| Ketika
Seks Menjadi Simbol Pergaulan Remaja
Apa
yang yang anda bayangkan mengenai Seks? dan apa yang anda kemukakan
jika saya bilang bahwa Seks kini menjadi simbol pergaulan remaja?
Lalu apa yang terlintas dalam pikiran anda jika anda memiliki teman
yang memang menganggap seks adalah pergaulan atau bahkan anda sendiri
turut didalamnya?
Coba
anda runut bagaimana asal muasal seks yang begitu tabu diperbincangkan
oleh orang tua kita kini malah menjadi perbincangan menarik diantara
remaja sekarang, menjadi ‘hot gosip’ yang pantas dibicarakan,
dan menjadi tontonan umum yang bisa disimak oleh berbagai kalangan
usia.
Coba anda lihat tayangan film-film yang berlabel “17+”
di layar televisi kini bebas disimak oleh remaja berusia dibawah
17 tahun bahkan liputan-liputan mengenai prostitusi ternyata ternyata
berisi mengenai para remaja yang berprofesi menjual diri dan tak
pelak free seks yang dianut remaja menjadi sumber berita yang layak
dikemas secara menarik.
Ternyata free Seks yang sekarang berkembang di kalangan remaja memang
bukan hanya milik remaja yang memang mengais untung dari profesi
jual dirinya terlebih ABG merupakan produk yang paling disukai oleh
laki-laki hidung belang, tapi dengan berbagai alasan yang tidak
masuk akal mereka pun melakukan seks bebas dengan lelaki yang disukainya.
Cinta menjadi salah satu alasan yang paling utama dikemukakan oleh
remaja.
Ini merupakan sebuah kenyataan yang memang harus kita terima, apalagi
banyak penelitian yang sudah dilakukan dan nyaris mengambil kesimpulan
yang sama bahwa jumlah remaja yang melakukan seks bebas semakin
tinggi setiap tahunnya. Setiap tahun sejak terjadinya krismon, sekitar
150,000 anak di bawah usia 18 tahun menjadi pekerja seks. Sementara
itu, menurut seorang ahli, setengah dari pekerja seks of Indonesia
berusia of bawah 18 tahun, sedangkan 50,000 of antaranya belum mencapai
usia 16 tahun.
Namun terlepas dari apapun alasan yang diberikan namun seks bebas
merupakan aktivitas yang mengandung resiko sangat tinggi. Berganti-ganti
pasangan dalam melakukan hubungan seks dimulai dari terkena penyakit
menular seksual, kehamilan yang tidak diinginkan, kekerasan bahkan
ancaman dari pelanggan, sampai terkena virus HIV.
Seks
bebas pun bukan satu hal dengan mudah dapat ditinggalkan karena
perlu usaha dan niat yang sangat keras untuk meninggalkan aktivitas
yang dianggap paling mudah mendapatkan uang dan terpuaskan keinginan
seksnya.
Namun bukan berarti tidak ada kata maaf bagi remaja yang melakukan
seks bebas dan tidak ada jalan keluar bagi kepahitan ini. Banyak
orang yang peduli dengan keprihatinan ini, salah satunya adalah
dengan upaya dari semua pihak untuk memberikan fasilitas dan konsultasi
bagi remaja bukan hanya mencerca dan mengecam apa yang mereka lakukan.
Bersikaplah terbuka dengan berbagai informasi yang ada mengenai
remaja, untuk kondisi labil mereka adalah sangat mungkin mereka
dapat diarahkan kembali ke jalan yang lurus.
Memang
wajar jika pada usia remaja anda memiliki hasrat seks yang tinggi,
namun penyaluran yang harus anda lakukan adalah buka berarti diwajarkan
untuk mencoba seks itu sendiri. Namun penyaluran yang bernilai positif
lebih dihargai.
Istilah seksualitas menyangkut berbagai dimensi yang sangat luas.
Di antaranya adalah dimensi biologis, psikologis, sosial, perilaku,
dan kultural. Dilihat dari dimensi biologis, seksualitas berkaitan
dengan organ reproduksi dan alat kelamin. Termasuk di dalamnya adalah
bagaimana menjaga kesehatan, memfungsikan dengan optimal secara
biologis, baik sebagai alat reproduksi, alat rekreasi, dan dorongan
seksual. Perilaku seksual merupakan bentuk perilaku yang muncul
berkaitan dengan dorongan seksual.
Satu lagi yang penting bagaimana supaya remaja dapat keluar dari
belenggu gaya pergaulan yang salah adalah dengan dukungan keluarga
untuk memantau perkembangan remajanya dan menjadi sahabat serta
tempat yang bisa dijadikan berbagi segala hal. |