|
Kabanjahe (Analisa)
Seribu
satu cara yang digunakan para penipu untuk mencari uang
dengan jalan pintas pada abad modern ini. Kamis lalu
"penipuan gaya baru" muncul/mendatangi sekolah
SLTP/SMU Swasta di Kabanjahe.
Dengan
menaiki kendaraan roda empat, dua orang yang mengaku
"petugas khusus" dari Menteri Pendidikan datang
ke sekolah kami (SLTP Swasta Imanuel) Kabanjahe, kata
P.Surbakti Kasek tersebut kepada Analisa Senin (28/1)
seusai apel bendera.
Kedua
orang tersebut mengaku bermarga TArigan dan Surbakti
sementara supirnya tanpa marga. "Tarigan"
menyodorkan empat lembar daftar isian yang nampaknya
"bentuk permohonan" kepada Menteri Pendidikan
guna memperoleh bantuan pengelolaan sekolah swasta.
UANG PELICIN
Untuk
tingkat SLTP Swasta pemerintah melalui menteri kita akan
memberikan bantuan khusus sebanyak Rp. 21 juta dan untuk
SMU Swasta Rp. 30 juta kata P. Surbakti menirukan ucapan
yang mengaku bermarga Tarigan tersebut.
Daftar
isian ini sekarang juga harus selesai untuk kami kirim
segera ke Jakarta dan perlu kami uang dari sekolah ini
sebanyak Rp. 1.000.000,- sebagai pelicin agar pertengahan
Pebruari bantuan yang Rp. 21 juta itu sudah bapak terima
tambah Surbakti yang juga dibenarkan oleh si supir.
Walau
kami curiga atas tawaran mereka, informasi tersebut kami
sampaikan juga kepada Ketua Yayasan Perguruan Imanuel tapi
Pak Munthe lebih yakin mereka itu adalah penipu karena
tawaran seperti itu tidak lazim.
Untuk
Tanah Karo (Kabanjahe dan Berastagi) dua SLTP dan empat
SMU Swasta akan menerima bantuan khusus untuk pengelolaan
sekolah kata si supir pula akhirnya mereka pulang dengan
"hampa tangan". (ps).
|