KARENA
CINTA
“Aku
ingin memutuskan pertunangan kita, Dee” kalimat itu meluncur
lancar dari mulut Andre tanpa sedikit pun rasa bersalah.
“Apa..Kamu ingin berpisah denganku?!” Dee memekik. Memutuskan
pertunangan yang sudah berjalan selama 6 tahun,. Ini bunuh diri
namanya.
“Ya, dan keputusan ini sudah aku pikirkan dengan matang.”
“Ya, tapi apa salahku sehingga kamu ingin memutuskan pertunangan
ini. Bukankah kita sudah sepakat akan menikah tahun depan?”
Mata Dee mulai memanas. Hatinya terasa tercabik-cabik. Tapi wajah
Andre tetap tenang seolah ini bukan masalah besar.
“Kamu tidak bersalah. Aku yang bersalah karena telah membiarkan
hal ini terjadi.”
“Apa yang salah, sayang?” Dee berusaha untuk menenangkan
diri.
“Please, Dee. Jangan panggil aku seperti itu. Karena hanya
akan menyakiti kita berdua.”Dee semakin sakit hati mendengar
penolakan kata ‘ sayang ‘ yang biasanya dia ucapkan
pada Andre. Akhirnya Dee memilih diam untuk mendengar alasan Andre.
“Aku berhubungan dengan seorang wanita, Shakira. Dia rekan
sekerjaku. Kami sudah dua bulan memutuskan pacaran. Maafkan aku,
Dee. Selama dua bulan ini aku telah mengkhianatimu.” Tangan
Andre menyentuh tangan Dee, berulang-ulang tangan Dee diciuminya.
“Mungkin aku memang tidak secantik wanita yang kamu impikan,
Dre. Tapi apakah aku layak menerima penghinaan ini? Tapi sudahlah,
Dre. Jika kamu memang memilihnya, aku akan pergi.”Dee menarik
tangannya dari genggaman Andre lalu beranjak pergi membawa rasa
sakit yang tak terhingga.
***
“Mom, ijinkan aku pergi ke Canada. Kesempatan ini jangan disia-siakan,
ini kesempatan aku untuk mendapatkan S2 di tempat yang bagus.”
Pinta Dee pada Mom.
“Dee, kamu sudah memutuskan untuk tidak ikut beasiswa ini.
Apakah karena sakit hati pada Andre kamu merubah rencana itu ?”Tanya
Mom bijak. Mom pasti tahu benar apa yang dirasakan Dee. Ya, karena
Andre, dia memutuskan pergi ke Canada.
“Jangan pergi sayang, jika hanya itu alasannya. Mom pikir
ini tidak bijaksana bagi dirimu sendiri. Mom akan mengijinkan kamu
pergi jika memang ini memang betul-betul keinginanmu, bukan untuk
sebuah pelampiasan.”
“Mom, aku harus pergi. Aku tidak mau larut dalam kesedihan
ini.”
“Dee, mungkin Andre memang bukan jodoh yang baik untukmu.
Sebab itu dengan alasan apa pun Tuhan telah memisahkan kalian berdua.”
Mom berusaha menghibur Dee. Lalu Dee menangis di pangkuan Mom. Dee
begitu terpukul atas kejadian ini. Rasa kehilangan Andre membuatnya
tidak yakin kalau dirinya masih hidup. Rasanya separuh dari nyawanya
telah terbang ke langit bersama jutaan impian yang ingin dia raih
bersama Andre. Dee begitu mencintai Andre, rasanya Andre pun demikian
cinta pada Dee. Tapi cinta yang diberikan Shakira telah mampu meluluhlantakkan
perasaan yang telah mereka bina bersama selama 6 tahun.
“Mom, ijinkan Dee pergi.” Dee seolah memohon kepada
mom untuk mengijinkannya pergi. Jika Mom tidak mengijinkan ke Canada,
Dee akan pergi kemana pun yang Mom ijinkan. Asal tempat itu jauh
dari sini, dimana kenangan akan Andre terus membayanginya, menyiksanya,
dan menenggelamkannya dalam lautan airmata.
“Baiklah, jika itu memang dapat membuatmu lebih bahagia. Dan
dapat memberikan suatu perubahan pada hatimu. Mom hanya ingin kamu
melupakan apa yang terjadi, lupakan masa lalu dan raih masa depanmu.”
Akhirnya Mom mengijinkan Dee pergi.
“Terima kasih, Mom. “Dee semakin mempererat pelukannya.
***
Tiga tahun kemudian.
Mom menjemput Dee di bandara.
“Dee, Mom kangen sekali sama kamu.” Mom memeluk Dee
seerat mungkin.
“Dee juga, Mom.” Rasa haru menyelimuti Dee. Akhirnya
Dee kembali ke Indonesia setelah tiga tahun mengasingkan diri.
Mom menyetir sendiri.
“Sejak kapan Mom memiliki mobil?” Tanya Dee. Rasanya
aneh Mom menyetir. Biasanya Mom kemana-mana naik taksi.
“Sejak kamu pergi. Mom kesepian sekali di rumah, Dee. Kucing-kucingmu
juga demikian. Karena itulah mereka semua minggat.” Ups, Dee
jadi lupa pada tujuh ekor kucing yang ditinggalkannya pergi. Apa
benar kucing-kucing itu minggat semua dari rumah gara-gara kesepian
tanpa aku, dan Mom menyetir sendiri agar bisa jalan-jalan karena
juga kesepian tanpa aku, tapi apakah Andre juga kesepian begitu
ditinggal olehku? Dee bertanya-tanya dalam hati. Andre tak mungkin
menyesali kepergiannya, bukankah dia telah memiliki Shakira yang
cantik dan menawan.
“Kok melamun?” pertanyaan Mom membuyarkan lamunan Dee.
Dee menggeleng pelan. Kenapa harus selalu ingat Andre, seharusnya
Dee membenci Andre yang telah menendangnya dari impian cinta. Tapi
untuk apa membenci Andre, kebencian takkan membawa Andre kembali
padanya. Mom benar, Andre bukan jodoh yang baik untuknya. Kalau
bukan karena Andre, Dee akan kehilangan kesempatan meraih S2 dan
memperoleh karier yang sedemikian cemerlang sebagai seorang Arsitek.
Ada hal buruk dan hal baik yang harus dia pikirkan untuk memutuskan
apakah Dee harus membenci atau justru berterima kasih pada mantan
tunangannya itu.
“Aku hanya mencoba mengingat lagi kenangan di sini.”
“Oh, forget it. You have a good future, honey. Lupakan masa
lalu, Dee. O, ya Mom hampir lupa. Kemaren ada undangan pameran lukisan
dari temanmu.” Ujar Mom sambil menyerahkan sebuah undangan
berwarna pink. Temanku? Tapi siapa yang mengundangku? Pertanyaan
itu berkecamuk di dada Dee. Bukankah tak ada seorang teman pun yang
tahu kepulangannya hari ini.
“Siapa Mom?” Tanya Dee, Mom menggeleng pelan.
Tapi sudahlah siapa pun yang mengundang tak perlu diributkan, yang
jelas Dee memang sudah rindu berat dengan lukisan-lukisan indah.
***
Dee menghirup wangi cat yang berasal dari lukisan yang di pajang
di ruang pameran. Hati Dee begitu bahagia dapat memanjakan matanya
melihat lukisan-lukisan itu.
“Dee..” sebuah suara laki-laki membuyarkan konsentrasinya.
“Ya..”Dee kaget saat melihat seorang laki-laki dengan
wajah yang begitu berantakan. Seluruh wajah yang penuh dengan jahitan.
“Terima kasih, kamu mau datang ke pameran lukisan pertamaku.”
Ujar laki-laki berwajah aneh itu. Dahi Dee mengkerut.
“Sama-sama, terima kasih juga telah mengundangku. Apakah kita
pernah bertemu sebelumya?” Tanya Dee pada laki-laki yang asing
di matanya. Laki-laki tertawa.
“Rupanya kamu benar-benar telah melupakanku ya? Tiga tahun
kamu menghilang, Dee. Dan tiga tahun aku kesepian.” Dahi Dee
kian mengkerut.
“Aku, Andre…”What! Jantung Dee nyaris copot, benarkah
ini Andre? Andre yang menyakitinya tiga tahun lalu, Andre yang tampan.
Apa yang terjadi dengannya?
“Andre, Dee. Masih kamu ingat? Oh, maaf, kamu mungkin takkan
ingat. Wajahku sekarang sudah berubah, Dee. Kecelakaan itu mengambil
semuanya dariku, uang, wajah, dan sebuah rasa sakit. Shakira telah
meninggalkanku saat aku jatuh. Dia tak mau menerimaku dalam keadaan
cacat dan miskin. Kamu tahu, Dee. Selama itu aku mulai menyadari
bahwa aku telah menyakiti wanita sebaik kamu. Karena itulah aku
terus mencarimu. Awalnya Mom tak mau memberitahukan kemana kamu
pergi, namun setelah Mom tahu betapa aku menyesali dan ingin memperbaiki
semua kesalahan ini, Mom akhirnya menyerah dan selalu menceritakan
keadaan dirimu, Mom juga memberitahukan mengenai kepulanganmu kemarin.
Aku minta maaf, Dee.” Panjang lebar Andre menjelaskan peristiwa
yang membuatnya seperti ini. Airmata Dee bercucuran. Ah, Andre tega
nian Shakira melakukan ini padamu.
“ Satu yang tidak hilang dalam diriku, Dee. Semangatku, aku
selalu bersemangat untuk maju. Sampai akhirnya aku berhasil mengadakan
pameran lukisan pertamaku ini. Semata karena aku ingin memperoleh
impianku dan untuk memperbaiki seluruh kesalahanku padamu. Aku ingin
bersamamu lagi, Dee. Berikan aku kesempatan. “ Andre memelas
pada Dee. Batin Dee menjerit. Haruskah dia menerima dan memberi
Andre kesempatan itu?
“Aku janji takkan pernah melukaimu lagi. Aku mencintaimu,
Dee. Aku akan mengoperasi kembali wajahku dan menjadi Andremu yang
dulu.” Butiran airmata Andre turun perlahan.
“Dre, Aku mencintaimu, dulu, hari ini, dan masa nanti. Tak
peduli seperti apa kamu sekarang.” Dee memeluk Andre. Ya,
Dre, karena cintalah aku memberi maaf sebelum kamu meminta maaf,
karena cinta aku memberi kesempatan sebelum kamu meminta kesempatan
itu, dan karena cinta aku menerimamu apa adanya. Desah Dee dalam
bahagia.
|