Dialog Antar-Agama

Dialog Antar-Agama
 indeks topik | kajian teologis | pustaka deedat | pustaka dialog antar-agama |

 

Dialog Antar-Agama: banyak tuhan di dunia ini.

larealit

  anggota tetap
 25 Aug 2002 08:43  [202.154.33.41]  nilai: 1 [komentar yang ini][tentang larealit][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

banyak tuhan di dunia ini.

melihat cara menyembah dan fisik tuhan di masing-masing agama berbeda kemungkinan ada banyak tuhan di dunia.
ada yang bisa menyebukan......

satya4ueda

  moderator
 25 Aug 2002 10:14  [61.94.173.228]  nilai: 3nilai: 3nilai: 3 [komentar yang ini][tentang satya4ueda][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: banyak tuhan di dunia ini.

Namaste,
rekan larealit...


Bagi kami umat HINDU, pertanyaan anda sangat mudah dijawab oleh kitab suci VEDA :

"EKO NARAYANAD NA DWITYO ASTI KASCIT" - "TUHAN ITU HANYA SATU DAN TIDAK ADA TUHAN YANG KEDUA"

"EKAM SAT VIPRAH BAHUDA VADANTY" - "TUHAN ITU HANYA SATU, NAMUN PARA BIJAKSANA MENYEBUT DENGAN BANYAK NAMA"

***Semoga pikiran jernih datang dari segala arah***

s4u

[ di-edit oleh satya4ueda - 25 Aug 2002 10:30 ]

deddy2002

  anggota tetap
 25 Aug 2002 17:49  [202.146.253.4]  nilai: 1 [komentar yang ini][tentang deddy2002][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: banyak tuhan di dunia ini.

Ya tetapi semua agama tidak mengenal Tuhan itu sebenarnya...

ada yg menyebut zat...ada yg menyebut suatu hukum....ada yang cuman dijawab aturan....ato ada yg bilang "DIA ADA" artinya semua belom kenal DIA....

Tetapi saat DIA DATANG dan mengenalkan diri dalam bentuk manusia ....mereka tidak mengenalNya dan tidak percaya kepadaNya....

Yohanes 1.....Dia datang kepada ciptanNya tetapi mereka tidak percaya dan menerimaNya.....
Shalom...Yesuslah namanya...yang dulu dikenal sebagai Yehove ksidkenu (Allah keselamatanku)

dukkha

  anggota terhormat
 26 Aug 2002 13:39  [203.130.247.27]  nilai: 2nilai: 2 [komentar yang ini][tentang dukkha][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: banyak tuhan di dunia ini.

Buat Sdr. Larealit dan Sdr. Satya

Menurut pemahaman saya, Tuhan itu berkaitan dengan kemahasucian. Bukan dengan kemahakuasaan. Apakah individu yang maha suci itu diberi nama tuhan atau apapun, ini sekedar istilah buatan manusia. Dan tuhan yg dalam pemahaman ini –maha suci—tak akan goyah oleh pujian –baca: suapan—maupun celaan. Tak terusik sedikitpun, apalagi sakit hati, marah ataupun murka dan mengutuk. Ia tidak mengadili. Ia membimbing.

Tapi tuhan dalam pemahaman individu yang Maha Kuasa, ini yang saya belum bisa pahami. Adanya kejahatan menjadi batu sandungan BAGI SAYA, untuk memahami ini. (Mungkin bisa disimak komen saya di Thread “Re: Setan diciptakan Tuhan atau bukan ???????” tanggal 23 Agustus 2002.)

Buat Sdr. Lare, ada tuhan sejati dan ada yang ngaku-ngaku tuhan. Tentu kita semua paham hal ini. Nah, sekarang gimana caranya kita memilah-milah itu? Punya kemampuankah manusia untuk memilah-milah mana tuhan yang asli dan mana yg sekedar ngaku saja?

Agar tidak disalahpahami, saya tidak ada maksud untuk menyatakan individu yang bukan tuhan tapi ngaku tuhan adalah setan iblis atau makhluk yang negatif. Contohnya begini, ketika orang tua memberitahu pada anaknya yang MASIH KECIL, “Kalau duduki bantal bisa bisulan”. Orang tua itu sedikitpun tidak punya maksud membodohi atau menipu anaknya yg dicintainya.

Demikian pemahaman saya, bahwa semua agama mengajarkan agar kita selamat, jadi orang baik.


Khusus Buat Sdr. Satya

Apakah Sdr. Satya bermaksud mengatakan semua sebutan Tuhan dalam semua kitab suci menunjuk pada Tuhan yg satu dan sama?

Saya kutipkan satu uraian (Maaf, saya edit sedikit –yang italic. Tapi tidak merubah maksud dan isinya.):

Kebenaran yang sesungguhnya itu pada dasarnya bersifat mutlak, bukan bersifat relatif dan mendua. Tidak dikenal adanya pelbagai kebenaran menurut versinya masing-masing. Kalau memang benar bahwa keselamatan hanya dapat diperoleh melalui penebusan Yesus Kristus, misalnya, ajaran Agama Buddha bahwa diri sendiri adalah pelindung bagi diri sendiri tentu bukanlah suatu kebenaran. Ajaran Sang Buddha bahwa pembebasan sejati harus ditempuh melalui pelaksanaan Jalan Mulia Beruas Delapan tentu bukanlah suatu kebenaran. Tidaklah mungkin keduanya merupakan kebenaran. Hanya ada satu yang merupakan kebenaran, sedangkan yang lainnya pasti merupakan ketidakbenaran.

Suatu kebenaran yang sejati juga tidak akan mengandung pertentangan (contradiction) satu sama lainnya. “


Lalu mana yg kebenaran mutlak dan mana yg ketidakbenaran? Inilah yang kita semua cari.


Demikian Sdr. Lare dan Sdr. Satya. Thanks.

 

[topik lain]

 

 

  

             
     
             

 

1