di sini beda kita.

aths :
ya udah... kalo gitu lu kalah aja terus.....
biar pemahaman lu tambah lurus...
hihihihi..

dukkha :
Karena belum mampu memilah, mana yg pendapat nabi dan mana pendapat ekilater, yah. Apa yg tidak sesuai dengan pendapat gue, gue coba pahami maksudnya. Antara pertanyaan dan kritik kan tipis batasnya. Akhirnya juga pendapat atau argumen pribadinya akan keluar.

aths :
ribet.. !!!!
klo lu blom tau... tanyaaa....
sering gua lakuin..
" ini pendapat pribadi ato mengatasnamakan ummat ? "
tuh gitu contonyah....

dukkha :
Point pertama. Gue nggak jualan. Tapi kalau ada yg nanya-nanya, kan tugas gue jelasin apa adanya. Beli atau tidak, bukan urusan gue lagi. Kalau ada yg jual, gue teliti. Siapa tahu memang lebih baik? Kan masih ada waktu buat tukar tambah? Ha ha ha

aths :
ya.. berlakulah baik...
bilang bae2..
" maaf.. orangnya lagi ngga ada "
hehehe...

dukkha

  anggota terhormat
 7 Aug 2002 10:23  [203.130.247.28]  nilai: 2nilai: 2 [komentar yang ini][tentang dukkha][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: MIsSIONARIES

Hai Sdr. Rada,

GBU! Thanks!
Sepertinya sekarang Anda bisa lebih santai. Dengan begini, kita bisa berdiskusi sebagai teman bukan lawan.. Anda ingin saya selamat, saya juga ingin Anda selamat. Kita bisa saling berbagi, semoga Anda berkenan.

Pertama, postingan saya Tgl. 6 Aug 2002 13:52 , saya posting sebelum membaca postingan Anda ini. Maaf, kalau saya kurang mampu mengatur kata.

rada:
Nah, mengenai mana cara yang bijak mana cara yang tidak, sayangnya mengenai hal2 yg sensitif ini, hampir semua cara yg jika diterapkan di bidang lain tidak jadi masalah, ketika diterapkan ke bidang kepercayaan dicap tidak bijak. Mendatangi rumah ke rumah, bagi kebanyakan org bukanlah tindakan yg bijak dalam pekabaran jalan ke surga itu, padahal jika penjual asuransi atau penjual gorden datang, tidak apa2 (saya tidak sedang menyamakan kedua hal itu lho). Menganjurkan seseorang membuka halaman Alkitab lalu membacanya dianggap melanggar hal asasi manusia sedangkan membandingkan polis asuransi yg dia miliki dengan yg sedang ditawarkan boleh2 saja. Apalagi mengingat yg rajin melakukan ini adalah penganut agama minoritas, pengertian bijak dan tidak bijak itu sangat bias.


Pren, coba kita saling share sebagai teman. Gue akan memberi masukan sebagai pembanding, kemudian Anda renungkan dan komentari.

Kalau seseorang ganti, TV, sepatu, polis, lemari es, BARANG ATAU MILIK YG TIDAK PUNYA NILAI KENANGAN atau NILAI PRIBADI, jelas dong orang nggak TERSINGGUNG kalau ditawari yg lain, apalagi yg lebih berkualitas. Malah senang!

Tapi coba renungkan, Kalau istri/suami kita, anak kita, mau ditukar dengan yg lebih baik, bagaimana tanggapan kita? Atau –ini hanya misal saja, maaf-- karena istri kita cantik/suami kita tampan, lalu ada yang mau nukar tambah dengan uang setrilyun. Apa kita akan senang, atau merasa terhina? Tersinggung? Apa anda akan bisa memahami niat baik orang yg menawarkan itu? Walaupun yg ditawarkan Missuniversepun!, Anda pasti akan marah lah.

Nah, mungkin Anda sudah mulai bisa membedakan sekarang bahwa ada benda “kodian” yg tidak punya nilai pribadi sehingga mudah untuk ditukar atau diganti dengan yg lebih baik. Tapi ada MILIK yg memiliki NILAI KENANGAN atau PRIBADI, yg SULIT bahkan MUSTAHIL untuk ditukar, bahkan dengan yg lebih baik sekalipun. Sedangkan AGAMA, Tuhan, Anda tahu jugalah, NILAI PRIBADInya bagi seseorang JAUH AMAT LEBIH TINGGI daripada nilai istri/suami ataupun anak. Jadi, begitu seseorang MENAWARKAN ISTRI/SUAMI/ANAK yg lain, HAMPIR SEMUA ORANG YG CUKUP WARAS akan merasa TERSINGGUNG, diremehkan, dilecehkan. Apalagi mau nawarin TUHAN baru!!!

Anda menghimbau saya agar tidak kesana dengan baik. Bila, sebulan, dua bulan saya kesana lagi, lagi, dan lagi. apa anda masih akan bisa menghimbau dengan baik-baik? Nah, yang saya alami, patah tumbuh hilang berganti…. Saya pribadi sih, senang kalau ada yg datang ngajak diskusi. Saya berusaha memahami apa yg mereka tawarkan. Tapi, lebih banyak orang yg kurang berkenan dikunjungi begini.

Anda sendiri menghimbau saya, walau “SEBERAPA BAIKPUN” agar tidak berdiskusi di Forum Kristen. Nah, tentunya Anda bisa memahami dengan lebih jelas lagi. Mengapa himbauan ini tidak kita terapkan juga pada kelompok sendiri? Semua orang tahu niat baik penyebaran agama kepada umat lain (jadi saya tidak hanya bicara tentang pengkabaran Alkitab, tapi termasuk semua agama. Karena “umat Buddha” mungkin saja bertindak seperti ini.)

Secara umum memang kita bisa katakan, tidak bijak kalau penyebaran kepercayaan itu dilakukan dengan:
-memaksa
-melanggar hukum
-mengintimidasi
-melanggar hak asasi (mis: hak untuk memilih sendiri kepercayaan)


Bagaimana kalau dengan “MENGELABUI”, Ancaman kiamat? Saya alami, ada yg MENGAKU BUKAN NYEBARIN AGAMA, TAPI CUMA SURVEY!

Hal lain kalau boleh saya tambah adalah WAKTU dan TEMPAT. Kalau seseorang berbicara apapun di RUMAHNYA SENDIRI(GEREJA, MESJID, PURA) mau bilang apa, It’s OK. Karena memang ditujukan buat Umatnya. Kalau umat lain kesana, ya resikonya sendiri. Mau bilang Umat Buddha nyembah patung, kafir, atheis, yah, gue maklum ajalah. Itu urusannya. Tapi kan beda kalau itu diucapkan di muka umum, apalagi khusus datang ke rumah tinggal umat lain.

Jadi, kalau boleh saya tahu, mengapa JUSTRU FORUM KRISTEN TIDAK BERSEDIA melakukan dialog antar agama? WHY? Ini bertolak belakang dengan semangat dan prinsip Anda. Mereka yg bersedia kesana, berarti SIAP UNTUK DITABURI, DIKOTBAHI, DIKABARI. Ini JUSTRU KESEMPATAN EMAS bagi Rencana Allah, agar semua orang tahu. Sebagai tempat bagi Anda UNTUK MELURUSKAN PANDANGAN KELIRU TENTANG KRISTEN. TEMPAT MENCARI INFORMASI YANG BENAR tentang KRISTEN!!! Coba lihat Forum Hindu dan Buddha, banyak pertanyaan yg baik tapi ada juga yg aneh-aneh, di sinilah moderator BERTUGAS untuk MELURUSKAN pandangan keliru tentang Hindu dan Buddha. Tentunya yang memang ingin tahu. Bukan sekedar mengganggu. Tapi, maaf, saya lihat, kalau ada umat yg beragama lain, seperti ada detektif,”Wah!!! Ini si anu TAMU!!!” Selalu ditanggapi negatif. Umat lain selalu dinilai negatif. Ini sekedar masukkan dari saya. Itu hak Anda untuk mengatur sendiri.

Doktrin pekabaran Injil adalah: mengabarkan Injil ke seluruh dunia. Ini hal yang sangat berbeda. Seorang tidak bisa memilih jika kepadanya tidak diberikan pilihan. Banyak yg mengira hanya punya satu pilihan hanya karena dia tidak beritahu bahwa ada pilihan yg lebih baik. Itulah doktrin pekabaran Injil.
Bahwa dia tidak percaya, itu di luar kekuasaan manusia. Tugas seorang Kristen bukan menjadikan dia menjadi Kristen, melainkan memberitahukan jalan itu.


Saya pernah baca tentang ini. Tapi apakah TARGET pengabaran itu HARUS SESEGERA MUNGKIN DICAPAI? Dengan cara apapun? Apakah kehendak Tuhan TERGANTUNG TINDAKAN DAN USAHA MANUSIA? Sulit saya mengerti, kok NIAT DAN RENCANA TUHAN YG MAHA KUASA DITENTUKAN OLEH USAHA ANDA-ANDA???

Coba, seandainya orang(Si XYZ) belum dengar kabar Alkitab. Lalu seseorang (SI ABC) sudah Anda kabari, tapi belum yakin atau percaya pada Alkitab. Kiamat. Apa resiko yg masing-masing terima?

Renungan saya, yg sudah nerima dan percaya, Oklah selamat, dapat surga. Lalu yg ANDA KATAKAN LEBIH BANYAK MENOLAK KABAR, tapi SUDAH MENDENGAR, apa yg didapatkan mereka? Dan Mereka yg sama sekali belum dengar kabar Alkitab, apa vonisnya?

Apakah Anda TIDAK MEMPERDULIKAN MASALAH SEJAUH ITU? Yang penting Anda sudah melakukan kebajikan, berniat tulus ikhlas pada orang lain?

Kalau saya nggak salah duga, maaf, mohon diluruskan bila saya keliru,”Kepada mereka yg SUDAH ANDA KABARI, TAPI TAK PERCAYA, Anda SUDAH MENGIKATKAN TALI GANTUNGAN DI LEHERNYA”.

Pren, INI FDAA, KITA SUDAH MELANGGAR HUKUM FORUM INI. Tapi Pak Moderator FDAA, cukup bijak memberi kita tempat. Thanks buat Pak Moderator. Nah, untuk hal-hal yg saya tulis ini, DIMANA BISA SAYA TANYAKAN, minta KONFIRMASI, PREN?

Maaf kalau saya jadi bicara soal kekristenan, tapi saya kira ini ada relevannya untuk menepis anggapan negatif yg terlalu menggeneralisir pekabaran Injil. Tentu saja ada orang Kristen yg bersemangat, tapi tidak terlalu bijak. Ini bukan hanya monopoli penganut kekristenan saja: dimanapun kita akan menemukan orang seperti itu. Kalau pandangan kita hanya terbatas pada orang2 jenis ini, tidak heran wajah pekabaran injil di Indonesia ini jadi buruk. Tapi ketidakakuratan pandangan seperti ini ibarat pandangan bahwa bulan itu berbentuk sabit hanya karena suatu kita melihat bahwa suatu ketika bulan itu memang kelihatan berbentuk sabit.

Saya senang dapat pengetahuan tentang apapun.

Saya bukan cari pembenaran diri. Seandainya Anda di “Paradise Seller”, berkata dengan bijak begini, bahwa tindakan pengabaran –baik kristen maupun non kristen— ada yg bijak dan ADA YG TIDAK BIJAK. saya tidak akan jalan-jalan ke sana. Saat itu Anda ngotot bahkan menyokong tindakan pengabaran rumah-ke rumah. Selama ini saya tidak ke sana, karena menyadari “pengalaman saya” belum tentu dari kelompok Anda atau Umax. Ini yang membuat saya jalan-jalan. Mohon Sdr. Rada maklum.

Oh, ya, berdasarkan kejadian2 nyata yg anda alami atau lihat, bagaimanakah cara2 penyebaran yg tidak bijak menburut anda? Saya sungguh berharap anda tidak mengambil kesimpulan hanya atas desas desus saja.

“Dua tahun lebih yang lalu”, seorang pendeta bertanya pada seorang murid SMU, “Agama Buddha itu tidak bertuhan, ya?” Jelas, ia keblinger kena JAB, begini. Anak ini mengemukakan di acara kebaktian, minta jawaban. Seorang pendeta, SARJANA THEOLOGI (ia ngakui ini) bertanya pada seorang anak SMU. Bayangin aja, apa tidak seperti Tyson melawan anak SMU? Menurut Anda, apa ini pertanyaan yg mesti kita terima secara positif? Kalau ia mau TAHU, kan tanya pada bhikkhu-lah. Tapi kalau tujuannya bukan TAHU…..

Akhirnya saya jumpa dengan calon pendeta di rumah seorang Cina yg lebih cendrung beragama Buddha tradisi. Anda tahulah sedang apa. Saya diundang ketempatnya(Gereja). Saya berdiskusi dengan pendetanya. Tentang, kenapa Adam bisa jatuh, dll. Akhirnya, sudah malam calon pendeta (tidak ikut diskusi) itu dengan emosi berkata,”Sudah percumalah didiskusikan!” Saya amat tertegun mendengar perkataan ini.

Kalau memang tidak bisa didikusikan, untuk apa ia keliling-keliling NGAJAK + NANTANG diskusi umat lain? Saya pikir dalam hati,” Kok calon pendeta gini…. Maunya diskusi dengan mereka yg pengetahuan agama Buddhanya masih awam saja. Kok, bilang percuma diskusi dengan saya. Ia bukan cari KEBENARAN, tapi CARI MENANG! Pantas yg diajak diskusi yg pengetahuan agamanya awam saja! Saya yang bukan apa-apa saja, berdiskusi SAMA SEKALI BUKAN CARI MENANG, TAPI CARI KEBENARAN.”

Semoga masukan saya bisa bermanfaat buat Anda.

Saya kira ini tidak ada hubungannya dengan histori. Mengapa di DAA ini seorang Buddha tidak pernah berdebat dengan seorang Islam, seorang Hindu dengan Kristen misalnya? Karena sementara yang satu merasa tidak ada salahnya berdebat, pihak yg lain merasa risi melakukannya entah dengan alasan apa. Ini yang saya tidak mengerti.

Ingat Sdr. Rada, kali ini saya sedang berbagi dengan Anda, mohon ditanggapi secara positif.

Sebelum Anda tanya, beberapa bulan belakangan ini saya SADAR dan BANGUN. Menyadari, kenapa saya kok kalau diskusi dengan umat lain bisa santai tidak tegang, tapi kalau dengan Umat kristen, kok selalu tegang. Why?

Saya renungkan, mohon Sdr. Rada meluruskan kalau saya salah, OK?, Ah…. Umat lain tidak memandang Umat Buddha sebagai LAHAN YG SIAP DITABUR. Tapi Umat Kristen memandang umat lain adalah LAHAN YG MESTI DAN HARUS DITABURI. SEMUA ORANG MESTI PERNAH MENDENGAR, MEMBACA TENTANG KABAR ALKITAB. SEMUA ORANG MESTI PUNYA PILIHAN. PALING TIDAK MEREKA MESTI PERNAH MENDENGAR KABAR ALKITAB. INI BUKAN MENARIK ATAU MENGKRISTENKAN. Ini untuk menggenapi RENCANA ALLAH.

Jadi, umat lain hanya BEREAKSI atas AKSI ANDA YG MULIA.

Demikian Sdr. Rada.

Terima kasih.

 

[topik lain]

 

 

  

             
     
             

 

1