Download Gratis       Artikel       Terapi Otak       DVD Sulap      Kata Bijak      Hipnotis
Kembali ke daftar artikel
12 Agustus: Hari Remaja Sedunia
Gagasan tentang pentingnya remaja memiliki satu hari khusus bermula dari Konferensi Dunia bagi para menteri yang bertanggung jawab menangani masalah remaja yang diselenggrakan di Lisabon pada tanggal 8-12 Agustus tahun 1998. Para menteri ini mengusulkan agar hari terakhir konferensi ini, ketika beberapa kesepakatan mengenai remaja sudah tercapai, diperingati sebagai Hari Remaja Sedunia. Akhirnya pada bulan Desember 1999, Sidang Umum PBB mengeluarkan resolusi yang menetapkan tanggal hari perayaan bagi remaja tersebut mulai tahun 2000.
Sidang Umum merekomendasikan perlu adanya kegiatan pemberian informasi kepada masyarakat sehubungan dengan peringatan tersebut untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia akan Program Aksi bagi Remaja tahun 2000 dan seterusnya.

Tema peringatan Hari Remaja Sedunia 2002 adalah Now and the Future: Youth Action for Sustainable Development (Masa Kini dan Masa Yang Akan Datang: Aksi Remaja untuk Pembangunan Berkelanjutan), dan terfokus pada World Summit on Sustainable Development yang diselenggarakan di Johannesburg Afrika Selatan akhir Agustus ini.
Remaja merupakan salah satu dari sembilan kelompok utama yang ikut serta dalam dialog pendahuluan pada komisi persiapan menjelang World Summit di Johannesburg ini. Keterlibatan remaja dalam pembuatan keputusan serta keikutsertaan mereka dalam pelaksanaan program-program di bidang lingkungan hidup dan pembangunan, akan menjadi faktor penentu suksesnya agenda 21, yaitu capaian dalam mempersatukan masalah dan kebijakan di bidang lingkungan, ekonomi dan sosial ke dalam satu rancangan kerja dan kebijakan.

Bagaimana dengan remaja di Indonesia? Untuk mendapatkan gambaran tentang keikutsertaan yang bisa kita lakukan sebagai remaja Indonesia, mari kita simak surat dari Roellya Ardhyaning Tyas, seorang remaja Indonesia yang menjadi wakil remaja di tingkat internasional.

Guntoro Utamadi, PKBI Pusat
Youth Day; A Celebration

Hello guys and gals,

Saya mau berbagi sedikit pengalaman saya bersama PKBI dan IPPF sebagai organisasi internasionalnya. Di awal saya bergabung dengan organisasi ini, banyak orang yang bertanya: ngapain sih remaja ikut sibuk mengurus masalah KB? Itu kan untuk mereka yang sudah berumah tangga, atau buat mereka yang memang sudah saatnya membina keluarga baru? Ini masalahnya, seringkali orang melihat suatu hal hanya dari persepsi mereka, dan kita, tanpa cek ‘n ricek lagi, terima begitu aja. Bisa jadi mereka lupa kalau kehidupan berkeluarga yang bahagia itu justru mulai direncanakan sejak remaja, sejak seorang anak mendapat menstruasi atau mimpi basahnya. Kita semua berhak mendapat informasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas, justru supaya kita bisa melindungi diri dari semua perilaku yang tidak atau kurang baik. Untuk apa? Tentu saja supaya kita tetap sehat secara lahir, batin dan sosial sampai saatnya kita siap membina kehidupan berumah tangga.

Pemberian informasi dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan remaja inilah yang sebenarnya kita lakukan di youth center. Sudah ada banyak kasus dan contoh dari kehidupan kita sehari-hari bagaimana seorang remaja kehilangan masa depannya hanya karena dirinya tidak mendapat informasi yang benar untuk melindungi diri sendiri dan untuk menjaga orang-orang di sekitarnya. Misalnya kasus-kasus kehamilan remaja yang tentu saja tidak diinginkan, remaja aborsi, Over Dosis, HIV/AIDS, pelecehan seksual dan masih banyak hal lainnya. Inikah potret remaja saat ini? Serba kebingungan?

IPPF (International Planned Parenthood Federation) dengan PKBI sebagai salah satu anggotanya, sadar betul adanya ancaman besar tehadap remaja. Contoh kasus-kasus yang disebut di atas tadi, sebagian besar dialami oleh remaja. Mulailah muncul kepedulian terhadap remaja. Peduli remaja sebagai partner, pelaku dan target group dari semua kegiatan yang diselenggarakan. Sebagai partner, IPPF sudah mengakui keberadaan youth parliament sebagai members assembly di Prague, November 1998, untuk duduk bersama para orang dewasa, berdebat, berbagi ide dan pengalaman, untuk kemudian menghasilkan suatu Youth Manifesto – sebuah plan of action bagi IPPF dan pengembangan strategi lima-tahunan oleh remaja itu sendiri.

Ada dua hal yang mendasar bagi IPPF terhadap eksistensi remaja, yaitu kerjasama remaja-dewasa untuk memastikan remaja memperoleh informasi yang dibutuhkannya; dan memastikan remaja bisa berpartisipasi secara aktif dalam lingkungan sosialnya. Menjadi youth member dalam lingkungan IPPF dan PKBI memberi kebanggaan tersendiri bagi saya pribadi. Keberadaan youth manifesto telah menjamin hak saya dan teman-teman saya lainnya diseluruh dunia untuk mendapat informasi dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan remaja. Youth manifesto adalah program atau kebijakan internasional yang dibuat dari, oleh dan untuk remaja.
Itu salah satu bentuk kepedulian IPPF dan juga PKBI. Tapi ini belum selesai lho. Sebagai organisasi swadaya masyarakat, IPPF jelas punya struktur organisasi yang berjenjang, mulai dari PKBI sebagai salah satu member, tingkat regional sampai internasional. Keberadaan youth member dalam organisasi IPPF bukan hanya dalam bentuk youth manifesto, tapi juga dalam setiap level strukturalnya. Sejak 1998, IPPF mewajibkan anggota Governing Council-nya terdiri atas 20% youth representatives. Governing Council (sering disingkat sebagai GC) itu adalah badan tertinggi IPPF tempat semua kebijakan IPPF dibahas, wadah IPPF menetukan strateginya, dan juga wadah tempat pengambilan keputusan tertinggi dalam lingkup organisasi IPPF ini. Coba deh bayangkan, kita-kita yang remaja ini, diikutsertakan di dalamnya! Jelas aja kita-kita bangga banget. Ternyata suara kita juga ikut didengar. Nggak gampang lho, mendapat kepercayaan untuk bisa ikut menentukan kebijakannya IPPF!  

Lalu bagaimana peran remaja sebagai pelaku program? Percaya nggak percaya, PKBI sudah punya 28 youth center di seluruh negeri ini. Lebih hebat lagi, remajalah yang punya andil paling besar dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan di youth center. Sebut aja deh, mulai dari identifikasi bentuk program, strategi efektif untuk penjangkauan target group, sampai implementasi programnya, semua dikerjakan oleh remaja. Hebat, kan? Coba deh teman-teman main ke youth center yang ada di kota kamu, teman-teman pasti menjumpai orang-orang yang sebagian besarnya memang remaja seusia kita-kita. Itulah hebatnya remaja. Kalau kita memang bisa memanfaatkan kesempatan dan punya ruang yang cukup bebas untuk berkembang, jangan pernah deh menyia-nyiakannya. Tentu saja kita juga nggak bisa lepas sepenuhnya dari peran orang-orang dewasa. Kegiatan teman-teman di youth center PKBI ini cukup membuktikan kalau kita mau, kita pasti bisa memberi yang terbaik. Betul, kan? 

Bisa jadi uraian diatas tadi hanya salah satu contoh bagaimana remaja bisa berperan dan berpartisipasi lebih baik dalam lingkup organisasi dan bisa menjadi bagian dari kehidupan dunia. Temen-temen pasti punya banyak cerita lain soal keterlibatan temen-temen dalam masyarakat dan lingkungan sosial. Tapi guys, apapun bentuknya, yang terbaik bagi diri kita tetap menjadi diri kita sendiri, dengan semua pilihan kita dan resiko yang menyertai pilihan-pilihan itu yang pasti juga sebenarnya banyak kesempatan bagi kamu untuk bisa jadi remaja yang produktif. Nah, tanggal 12 Agustus nanti, kenapa nggak kita isi dengan sebuah perayaan kecil atas apa yang telah dan apa yang akan kita lakukan ke depan nanti. Mulai deh isi hidup kamu dengan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi orang-orang disekitar kamu, apapun bentuknya.
So.. prepare yourself to have a very nice youth day..J  

Salam Manis,


Roellya Ardhyaning Tyas
(relawan Mitra Citra Remaja PKBI Jabar)

Downloand Gratis di Sini!

           
   
           
1