|
Dikutip
dari Harian SIB,
20 September 2001
|
Berastagi
(SIB)
Peluang Kabupaten Karo memasarkan produk-produk pertanian dan hortikultura di luar negeri semakin besar dengan diberlakukannya Globalisasi Ekonomi AFTA tahun 2003. Alasannya, Tanah Karo mempunyai keunggulan Komperatif (Comparative Advantages) dari segi sumber daya alam dan tenaga kerja yang mampu bersaing dalam pasar global.
Demikian paparan Bupati Karo Sinar Peranginangin yang dibacakan Sekda Karo Drs Sumbul Depari MSc dalam sarasehan Forum Komunikasi Pimpinan LPM Universitas Negeri (Eks IKIP Negeri)/IKIP Negeri se-Indonesia VIII, Senin (17/9) malam di Hotel Sibayak Berastagi Kabupaten Karo.
Dalam sarasehan yang diikuti Ketua dan Sekretaris LPM (Lembaga Pengabdian Masyarakat) Universitas Negeri Eks IKIP Negeri se Indonesia itu, Bupati Karo tampil sebagai pembicara kedua setelah Dirbinlitabmas Prof Dr Jajah Koswara yang dibacakan Ati Sugiarti SH. Sedangkan, pertemuan itu dimulai pukul 20.00 WIB yang dibuka secara resmi oleh Rektor Unimed Prof Djanius Djamin SH M sebagai tuan rumah.
Dalam paparannya yang berjudul "Identifikasi Potensi Daerah dan SDM Dalam Rangka Melaksanakan Otonomi Daerah, Bupati Karo juga mengemukakan berbagai tantangan yang dihadapi seperti kualitas SDM dan teknologi.
"Di pihak lain, Kabupaten Karo juga menghadapi tantangan dari segi kualitas SDM maupun teknologi, dimana saat ini masalah Sheed Tekchnology (bibit unggul) saja kita masih kalah dengan negara tetangga seperti Thailand termasuk processing technology," katanya. Akibatnya, katanya, kita kurang mampu bersaing dalam menciptakan kualitas produksi.
Sedangkan tantangan dalam otda, jelasnya, adalah masalah sosial ekonomi yang cenderung anarkis dan mudah diprovokasi sehingga tidak tercipta iklim yang sehat untuk investasi. Sedangkan dalam sektor birokrasi, katanya, perlu direformasi karena sudah lama menjadi tempat berakarnya tindak korupsi dan kolusi.
Untuk itu, agenda yang paling mendesak dalam pelaksanaan Otda, menurut Bupati, adalah reformasi birokrasi yang mencakup perbaikan mekanisme rekrutmen dan pengembangan aparatur birokrasi yang menekankan pada profesionalisme yang tinggi serta menciptakan struktur birokrasi yang fleksibel dan responsif.
Di Kabupaten Karo, kata Bupati, telah mengadakan restrukturisasi dengan prinsip "Miskin Struktur Kaya Fungsi", dengan kata lain perampingan organisasi agar lebih efisien dan efektif.
Dalam makalahnya sebanyak 6 halaman tersebut, Bupati juga mengurai berbagai potensi daerahnya, seperti sumber daya alam yang memiliki tanah subur karena berasal dari jenis Tanah Vulcano dari gunung yang sangat cocok untuk pertanian. Sehingga struktur ekonomi Kabupaten Karo didominasi sektor pertanian yang menyumbang 76,8 persen terhadap PDRB dengan income per kapita sebesar Rp3,5 juta per tahun. Namun fluktuasi harga pasar hasil pertanian, diakuinya merupakan tantangan. Sementara dalam sumber daya manusia (SDM) petani mayoritas berpendidikan rendah.
Sarasehan ini berlangsung selama 2 hari (17-18/9) yang diisi dengan sajian makalah dari LPM setiap Universitas yang dipandu moderator yang sudah ditentukan. Para pemakalah yang tampil adalah Prof Dr HM Sadja (Univ N Jakarta), Drs H Abdillah MPd (Univ N Malang), Drs Ali Mufi Arief MP (Univ N Surabaya), Drs Sukidjo MPd (Univ N Yogyakarta), Prof Dr PH Dewanto (Univ N Semarang), Prof Dr Hj Sitiawang Hanafie MA (Univ N Makasar), Drs Henceng Mulyana MPd (Univ Pend Indonesia Bandung), Drs Zulkahar Akmal (Univ N Padang), Drs Hasudungan Sinaga MS (Unimed).
Sementara itu dalam pidato pembukaannya, Rektor Unimed Prof Djanius Djamin SH MS mengatakan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat itu langsung menyentuh ke dalam kehidupan masyarakat, baik di pedesaan maupun perkotaan. Untuk itu diharapkannya, melalui LPM, Perguruan Tinggi eks IKIP mampu membekali diri untuk membangun keberadaannya dan peranannya di masyarakat dan kemanusiaan di daerah.
Usai penutupan sarasehan, para peserta yang datang dari luar daerah Sumut menyempatkan diri tour ke Danau Toba Parapat dan Tuktuk Siadong.
(C1/d)
|