Kinar
Mencari Cinta
'Itulah
yang tidak aku suka pada sebuah hubungan, Jo. Segalanya harus diatur
dan dimonitor oleh pacar. I don't like that.' Komentar Kinar sesaat
setelah mendengar curhat Jo mengenai pacarnya, Anjas.
'Tapi walaupun begitu aku merasa nyaman kok. Aku merasa memiliki
orang untuk berbagi suka dan duka.' Ujar Jo tak mau kalah.
'Sahabat juga bisa untuk berbagi suka dan duka.' ujar Kinar sedikit
ketus.
'Itu lain, Nar. Nanti kamu pasti merasakannya deh. It's so different.
Mmm.....I like this felling.' Jo memang sedang jatuh cinta berat
pada Anjas.
'Tapi sejak itu kamu jadi berubah, Jo. Kamu jadi manja dan cengeng.'
'Ya, itu aku akui benar. Kadang aku pun sebal dengan perubahan itu.
Tapi mungkin itu hanya sementara saja. Satu saat nanti rasa ketergantunganku
pada Anjas pasti akan hilang.'
'Kapan? Sekarang sudah satu tahun, Jo. Dan rasanya semakin hari
justru kamu semakin tidak mandiri dan semakin cengeng.' Ledek Kinar.
Shitt! Kinar terus memojokkan Jo.
'Ah, lihat saja nanti, kamu belon pernah jatuh cinta sih. Sekalinya
jatuh cinta, rasain ndiri, kualat kamu,'Jo jadi keki mendengar ledekan
Kinar. Kinar tertawa senang. Kebiasaan Kinar kan cuman ngasih nasehat,
tapi sebenarnya nasehat Kinar lumayan juga sih, agak lumayan menyenangkan
dan menenangkan, walaupun kadang-kadang sikap selfishnya muncul
dan bakalan bikin nasehatnya jadi begitu menyebalkan.
'Percaya
deh. Kalaupun suatu saat aku punya cowok, aku gak bakalan manja
dan cengeng kaya kamu. Aku gak mau disetir dan diperintah seenak
perut cowokku. Aku adalah aku.' Mulai deh Kinar dengan keyakinannya
yang sangat keras. Jo hanya terdiam mendengarnya. Siapa sih yang
tidak kenal Kinar. Aktivis kampus, penjelajah semua organisasi mahasiswa,
dan cewek yang sangat mandiri. Jo tidak bisa memungkiri kalau Kinar
sangat kuat dan tidak pernah kehilangan keceriaannya walaupun ditempa
cobaan seberat apa pun, contohnya sewaktu orang tua Kinar bercerai.
'Bagi gue perceraian itu bukan mimpi buruk. Orang dewasa lebih tahu
mengapa mereka memutuskan bercerai. Aku sebagai anak-anak hanya
bisa mengatakan kalau itu adalah yang terbaik untuk mereka. Lagipula
untuk apa terus bersama kalau setiap hari bertengkar.' Komentar
Kinar kalau ditanya pendapatnya mengenai perceraian itu. Ah, Kinar,
kamu memang sangat kuat. Tapi lain dengan Jo, yang sering diledek
Kinar menjadi manja, cengeng, dan tidak mandiri karena hubungannya
dengan Anjas.
Kinar
melihat Jo adalah seorang cewek yang aktif, energik, dan sangat
supel. Tapi sejak punya pacar Jo seolah mengisolasi diri dengan
lingkungan (Itu menurut Kinar), kemana-mana pengennya berdua dengan
Anjas dan diantar Anjas. Kinar jadi bingung melihat perubahan itu?
Apakah sekuat itu Cinta bisa mengubah seseorang.
***
Jo
menangis lagi.
'Anjas ternyata tak pernah mengerti aku, Nar. Dia tidak pernah bisa
aku ajak diskusi, mulutnya selalu bungkam dan bungkam, aku jadi
gak pernah tau keinginan dia itu sebenarnya apa. Apa dia gak punya
keinginan apapun untuk dirinya sendiri, terlebih aku. Mana mungkin
aku tahan sama cowok yang gak pernah bisa aku ajak bertukar pikiran.'
Ujar Jo suatu pagi di kampus. Kinar lagi-lagi tertawa.
'Betul kan kataku, sekarang kamu memiliki dua pilihan berpisah dengan
Anjas dan kembali melakukan semua aktivitas atau bersamanya dan
kehilangan kebebasanmu untuk berimprovisasi. Kamu mau ikut-ikutan
bisu kayak dia apa? Atau mau jadi yang kerjanya cuman nangis and
melamun. Rugi lu, ngabis-ngabisin kesempatan baik untuk seorang
cowok.' Ujar Kinar dengan nasehat yang justru membuat Jo semakin
sedih.
'Kenapa sih Kin kamu tidak memberi solusi yang baik buatku. Kamu
justru membuatku tambah bingung' Tanya Jo pada sahabatnya itu.
'Lho aku berkata yang benar. Cowok itu gak ada bedanya sama gunung,
cintanya begitu besar hingga berubah menjadi sebuah penjara bagi
wanita. Tapi suatu saat bisa meletus tanpa diduga dan hilanglah
sudah rasa cintanya. Hati-hati Jo, jangan biarkan Anjas terus membuatmu
seperti orang bodoh dengan berbagai peraturan bisunya karena saat
dia meninggalkanmu kamu bukanlah siapa-siapa.”
'Dan kamu suka dengan itu,”tanya Jo marah. Jo marah pada Kinar
yang selalu menyudutkan dia dan Anjas. Ini memang salahnya juga
selalu saja menceritakan semua hal yang dilakukan Anjas pada Kinar.
Padahal Jo sendiri tahu Anjas bukanlah laki-laki jahat seperti yang
digambarkan Kinar.
'Tentu saja tidak. Ya sudahlah gak perlu dibahas lagi, mungkin kamu
lebih tahu apa yang akan kamu lakukan. Sekarang kita ketawa-ketawa
saja youk,” ajak Kinar. Jo akui kehebatan Kinar memang disitu.
Pada saat yang sama Kinar bisa menjadi serius tapi juga lucu. Jadilah
Kinar hakim sekaligus pelawak di depan Jo.
***
'Bagaimana
masalahmu dengan Anjas” Tanya Kinar saat mereka shopping.
'Sudah baikan. Kami sudah menyelesaikan masalah itu dengan baik.'
Jawab Jo sambil memilih jepitan rambut.
'Semudah itukah,” tanya Kinar gak percaya, Jo mengangguk
'Emang sangat mudah. Mungkin karena akunya terlalu sensitif jadi
masalah yang kecil menjadi besar. “
'Kemudian'
'Ya udah. Anjas meminta maaf, aku memaafkan. We will better next
time. Mungkin karena cinta kami yang begitu besar, kita jadi gak
bisa berekspresi lagi.'
'Apakah semudah itu,”Kinar tak percaya.
'Lain kali kamu harus merasakan ini juga, Nar. Saat hati kita begitu
bahagia, senang, cemburu, dan sedih. Semuanya teramat indah.”
Kinar terdiam
'Mengapa kamu diam”
'Aku iri padamu,Jo. Kamu sudah memiliki rasa cinta itu. Sedangkan
aku? Entah kapan aku peduli pada perasaan-perasaan itu.”
'Kin, ada banyak kumbang yang ingin bersama bunga sepertimu. Kamu
cantik, baik dan pintar. Hanya saja kamu tak pernah mau membuka
dirimu untuk mendapatkan salah satu dari mereka.”
'Ya, karena aku merasa mampu untuk menjalankan kehidupan ini sendirian,
dan aku gak mau bergantung pada siapapun.'
'Jatuh cinta kan bukan berarti kamu harus bergantung, belajar saja
untuk mencintai orang lain. Jangan berantem mulu sama anak cowok.
Mereka kan jadi takut. Mana 60% sifat cewekmu?' goda Jo, Kinar menonjok
bahu Jo.
'Iya, Jo. Aku akan belajar mencintai orang yang memperhatikanku.'
'Cobalah gunakan sedikit nalurimu untuk mengetahui laki-laki yang
mengincarmu, jika kamu suka, jangan lewatkan membalas perhatiannya.
Aku yakin kamu akan menemukannya dan mengalami banyak perubahan
dalam hidupmu.' ujar Jo sambil menggamit tangan Kinar. Entah apa
yang ada dalam hati Kinar saat itu.
(Selamat ulang tahun ke-28 untuk Enoe. You willl be find a right
man as soon as possible so jangan pernah lelah mencari cinta ya,
Noe)
|